Setelah Su-35 dan F-16V, Indonesia Tertarik F-35

Jakartagreater.com – Rusia dan Indonesia belum membatalkan kesepakatan pembelian pesawat tempur Su-35. Sebagaimana dinyatakan oleh Dmitry Shugaev, Direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation dan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Wahyu Sakti Trenggono.

Dilansir dari Sputnik, Dmitry Shugaev menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari Indonesia, baik berupa pernyataan lisan ataupun surat tertulis.

“Tidak ada penolakan resmi, tidak ada yang mengirimi kami dokumen apa pun dalam hal ini dan tidak memberi tahu kami secara lisan, jadi saya pikir ini adalah informasi yang belum diverifikasi. Kami berharap kontrak ini akan dilaksanakan, terutama karena Indonesia tertarik untuk memperoleh pesawat ini,” kata Shugaev dalam sebuah wawancara dengan televisi Rossiya 24 yang ditayangkan pada hari Senin.

Sedangkan menurut Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, dilansir dari CNN menyatakan pemerintah Indonesia tak pernah membatalkan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

“Kami tidak pernah membatalkan,” kata Trenggono saat dihubungi melalui pesan singkat pada hari Rabu (18/03). Menurut Wakil Menteri Pertahanan, Indonesia belum bisa membeli Su-35 karena ada beberapa kendala dalam rencana pembelian tersebut.

Meski tidak mengungkapkan apa saja kendala tersebut namun menurut beberapa media menyebutkan adanya tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat, adalagi yang menyebut karena masih berbelitnya proses barter produk pertanian yang menyertai pembelian Su-35 tersebut.

Namun yang paling menarik, alih-alih menerima sodoran pesawat tempur F-16 Viper dari Amerika Serikat, Indonesia lebih memilih pesawat tempur siluman F-35.

Dinyatakan oleh Wamenhan Trenggono, pihaknya sedang mempertimbangkan pilihan lain, termasuk membuka peluang untuk membeli pesawat siluman F-35 dari Amerika Serikat.

“Sedang menjajaki untuk mengganti pengadaan ke F-35 dari AS,” kata Trenggono kepada CNN.

Sharing

115 pemikiran pada “Setelah Su-35 dan F-16V, Indonesia Tertarik F-35”

    • Kalau pura pura kepingin beli F35 ..dengan harapan pasti segera ditolak USA .. Kemudian DepHan punya alasan kuat untuk beli sukhoi 27/30/35 ..ya tidak apa apa…
      Syukur kalau dengan trik seperti itu kita bisa tenang beli sukhoi dan F16V ..ya tidak apa apa…

  1. Ok lah beli Su-35, supaya sebelah tidak iri beli juga F-35 dan F-16 Viper dan agar Cina juga tidak merasa dicueki oleh negara Nusantara ini tugasin saja nyiapin dana nya buat beli itu semua, toh buat Cina ndak penting jual senjata laku atau tidak, penting uang nya bisa berputar terus itu lebih penting bagi mereka.

  2. klo digabungkan SU 35 dan F 35 dalam satu serangan akan sangat bermanfaat…
    su 35 bisa membaca up F35 dari serangan udara musuh..
    dan F35 bisa menghancurkan SAM musuh sebelum mendekteksi kedatangan su 35..
    klo keduanya di beli Indonesia… akan sangat bermanfaat

  3. Bentuk gertakan pihak INDONESIA, karena INDONESIA tau gak bakalan di beri ijin untuk membeli F35 alasannya karena amerika ingin kekuatan udara TNI tetap berada dibawah australia dan singapura sebagai sekutu utamanya, sehingga pihak Indonesia mempunyai alasan yg kuat untuk membeli su 35 rusia yakni karena Indonesia tidak diberikan ijin untuk membeli f35

          • maaf gan, anggap aja indo bisa beli, trus utk maintenancenya gmna ya ? apa gak boros ? suku cadang dll,,

          • Makanya dijadikan bahan menaikan nilai tawar utk melunakan AS agar tdk mempermasalahkan lg pengadaan SU-35. Menaikan nilai tawarnya ya dng tdk jd beli F-16 Viper dan menggantinya dng pengadaan F-35 sebanyak 2 skuadron. Knp RI berani ambil 2 squadron.? Krn didepaknya Turkey dr joint product mengakibatkan surplus produksi yg harus dicarikan pasarnya. Nah disitulah bergaining RI. Dan kaitannya dng neraca perdagangan itu td.

          • @gametiga download
            Masalah boros tentulah sdh menjadi bahan pertimbangan dek.
            Sukhoi aja yg katanya boros msh bisa diakuisisi bahkan disuruh patroli ngejar black flight.
            Toh nantinya bukan dipake kekantor atau ke pasar atau ngantar anak sekolah dek. Melainkan ada schedule patroli yg diterapkan oleh TNI AU dalam.operasionalnya kelak.

          • Mau Beli dua squadron F-35 gak pake imbal dagang, tapi beli 11 Su-35 pake imbal dagang?? Makanya Indonesia itu sebenarnya cuma main-main sama Rusia.

          • Sukhoi itu boros, makanya sebelum 2035 Sukhoi bakal dihapus diganti ama IFX dan F-35. Harganya sih murah, tapi sucadnya susah nyari, barangnya mahal, maintenance-nya mahal harus keluar negeri.

            Liat aja gimana repotnya Indonesia kalo mau benerin, upgrade atau memperpanjang masa usia pakai Sukhoi. Tanya aja ama Vietnam yg belinya lebih banyak dari Indonesia. Beda jauh ama F-16. Indonesia sekarang udah bisa upgrade sendiri, bisa modif sendiri. Itu karena kemampuan MRO udah dikuasai oleh Indonesia. Kemampuan itu gak semua negara pembeli F-16 punya. Indonesia aja beli 12 F-16 itu tahun 86 dan udah pernah dapet offsetnya. Beberapa tahun lalu cuman ngurus F-16 bekas pakai yg diketawain banyak Russian Fanboys dimari. Nyatanya bermanfaat kan buat Indonesia. Sukhoi mana mau ngasih ToT MRO ke Indonesia, tekor ntar. Itulah bedanya pabrikan yg udah mapan kayak Lookheed Martin ama pabrikan abal-abal. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Ya buat apa pake imbal dagang mbah, wong dagangan RI surplus ke AS kok. Cara berpikirnya gmn mbah.? Gitu ngaku paham ekonomi……xicixicixicixici

