Apakah Su-27 Rusia Jatuh Saat Memantau Kapal Perang NATO?

Jakartagreater.com – Rusia telah kehilangan satu pesawat tempur Su-27 yang sedang “memantau kapal perang NATO di Laut Hitam”, kata sebuah laporan. Sebuah operasi pencarian besar dilakukan pihak Rusia untuk mencari pilot Sukhoi yang menghilang dari layar radar sekitar 30 mil dari Feodosia di Crimea, lansir Express.

Sebuah pesawat Antonov-26 dan helikopter Mi-8 dikirim, dan kapal perang Armada Laut Hitam Rusia dan kapal dagang diperintahkan untuk bergabung dalam perburuan pilot tunggal, “letnan kolonel” dengan pengalaman terbang lebih dari 2.000 jam. “Tugasnya adalah menemukan pilot di atas air di wilayah Laut Hitam di mana beberapa kapal perang NATO baru-baru ini menuju, ”lapor surat kabar Komsomolskaya Pravda (KP) mengutip sumber-sumber Angkatan Laut Rusia.

Pesawat tempur itu jatuh ke laut tetapi penyebab kecelakaan itu masih belum diketahui. Suar radio darurat diaktifkan pukul 8.11 malam pada hari Rabu dari daerah yang sekarang sedang dilakukan pencarian.

NATO melaporkan pada hari Selasa bahwa tiga fregat NATO milik Kanada, Italia dan Turki, yang dikomandani oleh Laksamana Angkatan Laut Italia Admiral Paolo Fantoni, telah memasuki Laut Hitam.

“Dua kapal perang berada di daerah itu,” kata seorang sumber kepada Tass, mengenai pencarian penyelamatan itu. Salah satunya adalah kapal perang anti kapal selam Armada Laut Hitam.

“Kondisi cuaca sulit, suhu air 9C, dengan angin kencang dan ombak, dan visibilitas buruk.”

Sumber Kementerian Pertahanan mengakui, kondisi cuaca buruk di daerah itu menyulitkan pencarian pilot.

Insiden itu terjadi lima hari setelah Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan negara-negara NATO meningkatkan patroli udara dan laut mereka di Laut Hitam.

“Dua puluh kapal perang NATO secara bergiliran bertugas tempur di Laut Hitam pada 2019,” katanya.

“Satu dari setiap tiga dari mereka memiliki rudal jelajah di kapal.”

Menteri mengklaim negara-negara Barat telah “meningkatkan intensitas” operasi militer sekitar 20 persen.

“Penerbangan NATO telah melakukan lebih dari 80 penerbangan pengintaian di sepanjang wilayah kami sejak awal tahun ini,” katanya.

“Pesawat pengintai elektronik strategis dan penerbangan patroli, serta drone telah berpatroli di wilayah Laut Hitam setiap hari sejak musim gugur lalu.”

NATO mengatakan operasi internasionalnya dilakukan untuk mendukung tiga negara anggota yang memiliki garis pantai di Laut Hitam – yakni Bulgaria, Rumania dan Turki.

11 pemikiran pada “Apakah Su-27 Rusia Jatuh Saat Memantau Kapal Perang NATO?”

    • Makanya aneh menurut ane. Pilot dengan pengalaman 2000 jam terbang pake Su-27 kok bisa jatuh. Apakah tuh pespur jatuh waktu cuacanya memburuk atau gegara terbang terlalu rendah saat cuaca buruk.

Tinggalkan komentar