Ketika Negara (Lain) Memanggil (Eps 2)

Latihan Bersama TNI dan AD Singapura (Detik.com)
Latihan Bersama TNI dan AD Singapura (Detik.com)

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, dua WNI berstatus permanent resident Singapura dan ikut wajib militer Singapura sudah dideportasi ke Singapura. Kedua WNI itu ikut Wamil Singapura, dan ikut latihan bersama di Magelang beberapa waktu lalu.

“Sudah, sudah dideportasi ke sana (Singapura-red),” kata Moeldoko, Kamis (13/11/2014).

Menurut Moeldoko, kedua WNI itu memang tinggal di Singapura. Mereka wajib ikut wajib militer sebagai permanent resident.

“Ini sebenernya ada kesenjangan, karena WNI yang tinggal di Singapura mendapat permanent resident itu bagi Singapura ditentukan harus wajib menjadi cadangan atau wajib militer. Kalo dia nggak ikut dia akan di-jail, akan masuk jail. Satu sisi mereka punya paspor Indonesia. Kebetulan kita dengan Singapura ada latihan Indopura (gabungan), mereka bagian dari kontingen yang ikut,” jelas Moeldoko.

Kedua WNI itu pun ikut masuk ke Indonesia. Saat mereka masuk itu baru ketahuan. “Setelah itu masuk Indonesia dicatat, ‘lho kamu orang Indonesia kok menjadi prajuritnya Singapura, bagaimana ini ceritanya’. Persoalan Ini tidak murni permasalahan Panglima TNI. Ini persolan Keimigrasian, persoalan kewarganergaraan, dan persoalan-persoalan yang lain. Untuk itu kita komunikasikan kepada kementerian-kementerian yang terkait dengan hukum,” urai dia. (Detik.com)


Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberi penjelasan soal dua WNI yang ikut wajib militer Singapura. Menurut Moeldoko, kedua WNI itu sempat ditahan karena ketahuan ikut wamil. Tapi kemudian Panglima Singapore Armed Forces (SAF) Letjen Ng Chee Meng menelepon Moeldoko.

“Ada atensi telepon dari Panglima Singapura, teman saya Letjen Meng memohon ke Panglima TNI supaya ‘2 prajurit saya’ dilepaskan, kan bisa nggak enak, begitu kita lepaskan,” kata Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Menurut Moeldoko, sebelumnya dilakukan proses diplomatik. Kedua WNI itu berstatus permanent resident Singapura. Mereka ikut wamil Singapura dan berlatih dalam kegiatan rutin Latma TNI-SAF Safkar Indopura di Magelang.

“Akhirnya kita lakukan langkah-langkah diplomatis. Saya waktu teleponan dengan Pangab Singapura saya bilang ‘hati-hati, kamu harus lakukan evaluasi dengan baik karena tidak menutup kemungkinan hal seperti ini bisa terulang lagi tahun depan, kalau itu yang terjadi kita akan lakukan langkah-langkah yang lebih keras’,” tegas Moeldoko.

“Kita punya forum Pangab se-ASEAN di situ kita bisa komunikasikan, biasanya langsung kita telepon,” tutup dia. (Detik.com).

Tinggalkan komentar