            Maklum klo.mbah sdh tua pikun, jd gak bisa berpikir waras. Paati ujung2nya komen “bommers”……xicixicixicixicixix

            Gimana klo gelar mbah gatol saya tambah jd mbah gatol koplak…..xicixicixicixicixicixi

          • Sudah koplak ngotot lg. Udah gitu ngaku pjnter ekonomi. Ngasi link tp gak pinter baca…..xicixicixocixicixi

            Nih baca ribuan kali biar maauj diothak ente yg bebal itu….xicixicixicixicixi
            Ini link yg ente kasi ane sadur cuplikannya biar gat Oot…..xicixicixicixicixi

            “Adapun latar belakang dilakukannya imbal dagang adalah adanya kelangkaan devisa, tidak seimbangnya neraca perdagangan diantara dua negara, melindungi perdagangan dari fluktuasi nilai tukar dan peningkatan hubungan dagang di antara dua negara. Adapun jenisnya dapat dilakukan dengan barter, imbal beli, offset dan buy back. Manfaat imbal dagang pertama, mengatasi hambatan dan kendala ekspor di luar negeri serta memperluas wilayah pasar dan memasarkan produk baru,”

            xicixicixicixi….koplak ko dipiara mbah. Selamat membaca ya mbah. Nasihat saya >>> jng mgaku pinter kalo IQ msh jongkok….xicixicixicixicixicixi

          • Lah yg jadi faktor utama itu kelangkaan devisa atau defisit neraca perdagangan pada kasus Jual beli Su-35?? Yakin defisit USD 550 ribu Indonesia ke Rusia jadi masalah utama???

  4. Dr PD f35 mending s400. Jgn mau di dikte oleh amerka, dgn iming2 kalao tidak beli alustista merka negara kita akan d di kenai sangsi.tanamkan PD pembuat kebijakan AU kita harus harus berangsur2 meninggalkan pengaruh amerka. Betap sakit di emabrgo amrka. Kalao AL dan darat kita tidak masalah beli dr amrka n sekutunya.

    • Begini ya dek Hapis Tanjung
      Secara kelas tentulah lebih baik S-400 ketimbang Patriot yg terbukti gagal dipalagan Yaman. Dan ini bukan hoax. Sementara S-400 sukses di palagan Suriah dng membuat pulang kampung semua pespur Nato.

      Tp bukan itu fokus yg mau saya bahas. Saya ingin warjager berpikiran jernih dibalik sebenarnya mengapa AS ngototnya agar RI membeli produk mereka sampai harus mendepak produk Rusia, dipandang dr kacamata politik dan perdagangan

      Alasan pertama
      AS sdh tau klo persenjataan kita menganut 2 blok, dan itu tdk akan berubah sampai nanti RI mandiri dalam industri Alutsista utamanya pespur. Jd walau ditekan bagaimanapun apalagi dng hantu embargo RI tetap pd keputusan hrs dr 2 blok sebelum benar2 mandiri. Krn pengalaman adalah guru yg paling baik. Makin diembargo justru membuat RI lebih banyak belanja ke lapak lain krn duit ada dan itu tdk akan menguntungkan AS.

      Alasan kedua
      Surplus perdagangan dng AS yg tinggi dan menguntungkan Indonesia yg membuat pemerintah paman Donal menekan pemerintah Indonesia saat ini. Langkah pertama dng mengeluarkan Indonesia dr katagori negara berkembang dan dimasukan kedlm katagori negara maju, sehingga akan mencabut semua fasilitas perdagangan dan pajak2 perdagangan yg berlaku bg negara berkembang. Padahal secara kemampuan anggaran belanja masih blom siap jika dikatagorikan negara maju. Dari surplus perdagangan itu, AS tidak ingin devisa yg didpt digunakan utk membeli persenjataan Rusia. Bagi AS itu tdk fair. Maka AS bersikeras agar surplus perdagangan RI tersebut dpt dimanfaatkan utk membeli persenjataan AS.
      Bahasa halusnya itu begini lho ” Ente dpt duit dr jual barang ditempat ane tp giliran mau beli barang, ente malah lari ke lapak lain” begitu kira2 ngeluhnya si Trump.
      Dan itu suatu hal yg wajar serta biasa dan syah utk dilakukan. AS jg melakukan terhadap China dan negara2 Eropa jg dmn perdagangan AS mulai terlihat defisit, bukan terhadap kita saja.

      Alasan ketiga
      Sementara perdagangan RI selalu mengalami defisit dng Rusia secara garis besar. Itu sebabnya Indonesia mesyaratkan imbal dagang dng Rusia utk menyeimbangkan neraca perdagangannya. Kalo pengadaan Sukhoi ini keseluruhannya bisa barter dng komoditi pertanian tanpa perlu cash money mungkin sdh berjalan pembelian pespur Su-35. Dan tidak akan terkena tekanan AS.

      Kesimpulannya, kita harus fair menilai dr sudut kepentinga RI sendiri. Bukan krn AS tidak ingin persenjataan kita lebih strong dr Aussy atau Singapore. Kalo hanya itu kriterianya, kita gak akan diijinkan beli F-16 AS dan Apache. Knp kita gak beli senjata kualitas no.1 dr AS. Pertanyaannya Duite Sopo yg dibuat bayar.?
      Harga senjata AS itu tidak murah dek.
      Justru AS suka jika kita beli senjata terbaik mereka, sehingga ada bemper buat menghadapi China.
      Anggaran militer kita terbesar dr departemen lain aja sdh banyak yg ribut di dalam negeri, alasannya msh banyak rakyat yg miskin. Begitu lho dek rangkaian ceritanya.

      Jd jng ikut gaya dek lintang yg kualitas komennya hanya kelas lulusan anak PAUD ya dek……xicixicixicixi (becanda dek)

      Walaupun ente fans boy dr salah satu blok, entah timur ataupun barat, tp jng jadikan kita dungu utk membuka mata dan pikiran kita utk berpikir jernih krn dipengaruhi sentimen keberpihakan.

