Dua Warga Saudi Kena Serpihan Rudal yang Disergap

Riyadh, Jakartagreater.com    –   Juru bicara media untuk Pertahanan Sipil di wilayah Riyadh, Arab Saudi, Letnan Kolonel Mohammed Al-Hammadi, menyatakan bahwa tim pertahanan sipil di kota Riyadh dirawat pada Sabtu malam 28-3-2020 akibat insiden jatuhnya puing-puing dari Rudal balistik yang dicegat dan dihancurkan setelah diluncurkan oleh milisi teroris Al-Houthi menuju ibukota, Riyadh.

Dua warga sipil terluka ringan karena jatuhnya puing-puing Rudal yang dicegat ketika meledak di udara di atas distrik perumahan. Insiden itu ditangani sesuai dengan prosedur dan rencana yang disiapkan untuk itu, kata Letkol Al-Hammadi, dirilis Saudi Press Agency.

Kecaman dari Dewan Kerjasama Teluk

Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada hari Minggu, 29-03-2020 mengeluarkan sikap dengan mengutuk serangan Rudal Balistik baru-baru ini oleh milisi Houthi Yaman ke Riyadh dan Jazan, dirilis SPA.

“Serangan teroris” semacam itu tidak menargetkan Arab Saudi dengan sendirinya; tetapi keamanan dan stabilitas Teluk secara keseluruhan, karena merupakan pelanggaran mencolok terhadap semua hukum internasional, kata Dr. Naif Alhajraf, Sekretaris Jenderal GCC dalam sebuah pernyataan.

Dewan Kerjasama Teluk memberikan dukungan untuk semua tindakan yang akan diambil oleh Kerajaan Arab Saudi untuk mempertahankan tanahnya dan melindungi warganya, Dr. Al-Hajraf meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam melawan tindakan-tindakan teroris itu.

21 pemikiran pada “Dua Warga Saudi Kena Serpihan Rudal yang Disergap”

      • Kayaknya sih sama aja. Rudal supersonik atau hipersonik begitu kena jamming yg kuat bakal nyasar semua. Kalo high subsonik masih bisa dikoreksi dalam kondisi jamming yg kuat.

        Ibarat bawa kendaraan kalo dalam kecepatan tinggi begitu pandangan terganggu jadi rawan oleng dan nyungsep. Kalo pake kecepatan rendah kalo ada gangguan pandangan masih bisa diatasi sebentar terus melaju lagi.

        • Apa hubunganya Patriot sama Jamming bung??? setahu saya justru Russia yang memiliki sistem jamming yang kuat, sepertinya dulu juga pernah digunakan untuk mengacaukan serangan rudal Tomahawk diera desert storm… tapi ngga tahu ya apa memang benar2 di jamming atau memang nyasar… karena dulu dari artikel yang masih sempat kebaca USA menuduh Irak menggunakan sistem jamming yang di dapatkan dari Russia…

  1. Kalau patriot si, udah banyak intersep rudal kayak gini,
    yg gua heran sistem sebelah gk pernah nembak rudal atau pesawat, giliran di buat perang beneran plonga-plongo tapi fans boynya pekok gk ketulungan, apalagi @bank ruskiy si komentar amatiran itu, halunya gk ketulungan, xixizciciix

    • Sudahlah bung… yang dihadapi Patriot hanyalah sekelas rudal Scud rudal tua, itupun yang ditembakan dari era perang Irak dan sekarang digunakan oleh Houthi… mana pernah menghadapi rudal canggih modern????
      Lalu yang anda maksud S-300/S-400??? hla kalau dengan Tor/Buk-M/Pantsir dan sejenisnya sudah cukup untuk menghadapi rudal ngapain digunakan??? lagian kalau maksud anda S-300/S-400 untuk perang, lalu siapa lawanya??? Suriah??? Suriah belum mampu mengoperasikan S-300 secara mandiri, kalau mau melihat rapatnya sistem pertahanan udara, itu yang ada dipangkalan Russia di Suriah, sudah berapa kali dicoba diserang dengan Drone tidak tembus… Jangan memaksakan Russia berperang menghadapi Israel/Turki karena mereka tidak akan berperang…

