Rudal Pamungkas 1000 Km, 9 Mach, Fregat Rusia

Moskow, Jakartgreater.com    –   Fregat Armada Utara Rusia, Admiral Gorshkov (Project 22350) telah berangkat ke pangkalan Belomorsk untuk menjalani pemeliharaan dan memuat Rudal Hipersonik Tsirkon untuk peluncuran uji-coba berikutnya, sumber di industri pertahanan kepada TASS pada hari Senin, 06-04-2020.

“Fregat Admiral Gorshkov telah pergi ke pangkalan angkatan laut Belomorsk untuk menjalani beberapa pekerjaan pemeliharaan dan juga untuk memuat peluncur Rudal Tsirkon,” kata sumber itu. Menurut sumber, “uji coba penembakan Rudal kedua Hypersonic diharapkan akan dilakukan dari kapal pada bulan April-Mei 2020.”

Kantor pers Armada Utara dan juga Asosiasi Penelitian dan Produksi Pembangunan Mesin Rusia (perusahaan yang mengembangkan Rudal Hipersonik Tsirkon dan merupakan bagian dari Tactical Missiles Corporation) menolak mengomentari informasi ini untuk TASS.

Rusia melakukan uji coba meluncurkan Rudal Hipersonik Tsirkon dari fregat Admiral Gorshkov Project 22350 untuk pertama kalinya pada awal Januari (pada akhir Desember 2019, menurut data lain) ketika kapal perang menembakkan senjata dari Laut Barents terhadap target darat ke suatu jangkauan, lebih dari 500 km. Kapal itu akan melakukan 3-4 uji peluncuran Rudal Hipersonik Tsirkon pada akhir tahun ini.

Fregat Admiral Gorshkov Rusia. (@ Russian MoD)

Rudal Hipersonik Tsirkon

Pada awal 2011, Wakil Menteri Pertahanan saat itu Vladimir Popovkin mengumumkan rencana untuk mengembangkan sistem pengapalan Tsirkon dengan Rudal Hipersonik. Menurut laporan media, uji terbang Rudal dimulai pada 2015. Pada akhir 2018, lebih dari 10 uji coba telah dilakukan, menurut data sumber TASS.

Dalam pidato kenegaraannya kepada Majelis Federal pada bulan Februari 2019, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pekerjaan pada Rudal Hipersonik Tsirkon berjalan sesuai jadwal. Seperti yang dikatakan pemimpin Rusia, Tsirkon mampu mengembangkan kecepatan Mach 9 dan kemampuan jangkauannya yang dapat melebihi 1.000 km.

Pemimpin Rusia itu juga mengatakan bahwa Tsirkon dapat menyerang target angkatan laut dan darat. Putin menetapkan pada waktu itu bahwa ada rencana untuk menyebarkan Tsirkon pada kapal permukaan dan kapal selam yang diproduksi secara serial, termasuk kapal perang yang dibangun atau sedang dibangun untuk Rudal Jelajah Kalibr.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko mengatakan pada November 2019 bahwa ada rencana untuk menempatkan Rudal Tsirkon pada fregat Marshal Shaposhnikov yang saat ini menjalani modernisasi dan pada Proyek 949A Irkutsk kapal selam multi-guna bertenaga nuklir Irkutsk.

Pada bulan Desember 2019, Kepala United Shipbuilding Corporation Rusia Alexei Rakhmanov mengatakan memungkinkan untuk menggunakan Rudal Hipersonik Tsirkon di semua kapal Proyek baru Rusia.

Sistem peluncuran universal ZS-14 digunakan untuk peluncuran Rudal Tsirkon. Peluncur ini dipasang, khususnya, pada fregat Project 22350, korvet Project 20380 dan pada kapal selam multiguna kelas Yasen. Dengan kemampuannya itu tak ayal lagi Rudal pamungkas Rusia ini akan menjadi deteren baru dalam perang laut

11 pemikiran pada “Rudal Pamungkas 1000 Km, 9 Mach, Fregat Rusia”

  1. Kapal perang yang baik mestinya tak mungkin Rusia asal buat, beruntungnya dicibir dunia karena bermasalah dengan mesin, saya yakin mestinya Rusia tak setolol yg kita kira, negara yang sangat produktif dengan innovasi buat bermacam arsenal senjata baru dan mumpuni….sayang kita tak akan pernah miliki keluarga ni kapal2 perang

  2. “Dengan kemampuannya itu tak ayal lagi Rudal pamungkas Rusia ini akan menjadi deteren baru dalam perang laut”

    Tentu saja pastinya duet rudal Tsircon dan fregat Admiral Gorshkov Project 22350 adalah duet maut yg menjadi monster bagi kaprang barat yg hanya bermodalkan rudal tua jadul spt Tomahawk.
    Apalagi kelak jika Tsirkon telah terinstal di kasel Nuklir Rusia. Sang kwarted tempur yg terdiri, kasel Yasen class dan fregat Project 22350 serta korvet Project 20380 akan dng mudahnya menjadi sang penguasa samudra yg dpt menjangkau titik manapun didunia.

    Bagaimana dng kaprang barat dng AEGIS nya.? Ahhh…itu sdh jadul dan tdk mampu menghadapi kekuatan kwaryed tempur milik Rusia.
    Sama layaknya wajah dek lintang yg jadul krn gak pernah lulus dr sekolah PAUD…..xicixicixicixi

    • Sayang nya bukan milik kita (indonesia) walau pun di bangga kan juga..

      Klo pun kita beli mgkn akan bnyk resiko POLITIK.. dan hrs siap dgn segala risiko nya.. Entah kena saksi.. Atau pemutusan bantuan dana.. Atau lain nya..

    • ah …… mbh ruskiy lebay deh, nanti kalau rudal dengan kecepatan hipersonic /supersonic sistem pemandunya ke jamming bagaimana mbh, nanti nek nyasar ke rumah mbah ruskiy bagaimana ?, kan susah koreksi kesalahannya mbah, nanti saya godain siapa mbh di comentar, kwkwkwkwk

    • Tidak juga… hanya saja akir2 ini memang Russia yang lebih banyak menghasilkan alutista baru… ataupun sistem pertahanan buatan Russia yang banyak membantu Suriah menghadapi serangan dari Israel, barat maupun terakir dari Turki…
      Justru saat ini seperti USA stagnan dengan alutista terkini mereka, cenderung tertinggal di pengembangan rudal Hypersonic, dan terkunci dengan program F-35… sehingga praktis tidak banyak hal baru yang di bikin artikel…

Tinggalkan komentar