      Kalo bicara urusan alutsista, tentulah kualitas persenjataan Rusia yg Stroong Bingiiit dek….xicixicixicixi

      • Hhhhhhhhhhhh, ujung ujungnya Rusia Letoyy banget. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

        Alasan yg terlalu dibuat-buat tuh Dhek Ruskye.
        Jawaban alasan pertama, Sejak jaman SBY Indonesia udah sering borong Alutsista dari Rusia termasuk Sukhoi dan BMP-3 padahal sejak 2006 embargo udah dicabut ama USA dan fine-fine aja tuh.

        Jawaban Kedua, memang ada defisit perdagangan USA ke Indonesia, tapi itu bukan menjadi alasan utama USA memaksa Indonesia beli Alutsista mereka. Kalo pun Indonesia beli F-35 1 skuadron full senjata, sucad dan after sales-nya termasuk pelatihan dan penyiapan hanggar khusus itu cuman akan habis uang USD 2 Billions lebih, itu aja bakal dicicil selama beberapa tahun. Sedangkan defisit USA atas Indonesia itu tahun 2018 aja lebih dari USD 12 Billions. Jelas beli F-35 gak akan nutup defisit USA secara signifikan. Kecuali kalo Indonesia belinya pertahun. Apalagi Defisit itu terjadi karena perdagangan antar swasta sedangkan pembelian F-35 itu antar pemerintah. Jelas logika perdagangannya beda lah. Yg bikin defisit swasta kok Pemerintah yg disuruh bayar.

        Nah, kalo alasan yg ketiga. Imbal dagang gak bisa dipake buat ngurangin defisit perdagangan Indonesia ke Rusia. Imbal dagang itu pemerintah bakal ngasih barang ke Rusia sebagai ganti uang buat beli Su-35. Barang yg harus diberikan ke Rusia adalah barang baku, setengah jadi atau barang jadi yg dibutuhkan di Rusia sana. Nah, nilai barangnya ini yg bikin negosiasinya alot. Rusia inginnya nilai barangnya flat, ibaratnya harga 1 Ton sawit itu 50 Rubel, dan Rusia ingin harga flatnya 40 Rubel pertonnya. Kalo nilai transaksi imbal dagangnya 40 ribu Rubel maka Rusia bakal dapat 1000 Ton Sawit. Masalahnya kalo harganya lagi tinggi misal harga pertonnya sawit naik jadi 80 Rubel jelas Indonesia hanya bisa ngasih setengahnya alias 500 ton sawit aja. Kalo disuruh ngasih 1000 ton dg harga flat ya tekor dong pemerintah. Tinggal Swasta ama Rusia aja yg enak. Apalagi harga sawit sekarang udah mulai naik lagi.

        Gitu Dhek Ruskye, semoga bermanfaat. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

        • Mbah gatol ini umurnya saja tua tp pola pikir dan wawasannya masih perlu belajar banyak apalagi urusan politik dan ekonomi….xicixicixicixi

          Utk argumen ente yg pertama
          Begini mbah saya jelaskan
          Mbah harus belajar ilmu politik dulu sebelum berargumen. Knp jaman SBY lebih memilih produk Rusia.? Krn RI tdk mau terpuruk dalam hal pertahanan negara akibat embargo, yg bisa berakibat dilecehkan bahkan oleh negara yg katanya serumpun. Oleh sebab itu maka diputuskan beli barang dr Rusia utk penguatan alutsista secara besar2an. Sampailah ada tinjauan delegasi Indonesia ke Rusia utk penjajakan pengadaan pespur, korvet dan kasel yg bikin heboh beritanya itu.
          Menangkap peluang pembelian alutsista besar2 tersebut mendekatlah yg pertama negara mener londo dng proposal korvet sigmanya beserta iming2 ToT. Diikuti selanjutnya inggris dan AS. Jejak digitalnya msh ada itu mbah. Knp bisa deal korvet belanda.? Krn Rusia gak berkenan dng ToT ala RI.
          Sementara utk pespur dibeli tetap dr Rusia utk melengkapi 1 squadron agar tetangga selatan berkurang isengnya. Dan memang terbukti efek deterennya.

          Utk argumen yg kedua.
          Dimana2 pun namanya perdagangan antar kedua negara itu yg terlibat swastanya mbah, mana ada pemerintah dagang beras, dagang kopi, karet. Masing2 pemerintah memfasilitasi pihak swasta negaranya, termasuk perdagangan senjata sekalipun. Dari situ pemerintah mendapatkan pajak barang impor/ekspor dan keuntungan dari fasilitas kredit perbankannya. Masa hal yg remeh gini aja gak tau. Contoh perang dagang AS dan China, apa pemerintahnya yg dagang, bukan. Makanya pihak pemerintahnya hanya bisa menikmati perang tarif bea masuk barang impor dan ekpor barang.
          Pemerintah Trump dlm kebijakan anggarannya sdh jelas, akan memaksa negara2 yg neraca perdagangannya dng AS surplus utk bisa distabilkan salah satunya Indonesia yg terkena dampak. Melalui dimasukkannya Indonesia kedalam kelompok negara maju bukan lg negara berkembang yg mendapatkan keringanan bea masuk.
          Defisit perdagangan AS yg jomplang terhadap Indonesia inilah yg oleh Trump paling mudah mengecikannya dng penjualan senjata yg diamanatkan ke menlunya mike pompeo. Disamping itu jg menghindarkan agar devisa dr perdagangan kedua negara bukan utk beli senjata Rusia.
          Jangan ente kira begitu pembelian senjata selesai, tdk ada keterikatan lg. Setiap tahunnya biaya maintenance yg tdk kalah besar akan selalu mengikuti, disitulah nilai tambahnya.