      • Patriot itu single sistem bro, udah teruji utk intersep rudal balistik dan pesawat tempur, kalau sistem Rusia itu banyak sistemnya tumpang tindih, tapi kemarin nembak rudal tua macam Tomahawk aja banyak yg lolos, padahal banyak sistem mulai dari buk, S200, pantsir bahkan s300 Suriah dan s400 Rusia plonga plongo kemarin, sudah lah bung sistem Rusia hanya hebat di iklan, mau alesan sistem belum siap, atau alesan Rusia tidak berperang dengan amerika, itu alesan basi om, dari sudut pandang militer itu hitam dan putih, sistem pertahanan di rancang utk melindungi pertahanan udara, kalau gagal dan tembus ya sistemnya jelek, itu alesan kenapa Suriah mulai melirik sistem HQ cina, karena Suriah sudah membuktikan betapa tidak efektifnya sistem Rusia kalau di buat utk perang beda dengan iklannya,
        Dulu saya silent reader di sini, aslinya gua males komen panjang lebar kaya gini, gk ada untungnya, tapi mau gimana lagi, udah mulai muak dengan opini dan kehaluan fans boy Rusia di sini, salam realistis …..

        • 100 rudal lebih 70% di intersep bahkan hanya dengan S-200, BUK, Pantsir… karena S-300 dan S-400 hanya melindungi pangkalan militer Russia di Suriah di pangkalan udara Khmeimim dan pangkalan angkatan laut di Latakia… mestinya Tomahawk/Scalp/AGM-158/Storm Shadow malu dengan capaianya…
          Itupun hanya menembak 3 target saja… bayangkan, hanya 3 target dengan 100 lebih rudal canggih punya barat…
          Oh ya, sangat konyol menyebut rudal tua Tomahawk, karena itu adalah rudal strategis target darat yang dimiliki oleh USA, praktis mungkin hanya Russia yang memiliki rudal sejenis Kalibr…
          Kalau Suriah tertarik kepada HQ China lalu untuk alasan apa??? lebih baik??? mana buktinya HQ lebih baik??? padahal HQ-9 pada dasarnya adalah jiplakan dari S-300…
          Kalau masalah tembus, coba belajar sama bung Agato, mengapa serangan masif digunakan untuk menyerang Suriah saat itu, jawabanya adalah sangat jelas, untuk melumpuhkan sistem pertahanan… hal yang paling efektif adalah memaksa sistem pertahanan itu kehabisan rudal atau terlau banyak target yang harus di jatuhkan dalam satu waktu… disini jelas hal itu yang dilakukan oleh USA dan juga Israel, termasuk dilakukan Turki di konflik Idlib… dan sayangnya hal itu juga berlaku ketika Patriot milik UAE ditarget drone Houthi dan termasuk serangan ke Aramco Arab Saudi… bahkan Israel tetap keteteran ketika diserang dengan puluhan Roket dalam waktu bersamaan meskipun mereka memiliki Iran Dome…

      • Bung Yuli, Rudal Scud sekalipun buatan lama itu tetaplah rudal dengan kecepatan Mach 5 yg artinya sudah masuk rudal hipersonik.

        Untuk menghadapi rudal dg kecepatan tinggi ada beberapa pilihan, pertama dg tumbukan langsung agar menghindari hulu ledak rudal yg ditembak tidak ikut meledak. Biasanya digunakan untuk melawan rudal balistik. Sedangkan untuk rudal jelajah pake ledakan fragmentasi, itu digunakan untuk merusak sensor yg ada diujung rudal jelajah sekaligus warhead ya. Yang menjadi kendala utama adalah kemampuan deteksi secara luas dan menyeluruh, tinggal bagaimana kedua sistem hanud baik dari Barat/USA dan Rusia menghadapi ancaman seperti itu.

        S-400 di Khemeimim tidak menghadapi drone kayu waktu diserang dulu. Yg ngadepin itu Pantsir karena jangkauan rudal yg dipunya S-400 gak sebanding dg ancaman. Kalo gak ada Pantsir udah hancur itu mobil komando S-400.

