Kegagalan Produksi Pesawat Unik Su-47 dan X-29 Tidak Sia-Sia

Jakartagreater.com – Meski pesawat prototipe Su-47 menggunakan teknologi tahun 1980-an, namun sangat inovatif. Sayanganya prototipe ini gagal diproduksi secara seri – sebagian karena kurangnya dana dan sebagian lagi karena satu cacat desain yang penting, lansir National Interest.

Sayap menyapu ke depan, berfikir maju ke depan?

Airframe dengan sayap yang menyapu ke depan memiliki beberapa keunggulan, menjadikan pesawat sangat bermanuver, terutama pada kecepatan subsonik. Sayap juga memiliki karakteristik daya angkat unik yang memungkinkan melakukan lepas landas pada jarak pendek, yang penting bagi Angkatan Laut Soviet, yang membutuhkan pesawat tempur yang mampu lepas landas dari landasan pacu pendek di kapal induk.

Sayangnya, sayap yang menyapu ke depan memiliki beberapa kelemahan serius juga. Pesawat dengan sayap menyapu ke depan memiliki karakteristik penerbangan yang sangat tidak stabil. Sayap itu sendiri mengalami tekanan berat, terutama pada kecepatan yang lebih tinggi. Karena beban tekanan tinggi, sayap harus dapat dibengkokkan tanpa patah – dan tidak ada teknik yang mudah.

Meski begitu, Su-47 sangat manuver. Karena desainnya yang tidak stabil, pesawat ini menggunakan sistem fly-by-wire yang menyesuaikan dan memperbaiki jalur penerbangan badan pesawat lebih cepat daripada yang bisa dilakukan pilot, yang mampu menjaga stabilitas pesawat selama penerbangan. Pesawat itu mampu melakukan beberapa manuver yang sangat ekstrem.

Tak lama setelah debut Su-47, analis barat berspekulasi bahwa badan pesawat itu mungkin agak stealth. Meskipun sulit untuk diverifikasi, mungkin memang memiliki lapisan penyerap radar, namun pesawat itu sendiri bukan pesawat siluman.

Proyek ini awalnya disusun pada awal hingga akhir 1980-an. Sayangnya bagi perusahaan penerbangan Sukhoi, pecahnya Uni Soviet menghancurkan proyek tersebut. Meskipun Su-47 masih muncul hingga sekarang dan di berbagai pertunjukan udara, hanya satu badan pesawat yang pernah dibuat, dan itu adalah korban dari zaman.

X-29

Selain Su-47, ada Project pesawat tempur lain yang juga menggunakan desain sayap menyapu, yang juga melangkah lebih jauh dengan membuat demonstran teknologi yang secara visual sangat mirip dengan Su-47, yakni X-29.

X-29 di rancang oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), dan mengklaim bahwa X-29 adalah “pesawat paling aerodinamis yang tidak stabil yang pernah dibuat.”

Sama seperti dengan Su-47, teknologi yang digunakan dalam pengembangan X-29 mendorong batas dari apa yang mungkin. Beberapa teknologi X-29 akhirnya digunakan dalam mengembangkan platform pesawat tempur masa depan.

“Material komposit canggih sekarang digunakan secara luas di pesawat militer dan pesawat komersial,” pernyataan DARPA menjelaskan. “Jahitan Aeroelastik untuk menahan puntiran saat mendapat beban penerbangan sekarang menjadi alat standar untuk desain canggih dengan hasil yang relevan termasuk sayap panjang dan tipis milik Global Hawk, pesawat pengintai tanpa awak.”

Sementara Su-47 dan X-29 tidak pernah berhasil melewati tahap prototipe, pesawat itu penting untuk mendorong batas apa yang mungkin, dan beberapa teknologi yang pernah dihasilkan pada Su-47 dan X-29 kini terbukti sedang digunakan saat ini. Jadi, sama sekali bukan teknologi yang sia-sia.

Sharing

Tinggalkan komentar