          Utk argumen ketiga
          Dari mana kamus hitungannya imbal dagang tdk bisa dipake ngurangi defisit. Justru disini pemahaman ente yg salah. Justru dng imbal dagang inilah cara jitu pemerintah mengurangi defisit perdagangan dng mengharuskan negara mitra utk membeli produk Indonesia agar bisa laku terjual tanpa hrs bersaing negara penjual lain. Contoh nya saja kontrak SU-35 ini jika tidak ada imbal dagang, sdh pasti Indonesia harus keluar dana USD 1,14 Billion, tanpa ada barang yg bisa terjual kesana. Itu artinya akan besar defisitnya, tetapi dng imbal dagang ini menjadi hanya separuh dr harga itu saja yg dikeluarkan dan separohnya ditutupi dng komoditi. Bukan cuma sekedar tukar barang sbg ganti duit spt persepsi ente. Salah besar itu. Emang mau si Rosoboronexport dagangannya ditukar dng minyak sawit atau kopi.? Yg benar Rusia mempunyai keharusan mengumpulkan pengusaha2nya yg biasa import komoditi utk membeli produk komoditi RI sesuai kuota kesepakatan.
          Masalah alotnya negosiasi komoditi sdh saya jelaskan di artikel sebelumnya yg berkasitan dng harga pasar. Jd gaj perlu saya jelaskan lg disini.

          Dan yg terakhir, harus diakui bahwa SU-35 itu punya efek deteren yg tinggi sehingga sangat berliku usaha utk.mendapatkannya krn adanya kekhawatiran tetangga. Dannitu bukti nyata bahwa persenjataan Rusia Strooong Bingiitt….xicixicixicixi

        • Nah kan, ngaku tau ekonomi dan politik tapi sebenarnya ente gak paham bener apa maksudnya. Coba cari di kamus, makna imbal dagang itu apa, atau definisinya dalam perdagangan antar negara. Jangan asal njiplak yg ada di artikel orang lain dulu.

          Kedua, Kalo Dhek Ruskye bilang SBY beli Sukhoi lagi biar punya efek deterren jelas salah. Malaysia sudah beli Su-30MKM yg speknya jauh lebih baik dari Su-30MK2 yg dibeli Indonesia jaman SBY. Singapore sudah punya F-15D dan saat itu dalam pengadaan F-15SG sedangkan Aussie sudah punya F-18E/F Super Hornet plus E/A F-18 Growler. Indonesia beli Su-30MK2 yg lagi ompong senjatanya mana bisa buat efek deterren?? Efek deterren dari Hongkong??? Kan baru akhir akhir ini aja senjatanya baru dilengkapi.

          Lah jual F-35 buat nutup defisit jelas lucu. Jumlahnya gak sebanding ama defisit yg dipunya USA seperti yg ane tulis diatas. USA jauh lebih baik ngurangin defisit dengan menambahkan bea cukai. Caranya?? Dengan meningkatkan status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Impor dari negara berkembang ke USA itu biasanya dapet insentif bea cukai hingga 20% sedangkan impor dari negara maju ke USA itu hanya dapet insentif Bea cukai antara 0-1 %. Keuntungan yg didapat bisa sampai USD 10 Billions pertahun sendiri. Itu jauh lebih efektif daripada jualan 2 skuadron F-35 plus after sales-nya dan maintenance-nya buat USA. Masak gitu aja gak tau Dhek Ruskye???

          • Yg pertama
            Makanya saya bilang ente gak paham ekonomi. Wajar klo ente ngeyel dijelasin jg cuma debat kusir doyanan ente.
            Sudah dijelasin diatas masih gak paham, mungkin bisa paham klo pake bahasa beruk sebwlah ya mbah.? Mau terlihat pinter sih boleh aja mbah. Tp jng kebablasan jadi keliatan Oonnya. Pahami lg keuntungan imbal dagang deh. Biar gak debat kusir.

            Yg kedua
            F-15 Singa dan Growler Aussy itu kelas kancrut mbah. Gak sebanding dng kemampuan SU-30. Justru berita rencana pengadaan SU-30 yg membuat mereka mencari penyeimbangnya. Sebelumnya Aussy cuma ngandalkan hornet jadul dan singa cuma f-16 block 52 standar, demikian jg dng MKM malon. Dr sejak dilantik sbg presiden, SBY sdh bertekat mendatangkan persenjataan dr Rusia sesuai kampanye beliau. Makanya jng awam dng berita politik mbah. Pake ngeyel lg….xicixicixicixi
            Ente ngigau mbah senjata sukhoi baru2 ini aja dilengkapi. Diorder sejak 2010 Mbah setelah pengadaan Sukhoi batch kedua. Jejak digital msh ada mbah. J g ngeyel. ….xicixicixicixicixi

            Yg ketiga
            Jng nyontek ulasan saya mbah mengenai status peningkatan status Indonesia.
            Sdh saya tulis diatas utk memperkecil defisit kebijakan Trump salah satunya mengkatagorikan indonesia sbg negara maju. Dan yg lain perdagangan senjata yg nilainya bisa mendongkrak. Itu makanya ada Hercules, ada heli, ada rudal dan pespur. Kalo sdh dibilang salah satunya makanya yg lainnya tentu ada. Kok Memandangnya pake kaca mata kuda fokusnya cuma F-35…. .xicixicixicixicixi….mbah ini sdh tua tp cara berpikirnya masih koplak aja…..xicixicixicixicixi.

            Itu makanya knp klo beli persenjataan dr AS gak perlu imbal dagamg spt persyaratan dng Rusia. Krn neraca perdagangan dng AS bagi RI surplus jd perlu diseimbangkan.

            Ayooo mbah klo masih ngotot balas lg. Terakhir klo kalah baru keluar jurus “Bommer”…….. Xicixicixicixicixi mbah gatol memang tetap koplak spt biasa, ngetrol tp Oot…xicixicixicixicixicixi

          • Bentar, Indonesia itu defisit perdagangan dg Rusia tahun 2018 aja cuman gak lebih dari USD 550 ribu loh. Lah nilai kontrak Su-35 itu Ampe USD 1,13 milyar loh, kayaknya gak masuk akal deh.

            Imbal dagang emang mewajibkan negara penjual dalam hal ini Rusia dg Su-35nya dg Indonesia karena intinya lebih disebabkan Rusia gak mau pake dollar, bukan karena defisit neraca perdagangan dsb, ini konteks pengadaan Su-35 loh. Nah, Rusia mengimpor ini dalam artian mereka akan mendapatkan barang senilai dg setengah dari kontrak pengadaan Su-35. Itu dilakukan karena Indonesia gak punya Rubel untuk beli Su-35 secara penuh.
            Ibarat kasarannya Ane jual mobil ke ente yg harganya 100 juta. Ente cuman punya uang 50 juta, tapi ente juga jualan motor Yamaha X-Max 250 CC. Nah, ane ambil tuh motor X-Max ente buat bayar kurangnya. Itulah Imbal dagang. Paham??

