Benarkah Su-57 Lebih ‘Multirole’ Daripada F-35 dan F-22?

Jakartagreater.com – F-35 telah menerima ratusan pesanan dari pembeli di seluruh dunia, tetapi pesawat tempur siluman yang telah dikembangkan selama beberapa dekade, dilaporkan masih menghadapi sejumlah masalah teknis, lansir Sputnik.

Dua jet tempur siluman andalan Amerika Serikat, F-22 dan F-35, memiliki masalah yang sama dalam desainnya karena keduanya dirancang hanya khusus pada satu misi dan bukan sebagai pesawat multirole, kata Chief engineer Su-57 (Felon) dan kepala Biro Desain Sukhoi, Mikhail Strelets dalam sebuah wawancara dengan jurnal Russian United Aircraft Corporation.

Insinyur itu mencatat bahwa F-22 diciptakan khusus untuk keperluan pertempuran udara dan ketika diputuskan untuk melakukan misi serangan ke target darat, Insinyur Amerika menghadapi masalah besar. Menurut Strelets, Insinyur Amerika tidak dapat memperpanjang kompartemen rudal F-22, dan karenanya tidak dapat mempersenjatai jet tempur itu dengan rudal udara-ke-darat yang paling kuat.

F-35 memiliki masalah serupa, dirancang dengan fokus pada kemampuannya untuk menyerang target darat, tetapi tidak memiliki akselerasi dan kemampuan manuver. Ini membuat F-35 kurang layak dalam skenario dogfighting, bahkan dibandingkan dengan pesawat tempur generasi keempat.

“Su-57 pada awalnya dirancang sebagai jet tempur serbaguna yang mampu memenuhi berbagai peran.… Kemampuan manuver yang tinggi bukanlah persyaratan utama untuk jet tempur yang diproduksi oleh negara-negara Barat. Jet berfokus pada pertarungan jarak jauh, bukan pertarungan langsung. Kami alih-alih berfokus pada keduanya “, kata Strelets.

Kepala Sukhoi juga mencatat bahwa kemampuan manuver Su-57 sangat dihargai oleh beberapa komandan militer barat, seperti mantan Letnan Jenderal Angkatan Udara AS Dave Deptula, yang memuji aerodinamika jet yang baik dan vektor dorong mesin yang sepenuhnya dapat dikendalikan.

Sekitar 76 Su-57 harus dikirim ke Angkatan Udara Rusia pada tahun 2028. Sebanyak 13 jet tempur Su-57 telah dibuat sejauh ini.

74 pemikiran pada “Benarkah Su-57 Lebih ‘Multirole’ Daripada F-35 dan F-22?”

    • Wah ente kemakan opini halunya si ruskiy ini, kalau hanya sekedar klaim paling hebat itu udah jargonnya Rusia dan para fan boynya,
      Su57 cukup lawan super hornet blok 3 udah lebih dari cukup itu, sama2 bukan siluman sejati, justru kemampuan pilot dan rudal yang jadi kunci, pertempuran India Pakistan kemarin udah membuktikan su30mki yg super manuver butuh 2 su30mki untuk menghadapi 1 f16 pakistan, itu kata perdana menteri India loe, yg sudah membuktikan, salam realistis, kwkwkkwk

      • Kalau komen itu pakai data yang akurat, tidak asal membuat opini yang sama sekali tidak ada dasarnya…
        Apa dasarnya anda menyebut super hornet mampu melawan Su-57??? apa kajian teknisnya??? atau hanya asal beropini saja???
        Dan berdasarkan sumber infomasi darimana yang menyatakan kalau 2 Su-30MKI untuk menghadapi 1 F-16 Pakistan???