        • Benar bung… tetapi meskipun kecepatan maksimal bisa mencapai Mach 5, tetapi lintasanya balistik, lebih mudah untuk di prediksi dan di cegat, dan itulah sistem kerja dari Patriot… cocok kalau ketemunya Rudal Scud… makanya saya sebut rudal tua, justru rudal2 yang lebih modern meskipun kecepatanya subsonik seperti Tomahawk/SCALP/Storm Shadow/Kalibr dimana untuk mendapatkan jarak target yang lebih jauh sekaligus membuatnya mampu bermanuver sehingga lebih rumit dan lebih sulit untuk di cegat…
          Rudal kecepatan tinggi versi lama menggunakan cara yang lebih sederhana dengan melambungkan rudal dengan ketinggian yang disesuaikan dengan target yang dituju sehingga saat melakukan gerakan ini praktis akan lebih mudah terdeteksi… yang paling rumit adalah jika rudal hypersonic meluncur diketinggian yang lebih rendah apalagi jika bisa bermanuver maka itu akan menyebabkan masalah besar bagis sitem pertahanan apapun… karena Russia sudah mencapai platform rudal dengan kemampuan itu mereka mulai berlatih untuk menghadapinya…
          Justru saya selalu menyatakan bahwa keunggulan Russia bukan mati di S-300/S-400 tetapi justru di sistem pertahanan jarak pendek dan menengahnya, karena sistem itu bisa menutup ruang yang tidak bisa di jangkau oleh sistem S-400, dan dari ahli Israel pun menyatakan demikian, sistem jarak pendek seperti Pantsir menggunakan sistem pendeteksian yang berbeda sehingga bisa digunakan untuk mengantisipasi serangan yang dilakukan dengan Drone misalnya, atau roket… dengan ketinggian yang rendah dan sulit untuk ditarget oleh sistem pertahanan jarak jauh… mungkin itu alasan USA berusaha untuk memblokir penjualan sistem pertahanan dari Russia, karena berada di segment yang lebih efektif dimana USA tidak memilikinya…
          Yang saya masih penasaran adalah sistem seperti NASAM/Orleikon Skyshield yang tidak banyak berperan, sehingga kemampuanya hanya sebatas promosi…

  2. Berapa kalian dibayar sama USA maupun Rusia, masing2 punya rahasia dagang. Semuanya tidak usah logis secara iptek karena urusan dagang. USA kalau kalah dagang apa saja dihalalkan termasuk embargo, CATSA dll.

  3. Kenapa ya kebiasaan kita selalu bertengkar sesama sendiri bahas barangnya orang lain yang tak kita miliki, tak kita miliki karena kita tidak mampu beli, karena tekanan politik karena dlsbgnya lagian belum pernah ada adu senjata2 one by one yg sesungguhnya, diatas kertas semua rudal yg ada didunia misal S-300/400 atau lawannya Tomahawk/Patriot dll mestinya rudal yg baik dan semua teruji dalam praktek, dan bahkan arsenal rudal yg kita miliki spt Yakhont dan Excocet pun sudah teruji. Suriah pun misal harus luncurkan S-300 sama seperti kita buat apa…kalau hanya utk tembak rudal lawan atau pesawat tempur mengingat harga misal S-300 barangkali lebih mahal dari pesawat yg akan ditembak. Mestinya kita akan lakukan hal yg sama cukup hadapi saja dulu dgn arsenal artileri yg ada jadi bukan berarti rudal2 yg ada tidak baik. Bagi kita sendiri adalah kapan kita akan bisa mampu membuat rudal2 sendiri …itu yg lebih penting karena sptnya dimasa yang akan datang pengerahan prajurit infantri atau kavaleri dilakukan manakala kekuatan musuh sudah dilibas oleh rudal2 baik yang diluncurkan dari darat, pesawat tempur dan kapal laut dan bahkan dari drone….

  4. Secanggih apapun rudal maupun pencegat rudal pasti suatu saat membawa korban sipil. Biarpun rudal sampai dilengkapi sensor canggih pemindai ini bini orang atau bukan. Yg menang adalah produsen. Jualan laku, pabrik jalan terus. Kalo perlu perang jangan sampai usai, jangan ada yg menang.

    • Perang adalah salah satu hal selalu dilakukan manusia… baik dalam skala besar atau kecil… hal paling sederhana adalah menghentikan perang, tetapi sifat dasar manusia menyebabkan hal itu sulit dilakukan… Bahkan pihak yang lemah sekalipun tidak akan begitu saja menyerah dan akan terus memberikan perlawanan…
      Produsen alutista dibuat awalnya adalah untuk mengimbangi kemampuan lawanya, terus berevolusi dan berkembang seiring era modern… dan itu tidak melulu kesalahan dari produsen senjata, mereka membuat ketika ada pangsa pasar dan ada yang membelinya… jika negara2 atau masing2 kelompok seperti di wilayah Timur tengah terus melakukan konfrontasi dan berkonflik maka industri alutista akan terus tumbuh…
      Sederhana, jika tidak ada yang membeli maka bisnis akan berhenti atau pindah haluan… contohlah konflik di Suriah dan di Yaman atau di Afganistan… apakah bisa berakir???
      Konflik Pakistan – India apakah bisa berakir???

Tinggalkan komentar