            Ente tau gak kontrak pengadaan alutsista itu dibayar multiyears biasanya antara 5 Ampe 10 tahun bergantung pabrikan. Maintenance F-35 1 skuadron gak lebih dari USD 84 juta pertahun. Emangnya cukup buat nutup defisit?? Makanya coba dibaca lagi Artikel ttg F-35. Kalo belinya 5 skuadron atau lebih baru berpengaruh sama Neraca perdagangan. Btw gak ada yg beli Su-35 Ampe 5 skuadron sekaligus ya Dhek Ruskye, kalo pun ada belinya dicicil terus pake barter kerupuk lagi. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Dhek Ruskye, yang namanya Imbal Dagang itu nama kerennya ya Barter, Apa Dhek Ruskye : BARTER.

            Barter atau imbal dagang itu sistem transaksi tertua di dunia. Dari jaman Mak Lo gaming ama Homo Neanderthal 200.000 Tahun yg lalu udah ada itu Barter.

            Barter itu ada banyak jenisnya, Ada Buy-back, ada Imbal beli, ada Barter langsung..
            Ntar jangan jangan ente gak tau lagi bedain Imbal Dagang ama Imbal Beli. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • xicixicixicixi….ketauan Oot bin koplaknya. Sdh jelas2 gak paham dng link yg dia kirim sendiri pake mengalihkan bahasan soal barter segala. Mau buang malu nih yeee….xicixicixixicixi

            Jd mbah gatol ini dulu kuliah ekonomi apa jd tukang sikat WC di toilet fakultas ekonomi.?

            Sdh paham blom hubungan imbal dagang dng defisit neraca perdagangan.?
            Lain kali klo ngasi link dibaca yg benar yg mbah gatol Oot bin koplak Biar gak keluatan Oon nya……xicixicixicixicixi

          • Sudah paham Ane Dhek Ruskye kalo ente kalah argumen bakal bilang OOT. Di tanya kok bisa beli Su-35 alasannya buat nutup defisit perdagangan Indonesia ke Rusia. Waktu ditanya apa hubungannya Imbal dagang dg defisit, korelasinya seperti apa, gak tau. Malah gak tau bedanya Imbal dagang, Barter ama Imbal Beli. Nah Loh..

            Besok besok kalo mau diskusi, pelajari dulu segala sesuatunya ya Dhek Ruskye. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Defisit 500rb USD korelasinya ama Imbal dagang itu apa coba. Ente bahkan gak bisa jawab beda imbal dagang, barter ama Imbal beli.

            Jangan jangan ente cuman tau kalo imbal dagang hanya untuk perdagangan internasional ya Dhek Ruskye, nah loh.

          • Kasian banget si mbah yg memang Oot. Komennya melintir sana sini.
            Ini bukti komen orang OOt yg melintir2 konennya

            Di tanya kok bisa beli Su-35 alasannya buat nutup defisit perdagangan Indonesia ke Rusia.
            ——————–@@@@—————–

            Beli pespur kok buat nutup defisit. Dasar komen Oon bin koplak ente mbah.
            Ketahuan bahlul tp gak mau ngaku tp melintir konen org
            Inilah pakar ekonomi yg job discriptionnya sikat WC ruang toilet…….xicixicixicixi
            Bahlul koplak ente

      • kasih link yang valid dong bang rusia fans boy yg letoy tapi pekok, s400 lebih hebat dari patriot dan jangan lupa kasih link atau video s400 nembak rudal balistik taktis atau nembak pesawat buatan barat ?,

        nanti saya akui lo komentator kawakan, jangan asal nyebar opini dan asumsi sendiri aja,
        kalau patriot udah banyak nembak pesawat dan rudal buatan rusia, mulai dari perang teluk hingga sekarang,

        • Gini Dhek Lintang. Sebelum perang nyata yg melibatkan langsung antara S-400 dan Patriot biar jadi battle proven, keduanya tidak saling lebih unggul atau lebih baik. Apa yg terjadi di Suriah atau Arab Saudi tidak bisa menggambarkan kemampuan nyata kedua hanud tersebut selain kemampuan Man behind the Gun juga berperan besar.

          Hanya aja kenapa ane tetap percaya Patriot lebih baik dari S-400 karena S-400 itu hanud jarak jauh yg tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada hanud terintegrasi dg hanud jarak pendek-menengah kayak Pantsir, Buk-M dsb.

          Anggap kemampuan ECM baik yg dimiliki attacker atau defender yg terpisah kita kesampingkan dulu. Sengatan hanud jarak jauh seperti S-300/400/500 itu keberhasilannya gak lebih dari 40% karena banyaknya handicap yg ada kayak bahan bakar rudal, jarak pk, ketinggian sasaran, manuver yg dilakukan oleh sasaran, dsb.

          Kunci dari hanud terintegrasi itu justru pada hanud jarak pendeknya. Ketika hanud jarak pendek tidak bisa menetralisir ancaman apalagi sampai dihancurkan maka Musuh punya potensi besar untuk dilemahkan. Ketika hanud jarak jauh udah kehabisan rudal dan butuh pengisian ulang tapi hanud jarak pendek udah dilumpuhkan maka penyerang bisa lebih leluasa menyerang dg lebih presisi secara secara besar-besaran.

          Patriot itu rudalnya lengkap baik untuk jarak jauh maupun jarak pendek. Ketika serangan musuh masih luput dari rudal jarak jauh patriot, rudal jarak pendek akan langsung mengkover tanpa bergantung pada hanud lainnya. Makanya musuh hanya harus fokus membungkam Patriot untuk mendapatkan kemenangan. Masalahnya musuh gak akan tau berapa rudal dan jenisnya yg terpasang pada Patriot karena satu kontainer bisa bawa antara 4 sampai 16 tabung rudal. Patriot cuman punya masalah untuk menghadapi rudal balistik jarak jauh/menengah dan UAV yg murah. Makanya Patriot sekarang butuh hanud yg bisa ditempati ama meriam superrapid atau yg pake multi Laras buat ngadepin UAV murah, kalo rudal balistik pake THAAD walopun Patriot sendiri kalo ngadepin rudal balistik macam Scud dan sejenisnya masih bisa diandalkan.