        Apa yang disampaikan ahli Russia realisitis sesuai dengan realitasnya, F-22 memang bukan jet tempur untuk serangan darat dan F-35 memang tidak memiliki kemampuan manuver untuk bertarung secara dog fight dimana itu diperlukan oleh jet fighter… sedangkan Su-57 dirancang untuk menjalani keduanya dan itu wajar karena akan menghemat kebutuhan jet tempur…

        • 2 su30mki vs 1 f16 pakistan datanya dari militer India di baca dan di cermati, dan jangan kebanyakan NGELES

          https://jakartagreater.com/india-mengklaim-satu-rafale-dapat-atasi-dua-f-16/

          Kenapa saya membandingkan su57 dengan superhornet blok 3, Alesannya simple, kedua pesawat bukan pesawat siluman sejati, saat ini su57 belum bisa supercruise karena masih pakain mesin seri Al, yg di gunakan su35 family, dan superhornet di rancang utk superiotas udara dan serangan darat, dan ingat rudal udara ke udara Rusia hanya hebat di iklan saja, pengalaman tempur kemarin sudah membuktikan, rudal udara ke udara Rusia gk mampu lawan rudal Ammram Amerika,

          • Apa hubungannya antara mesin pesawat tempur yg memiliki kemampuan supercruise dgn pesawat tempur yg memiliki kemampuan siluman?.lagi pula utk saat ini ada beberapa pesawat tempur yg saat ini dianggap memiliki kemampuan supercruise diantaranya F22,gripen,rafale dan SU 35.

          • Baca lagi…

            Nih dari link aslinya…

            https://theprint.in/defence/rafale-fighters-game-changing-dream-machines-iaf/302255/

            “A package of 25 PAF fighters, including the American F-16s, had taken on the might of the IAF in a dramatic retaliation to the Balakot strike on 25 February. Two Sukhoi 30 MKIs, India’s frontline fighter aircraft and two Mirage 2000s that were on Combat Air Patrol, found themselves outnumbered and outranged by the F16s which were able to fire AIM-120, the Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM) from a distance of at least 45 km in Pakistan territory.

            The Sukhois had scrambled for cover and the Mirage could not do much from the location they were in. Finally, the ageing MiG 21 Bison jets could challenge PAF planes but in the process one of them was shot down, while PAF lost an F-16.

            IAF sources insist Pakistan would not have even attempted such a strike had the Rafales been inducted earlier. “Right now, we have to deploy two Su30 MKI for one F-16 of the PAF. The tables will turn now. PAF will have to deploy two F16s to counter one Rafale. This is because the Rafale not only outguns them but also has amazing beyond the visual range air to capability,” said a source.”

            Paham ngga sih???
            25 jet tempur PAF melakukan serangan balasan, dimana area tersebut di cover oleh pangkalan udara terdekat yang di isi oleh peswat tempur Mig-21 Bison, kemudian 2 Su-30MKI dan 2 Mirage yang sedang melakukan patroli udara ikut terlibat dalam insiden tersebut… 2 Su-30MKI dan 2Mirage kalah jumlah dan jangkauan karena F-16 dilengkapi AIM 120 yang mampu menembakan rudal dari jarak 45km diwilayah Pakistan… Su-30MKI melakukan covering sedangkan Mirage tidak bisa berbuat banyak (dari rontokan AIM 120 yg ditemukan di India jelas kalau rudal itu ditembakan kearan Su-30MKI tetapi bisa di kepot), akirnya Mig-21 Bison yang memang pangkalanya paling dekat dengan wilayah insiden melakukan pertarungan dan nekat memasuki wilayah Pakistan tertembak jatuh dan menembak jatuh 1 F-16.
            Itungan 2 Su-30MKI untuk 1 F-16 Pakistan jelas disampaikan oleh “Source” yang diterjemahkan sebagai nara sumber anonim jelas tidak bisa di kategorikan sebagai tidak valid karena memang tidak jelas, benar dari IAF atau tidak siapa yang tahu???
            Konflik yang terjadi saja sudah jelas menunjukan kalau perbandingan kekuatanya Pakistan dengan 25 pesawat tempur yang kemungkinan semuanya adalah F-16… sedangkan India tidak dalam posisi siap dan hanya mengandalkan Mig-21 di pangkalan terdekat dari area insiden di cover oleh 2 Su-30MKI dan 2 Mirage…