      • Bukannya kesusahan dan bukannya ada bahan masker yg masih impor. Sdh dijelaa itu faktor spekulan yg menumpuk barang disaat demand tinggi. Beritanya ada dimana mana kok.
        Semua rakyat mampu beli tp begitu di keep dan barang dinaikan berkali lipat makanya langka.

        Jangan dibolak-balik logikanya…..xicixicixicixi

          • Gk tau mafia indonesia gmn??
            Teman ane aja bisa nimbun 250.000 kotak masker merk sensi.
            Tau kan 1 kotak berapa lembar masker??
            Noh barangnya masih di umpetin ampe skrg..
            Ada aparat bakingan pula yg jaga.
            Ntu barang mau di buang ke china,
            Itu baru 1 orang lho om.
            Masih banyak mafia2 lain.mingkin jumlahnya jauh lebih banyak lg.

          • Lah produksi masker dalam negeri bisa sampe 21 juta kotak masker perbulan, kalo cuman nimbun 250 ribu walopun ada 20 orang masih belum pengaruh. Bahkan dg adanya China yg udah pulih. Kita bisa balik impor dari sana dg harga lebih murah. Lagian kan gak 270 juta orang butuh masker saat ini, atau bahkan saat lockdown sekalipun.

            So, penimbunan masih kurang berpengaruh walopun ada 20 orang atau oknum penimbun.

            Btw bung Asep Wahyu, harga 1 kotak masker itu Rp.50 ribu loh. Kalo katanya temen ente punya stok Ampe 250k kotak masker berarti nilainya bisa Ampe Rp.12,5 milyar tuh. Gak ente laporin aja ke polisi? Atau ente ikut menikmati hasil menimbun masker nih?? Infonya valid gak tuh??

          • Makanya baca berita mbah biar nda terkesan OOt banget gitu. Mau debat tp gak tau berita kan jd buat malu muka tua si mbah…..xicixicixicixicixi

            Makanya banyak yg ditangkepin mbah gak tau. Masker itu bukan kebutuhan pokok spt sembako mbah.
            Masyarakat sdh disosiisasi bahwa yg sakit yg harus gunakan masker. Tp himbauan tersebut terlambat disosialisasi sementara kepanikan masyarakat yg awam tentang covid-19 menyebabkan mereka proteksi diri.dng masker Berakibat rush pembelian masker akhirnya banyak terjadi penimbunan oleh spekulan spt biasa dan harga masker melonjak tinggi. Mungkin mbah biasa pake serbet buat masker spy ngirit makanya urusan masker aja gak paham. Sampe ngulas masalah bahan baku segala……bahan baku ndas mu koplak kuwi….xicixicixicixicixi (maaf cuma.becanda)

          • Nah sekarang ane tanya, berapa jumlah perkiraan masker yg ditimbun dan berapa total perkiraan produksi masker perbulan. Ngaruh gak yg ditimbun ama yg diproduksi???

            Coba ente ngomong pake data Dhek, jangan asal asbun dulu. Keliatan pinter tapi gak pernah pake data. Coba sini ente kasih link sekalian buat menguatkan pendapat ente.

          • Iya beritanya ada. Cuman ane tanya nih ama ente, ane tanya nih. emang berapa sih perkiraan jumlah masker yg ditimbun dibandingkan ama yg beredar dipasaran, dibandingkan juga ama yg diproduksi dan yg diekspor.

            Proporsinya lebih banyak mana Jumlah masker yg ditimbun ama yg diproduksi. Mana dampak yg lebih besar terhadap kelangkaan masker? Yang ditimbun spekulan atau karena bahan baku impornya tersendat??

            Coba dijawab dulu pake hitungan biasa deh. Ente ngakunya anak eksakta kan.. masak soal hitungan aja kalah ama anak ekonomi.

          • Emang apa hubungannya dng hitungan mbah Oot.?
            Sdh jelas ketangkap penimbunnya msh mau ngeles krn malu tuuhhh….xicixicixicixi

            Bukannya gak mampu, tapi karena ada bahan masker yg masih impor dan belum bisa dibuat didalam negeri makanya jadi kesusahan sekarang.
            ————————————————-

            Inilah komen paling OOn, gak nonton berita, gak tau kondisi lapangan, sok nyimpulkan bahan masker yg msh impor. Pala peyang ente tuh yg msh impor dr negara timbuktu, makanya oot banget
            Malu ni yeee ngaku pinter gak taunya bahlul abis….xicixicixicixi

  5. Semua alutista ada kelebihan dan kekuranganya
    Maslah terbesar kalau kita bergantung dengan barat /USA kita akan di embargo sesuai dengan kemayan dan kepentingan mereka
    Kalau sudah gitu mau buat apa pesawat canggih tapi ompong
    Di sini perlunya keseimbangan pembelian alutista agar RI pun tidak bergantung kepada satu negara
    Sesuai Amanah Pembukaan UUD 45
    Apapun alasanya

    • Isu embargo saat ini itu hoax. Terlalu dilebih-lebihkan. Indonesia itu mitra pertahanan strategis bagi USA dan alasan embargo saat itu bukan atas kemauan USA dan sekutunya tapi karena pelanggaran HAM di Santa Cruz, Dilli, Timor Leste tahun 1992 oleh ABRI kala itu. Apalagi Timor Leste waktu itu belum diakui oleh PBB karena Indonesia telat ngadain Referendum. Coba kalo Indonesia ngadain Referendum tahun 80an waktu disana stabil kayak Papua lewat Pepera tahun 1969 dulu, pastinya masalah Santa Cruz gak akan melebar seperti sekarang dan PBB gak akan bisa ikut campur lebih dalam.

  6. Lobi mas trump dkk kuat banget, karena AS sendiri sudah mengancam, jika jadi deal sama Rusiah, pembayaran menggunakan dollar bakal di recoki, boikot persenjataan AS bakal terjadi dan tidak menutup kemungkinan, perputaran dollar bakal runyam. Tapi masih adakah peluang pembelian SU35?…..hanya Tuhan yang tahu….yg lainnya…. berdoa saja sendiri2 supaya kutu kupret corona musnah, aammiin….(ndak nyambung dikit gpp….)

          • Lah kan dah ane bilang, misi selesai ketika Su-24 menyingkir dari tepi timur Sungai Efrat yg jadi basis Militan anti Assad. Kalo waktu itu yg bikin ulah Su-24 ya bakalan disamperin ama F-22 lah.

            Ntar datang Su-57 dikira F-22 bakalan ngacir ama Su-57,… Kenapa gak Mi Mil-35 aja yg buat ngusir F-22, biar tuh heli kena manpads Militan kayak sebelum sebelumnya.

            Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Misi selesai dng ngacirnya F-22 begitu kepergok SU-35 mbah….xicixicixicixi
            Sakiiitttt banget liat kenyataan pesawat siluman mahal ngacir ketemu pesawat gen.4,5…xicixicixicixi

          • Kan udah ane jelasin dari awal Somad. Itu F-22 misi selesai makanya ninggalin Su-24. Rusia itu cuman berani nongol doang. Kagak berani nembak kagak. Jadi ya buat apa diladeni. Kecuali Su-35 sebelum Dateng udah nembakin rudal, dibuat miss aja sebagai tembakan peringatan. Gak ada kan??? Iran noh, lebih berani dari Rusia. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Terpaksa selesai maksudnya krn keburu dikejar SU-35 ……xicixocoxicixicixi

            Rusia itu cuman berani nongol doang. Kagak berani nembak kagak
            ————————————————–
            Lha yg ngakunya siluman hebat pun malah gak berani nembak SU-24…..xicixicixicixicixi

            Yg jelas terekspose beritanya F22 ngacir ketika SU-35 datang membantu SU-24….xicixicixicixicixi

          • F-22 kan gak nembak, cuman dikasih say hello ama kembang api flare aja udah mundur Ampe minta bantuan temen kan. Apalagi kalo ditembak jatuh kayak Turki. Belum laporan udah sujud di tanah tuh Su-24. Hhhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhhh

          • Bukannya lepas flare itu biasanya klo dlm keadaan darurat mau dihajar rudal saking ketakutannya begitu muncul SU-35.? Itu kalo diibaratkan manusia, F22 itu sdh tercirit birit artinya mbah…..xicizicixicixicixi

            Masa siluman tercanggih sejagad cuma berani dng pespur yg kelasnya beda. Gak banding dng biaya buatnya…….xicixicixicxicixic

          • Kalo dalam kondisi pertempuran, flare cuman dilepas ketika rudal musuh beneran udah dilepas. Nyatanya baik dari USA atau Rusia gak nyebutin kalo ada pelepasan rudal.

            Anggap aja berita F-22 dideteksi pake OLS-35 benar (walopun kenyataannya gak ada pembenarannya dari Berita Resmi Rusia) kenyataannya dalam narasi berita tersebut deteksi baru bisa dilakukan dari jarak Deket karena kemampuan infra red dari OLS-35 hanya bisa mendeteksi dari jarak Deket. Sebelum itu tentu saja Su-35 gak bisa me-lock F-22 dari jarak jauh padahal F-22 pake radarnya udah bisa mendeteksi dan me-lock Su-35 yg RCSnya aja diatas 1m dari jarak hampir 100 km. So, Sebelum Su-35 bisa mendeteksi F-22 pasti Su-35 sudah dilock duluan kalo pilot F-22 diijinkan.

  7. tunggu hasil next election mudah²an demokrat menang di senat-representative-presiden n caatsa ditarik dari peredaran.klo mau lancar skema pembelian nya F-16V/F-35 full armament+spare part agar operasional kedepannya lancar jaya.abis ntu giliran tebus Su-35/Su-57 dan S-400 berdasarkan kejadian yg udah²

  8. Diatas ada yg kelewat oot lg melintir komen….xicixicixicixi

    Dia bilang indonesia beli SU-35 utk nutupin defisit perdagangan dng rusia. Bahlulnya luar biasa. Nutupin defisit itu dng cara ekspor bukan dng cara belanja. Gak akan nutup defisitnya klo belanja terus tp ekspornya kurang.
    Sampe disini paham nda tuh pakar ekonomi lulusan toilet WC.? Makanya gak tau berita dan perkembangan info dunia luar….xicixicixicixi

  9. Bagun pagi begitu baca komen bantahan, langsung mendadak vertigo dia si mbah gatol.
    Kasian….umur sdh uzur tp ngeyel luar biasa ngepit sana sini sambil melintir komen.
    Nasibmu mbah gatol, kok yo oot banget jd org…..xicixicixicixicixi

  10. Nah kan ngelindur. Senjata ente itu kalo lagi kalah debat kalo gak bilang OOT ya ngepat ngepot. Udah salah kaprah, bilang orang lain koplak.

    Bilang USA jual F-35 buat nutupin Defisit perdagangan ke Indonesia,
    Lah kalo Rusia jual Su-35 itu apa buat nutupin Defisit ke Indonesia juga? Kata ente kan Indonesia ada defisit neraca ama Rusia tuh, terus ente bilang imbal dagang buat nutupin Defisit. Lah Napa beli Su-35 segala kalo akhirnya nambah defisit segala??

    Kata ente penimbunan masker yg bikin stok masker dalam negeri berkurang. Kan ane tanya, emang berapa perkiraan jumlah masker yg ditimbun terhadap jumlah produksi masker Nasional??? Lebih signifikan mana dampak menimbun masker dg Ekspor sebelumnya dan mandegnya bahan masker yg masih impor terhadap stok masker??

    Jawab itu aja masih belepotan kan??
    Cuman ditanya hal yg logis aja ente gak bisa jawab. Padahal jawaban ente soal logistik tol laut aja ente jempolan.

    • Lha ente dijelasin daru awal, malah muter muter seolah paham padahal ngaco banget jawabannya sehingga merembet kelain.
      Sdh saya bahas diatas td gmn trik AS meminimalkan defisit neraca perdagangannya dng Indonesia. Ente gak terima, malah ngeles yg dagang swasta kok yg bayar pemerintah.