          • Anda harus paham di internal India sendiri juga ada konflik tentang pengadaan Rafale, bahkan ada tuduhan terhadap indikasi adanya korupsi… sehingga pihak yang menyetujui pengadaan Rafale berusaha untuk membandingkan Rafale dengan Su-30MKI yang memang sudah mendominasi angkatan udara India…
            Sederhana saja, kemampuan Rafale – Su-30MKI dan F-16 mungkin tidak jauh berbeda tergantung dalam kondisi apa mereka bertarung termasuk kesiapan tempur maupun rudal yang dibawa dan persiapan teknis lainya termasuk jumlah armada yang terlibat… bahkan saking bombastisnya mantan kepala staf angkatan udara India menyatakan kalau Rafale bisa menembak jartuh 12 F-16 Pakistan dalam insiden itu…
            Secara perhitungan, jelas persiapan tempur lebih siap Pakistan karena mereka yang melakukan serangan, pesawat untuk misi serang dan sebagai pelindung jelas sudah di persiapkan matang karena melibatkan 25 pesawat tempur jelas itu sudah dipersiapkan dengan sangat baik… sedangkan India melakukan tindakan reaksi dimana pangkalan terdekat hanya diperkuat Mig-21 Bison dan di dukung 2 Su-30MKI dan 2 Mirage yang saat itu sedang patroli…
            Jika saat yang sama, hanya ada 2 Rafale sebagai pendukung apa ya mampu menembak jatuh 12 F-16 yang posisinya sudah berada di wilayah Pakistan???
            Insiden itu digunakan sebagai beberaa pihak yang mendukung pengadaan Rafale sebagai pembenaran pembelian Rafale… kemampuan Rafale Vs F-16 atau Su-30Mki vs F-16 jelas tidak ada hubunganya secara realitas… jsutru realitasnya adalah ada AIM 120 yang gagal mengenai Su-30Mki dan 1 Mig-21 terverifikasi tertembak jatuh, ditambah dengan perdebatan tentang tertembak jatuhnya 1 F-16 oleh Mig-21… dan jelas sulit untuk diverifikasi karena insiden jatuhnya Bison maupun jatuhnya F-16 ada di wilayah Pakistan…

          • Apa hubunganya supercruise dengan siluman sejati???? parah…

            Saya tanya apa jawabanya apa… kemampuan teknisnya apa yang menjadikan Super Hornet dianggap lebih mampu dibandingkan Su-57???
            Hla wong jelas dalam seagala aspek saja kalah… (tanpa memperhitungkan kemampuan Siluman)…
            Kalau balik lagi ke konflik India-Pakistan… baca lagi itu sumber beritanya… 25 melawan 2 su-30MKi dan 2 Mirage dan Mig-21 Bison… makin anda membanggakan insiden antara IAF vs PAF makin menunjukan betapa tidak ada hal yang luar biasa dari F-16, kalau AMRAAM jelas gagal mengenai Su-30MKI itu adalah sebuah prestasi bagi sebuah pespur… dan keluhan India adalah, mereka sulit menarget di jarak jauh dimana posisi Su-30Mki ada di wilayah India sedangkan F-16 ada diwilayah Pakistan dalam posisi mundur dari posisi serang…

    • Jika memang masih harus menggunakan mesin versi yang sebelumnya apa masalahnya??? kalau masalahnya hanya di kemampuan silumanya toh itu tidak mendesak untuk digunakan… seperti halnya F-22 yang dari awal kehadiran sampai saat ini praktis tidak diperlukan secara khusus karena memang daerah operasi militernya tidak memerlukan kemampuan siluman…
      Bahkan si Suriah malah F-22 digunakan untuk mengganggu misi operasi Su-25 yang jelas2 jauh kelasnya dan cukup menggunakan sekelas F-16 untuk mengganggu Su-25…
      Jika mesin benar2 sudah bisa diaplikasikan tinggal di aplikasikan saja, sederhana dan itu nanti akan mendongkrak kemampuan Su-57 secara signifikan…
      Bukankah diera proyek F-35 juga mengalami kemunduran yang luar biasa???