      Ane bahas cara Indonesia menutup defisit perdagangannya dng Rusia, ente malah melencengkan jauh dng argumen beli SU-35 kok utk nutupi defisit padahal gak ada argumen saya yg spt itu.
      Beli F-35 kok utk menutupi defisit AS, dng segala teori2 ente, yg ente paksakan masuk ke pikiran orang lain.
      Itu saya bilang ente membacanya dng teknik kaca mata kuda tanpa memahami makna luasnya.
      Dr awal sdh saya bahas mengecilkan Neraca perdagangan yg defisit bg AS salah satunya dng menaikan rating Indonesia menjadi negara maju serta penjualan alutsista yg mana AS merupakan eksportir senjata terbesar dunia. Tujuannya agar devisa Indonesia yg didapat dr neraca perdagangan dng AS tidak lari ke pembelian senjata Rusia melainkan masuk kantong AS lg. Tp ente spt biasa ngepot sana sini sampe bahas arti imbal dagal dan imbal beli. Gak masuk pd pokok konteks permasalahan.
      Krn tujuan ente memaksakan.pendapat ente utk harus diterima lawan debat ente dng cara apapun.termasuk ngepot sana sini.

      Begitu jg dng komen tentang masker, ente bilang krn bahan bakunya impor, pada yg lagi heboh di media masa tentang penimbunan masker oleh spekulan dan bahkan diekspor kw china.
      Minta link, dan dikasi link rujukan pun masih gak mau terima dng argumen yg diluar kontek, sampe hrs menghitung kebutuhan dan produksi. Ini. Padahal fakta berita terpapar jelas.
      Apa namanya itu klo bukan penggiringan opini. Dan seluruh warjager JKGR sdh tau banget tabiat ente disini. Ente menunjuk ane tp satu jari ente ngarah ke ane selebihnya ngarah ke ente. Paham nda dng filosifi itu.

  11. Ane akui Dhek Ruskye, ente kalo soal yg berkaitan ama Saintifik lumayan jempolan. Dan ane seneng diskusi soal itu.

    Tapi kalo udah menyangkut soal ekonomi politik, kalo ente udah ngerasa kalah diskusi jeleknya ente tuh ngelindur si Huha, Dhek. Lawan diskusi ente jauh dibawah wawasannya dibanting-bantingin. Begitu ketemu ama yg sebanding ngelesnya kayak bajaj. Komen ngepat-ngepot lah, OOT lah. MakanyaMbah Hari atau TN gak begitu suka diskusi ama ente kan.

    Diskusi itu yg sehat, gak usah menjatuhkan lawan diskusi ente, gak usah Ed Hominem. Orang berpendidikan kayak ente kok gak paham Ed Hominem. Malu tuh ama Warjagers yg lainnya.

    • Ente nyebut 2 pu ggawa itu spy dpt dukungan dr mereka kah….xicixicixicixi

      Ente dan si mbah Hari satu type. Sama2 suka ngepot jika dibenturkan dng fakta yg sesungguhnya, langsung berusaha alihkan ke topik lain. Hanya perbedaan yg mencolok beliau masih santun dan.masih mau menerima pendapat yg dia memang kurang paham. Sementara ente sama dng Bulldozer land clearing, main hajar terus gak tau klo didepan lahan gambut ujung2nya kelelep rawa.

      Beda lg dng bung TN, perdebatan kami seputar angka2 dan persepsi yg terdapat di seputaran anggaran pemerintah yg menjadi bahan hitungannya utk ditampilkan dlm komennya. Yakin ente gak akan bisa utk berada diperdebatan spt itu dng gaya ente ini.

      Sebenarnya kata Ad Hominem (maaf saya ralat bukan Ed Hominem) pas banget disematkan buat ente bukan buat ane.
      Krn ente beranggapan disini semua cupu cuma ente yg segala tau krn bekal ente diluar negeri. Makanya dalam komen ente ke warjager disini langsung bernada merendahkan.
      Kata orang bijak satu jari telunjuk menunjuk ke orang semwntara 3 jari.mengarah ke diri sendiri. Maknai kata2 bijak ini ya.mbah…..xicixicixicixicixi

    • Itukan persepsi ente, karema ente kalah debat dan kepanasan makanya memunculkan istilah Ed Hominem utk pembenaran.pendapat ente.
      Karena dlm kamus ente gak bisa nerima kekalahan dlm debat. Bung Yuli itu saksinya dan si Huha pun udah males ladenin ente makanya minggat. Krn dianggap sama aja debat dng batu.

      • Tp saya salut dng ente mbah gatol. Dlm setiap bahasan artikel yg berbeda2 topik. Ente dng PeDe nya mendebat warjager yg lain walaupun sebenarnya pemahaman ente kurang ditopik itu, bukan krn ente paham tp krn sok jd pendekar segala tau, ente seruduk aja terus. Jd pas banget klo ente bergelar sang Bulldozer.
        Keterbatasan saya hanya mau berargumen pd topik yg benar2 saya pahami saja. Disitu mungkin yg ane harus akuin keberanian ente. Maksudnya berani hilangkan malu.

    • Justru disinilah swhatnya berdiskusi mbah. Asal gak keluar kata2 sumpah serapah dan bawa2 kebun binatang.
      Anda tau gak gaya argumen Rocky Gerung.? Pernah nonton perdebatan beliau di TV One.? Saya yakin gak pernah bahkan siapa itu Rocky Gerung pun ente gak tau.
      Gaya debat dia bila lawannya ngeyel dia gunakan Ad Hominem agar lawan sadar bahwa semakin dia ngeyel akan semakin terlihat kedhunguan (dlm bahasa beliau) lawan diskusi beliau.

  12. USA gak begitu mikirin keuntungan dari surplus perdagangan suatu negara thd USA dipake buat beli barang/alutsista dari negara lain. Indonesia mau pake buat beli dari China sekalipun gak akan masalah.

    CAATSA sendiri seperti ane ulang berkali-kali dibuat karena Rusia melanggar kedaulatan negara lain seperti Georgia dan Ukraina lewat Proxynya. So, dari awal CAATSA bukan dibuat untuk menyerang Rusia tanpa melihat konteks penyebabnya. Itulah kenapa ada CAATSA. Jangan asal dilihat CAATSA dibuat karena kesewenangan USA atas Rusia aja.

    Indonesia kenapa diingatkan gak beli produk Rusia oleh USA lewat CAATSA itu karena keuntungan yg bakal didapat Rusia dari jualan senjata bisa digunakan mereka buat mendanai perang proxy yg udah sangat menggangu stabilitas khusus buat negara tetangganya.

Tinggalkan komentar