  1. @bung yuli kapan India nembak jatuh pesawat F-16 ?,
    Realita di lapangan India tidak bisa membuktikan, sedangkan Pakistan bisa membuktikan bahkan punya nomer serinya, dan membebaskan pilot yg tertangkap,

    https://mobile.twitter.com/hashtag/mig21shotdown?f=image

    https://www.instagram.com/p/B7AU3i1BvB5/

    Kalau di lihat karakteristik pesawat, Rusia pasti akan bilang paling hebat, paling super manuever, tapi saya gk yakin kalau di buat perang beneran, akan seperti itu, menurut saya f18 blok 3 lebih dari cukup kalau hanya melawan su57, apalagi kalau ada growler juga, lebih mantap lagi,

    Dulu waktu saya masih new bie saya percaya opini Sukhoi dengan super manuver mampu melawan f22, tapi dalam peperangan yg sebenarnya tidak hanya melulu manuever aja,

    • Makanya kalo mikir jng pake dengkul ya dek lintang. Kalo mereka memang merontokkan SU-30MKI india, tentu yg dipajang adalah hasil rontokannya bukan replikanya. Makanya ente gak pernah lulus dr sekolah PAUD, krn othak ente beku spt batu. Makanya yg dipake mikir dengkul ente….xicixicixicixicixi

    • Makanya bung kalau ngasih Link itu baca dulu baik2… saya hanya menterjemahkan saja… tidak mengurangi atau menambahkan…
      itu bukan opini saya tetapi berdasarkan apa yang tertulis dari Link yang anda berikan… sehingga di awal saya tuliskan “Baca lagi”

      Biasakan mempelajari terlabih dahulu Link yang anda share sebelum di upload…

      • Tapi jelas kan bung Yuli, mau di bantah pakai opini fans boy Rusia sampai berbusa sekalipun, tidak akan bisa mengubah fakta ,kemarin su30mki letoy lawan F-16, dan klaim India menembak jatuh f16 tidak terbukti, itu real fakta yg tidak bisa terbantahkan, bahkan perlu 2 su30mki utk lawan 1 f16 pakistan itu sumber dari India loe,

        PM Modi pernah mengatakan hasil dari pertempuran udara yang dialami India akan menjadi “berbeda” andai India sebelumnya sudah memiliki jet tempur Rafale.

        “Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKI dan Mirage 2000 kesulitan dan akan kalah oleh jet tempur F-16 yang mampu menembakkan rudal jarak jauh AIM-120, Advanced Medium Range Air to Air Missile (AMRAAM)”

        Saat ini, kami harus mengerahkan dua jet tempur Su-30 MKI untuk satu F-16 Pakistan.

        Ini sumber dari jgkr loe yg dikutip dari sumber India, tolong di baca dengan jelas supaya gk mabuk Sukhoi terus menerus, “MONGGO DI BANTAH SAMPAI BERBUSA, WALAUPUN TIDAK BISA MENGUBAH FAKTA”

        https://jakartagreater.com/india-mengklaim-satu-rafale-dapat-atasi-dua-f-16/

        • Ya tdk bisa mengubah fakta wong ente mikirnya pake dhengkul. Mana bisa mikir logis.
          Pendidikan tingkat PAUD mau menggurui para sarjana. Makanya kaslo ada jatah bagi2 othak ente dateng jng terlambat…..xicixicixicixi

        • Ini sumbernya bukan dari JKGR tong…. anda itu paham ngga sih????

          Tapi dari sini…

          “Angkatan Udara India (IAF) secara resmi akan menerima jet tempur Rafale pertama di Merignac setelah menunggu selama hampir dua puluh tahun lamanya, lansir The Print.”

          Itu sumber beritanya dari “The Print”… kemudian di translate ulang oleh bung Muhidin dan di share ke JKGR… yang memang oleh bung Muhidin tidak ditranslate secara utuh…

          “https://theprint.in/defence/rafale-fighters-game-changing-dream-machines-iaf/302255/”

          Makanya biasakan mempelajari sebuah artikel… sering kali sebuah artikel adalah berdasarkan artikel yang lain atau saduran… jadi baca dulu telusuri sampai sumbernya, bahkan kalau saya, saya biasakan sampai mencari data mengenai kredibilitas dari penerbit artikel…

          • Kembali ke 2 Su-30MKI untuk 1 F-16 Pakistan…

            Ini sumber beritanya dari kutipan The Print :
            “IAF sources insist Pakistan would not have even attempted such a strike had the Rafales been inducted earlier. “Right now, we have to deploy two Su30 MKI for one F-16 of the PAF. The tables will turn now. PAF will have to deploy two F16s to counter one Rafale. This is because the Rafale not only outguns them but also has amazing beyond the visual range air to capability,” said a source.”

            Source itu siapa??? dan kredibilitasnya seperti apa??? anda tahu???

        • Dari sumber berita itu saja ketahuan kalau Pakistan mengerahkan 25 pesawat tempur… sedangkan India hanya 8 Mig 21 Bison, 2 Su-30MKI dan 2 Mirage… 12 lawan 25 dimana Pakistan menggunakan F-16… lalu dimana bangganya??? 2 Su-30MKI suruh menghadapai 25 F-16??? lalu Su-30MKI harus menang??? anda sehat????

          Kecuali kalau kondisinya 2 Su-MKI vs 4 F-16 mau koar2 silahkan… karan dalam posisi itu jelas F-16 bakalan ngibrit…

    • Sekali lagi bung, anda tidak memberikan spec teknis dari keunggulan yang anda yakini…

      Anda juga gagal paham mengenai Growler, kemampuan utamanya adalah untuk jamming mengacaukan sistem komunikasi musuh dan bukan dalam urusan dengan dog fight… justru anda mestinya mempelajari dimana Russia sudah umum menggunakan sistem jammer untuk urusan dog fight yang fungsinya untuk menghadapi rudal berpemandu radar dengan memanipulasi target dan dirancang terutama untuk menghadapi sistem pertahanan dimana rudalnya secara umum berpemandu radar atau memiliki pemandu otomatis dengan pelacak radar… dan itu jelas tidak berfungsi untuk menghadapi rudal dengan penjejak IR dimana yang dijejak adalah panas yang dihasilkan dari mesin pesawat tempur…
      Dalam peperangan tidak hanya mengandalkan manuver tetapi juga penargetan, itulah mengapa dari model Su-27 sudah ditanam IR seeker atau penjejak infra merah, karena untuk bertarung dengan pesawat tempur siluman yang memiliki design emisi untuk ditangkap radar minim maka dibutuhkan cara lain dan oleh karena itu digunakan penjejak infra merah… USA akir2 ini mulai menggunakan ini juga tetapi karena design pespur mereka memang tidak ada yang ditanam dalam frame pesawat tempur, IR pod adalah opsi yang digunakan…
      Super manuver akan membantu pesawat tempur untuk membalikan posisi dari diserang menjadi menyerang atau untuk menghindari dari serangan rudal seperti dalam kasis konflik India-Pakistan ketika ditarget oleh AMRAAM… tanpa kemampuan manuver, maka hanya bisa mengharapkan keberuntungan dari serangan yang berhasil atau rudal yang gagal mengenai, dan tidak memiliki opsi lain lagi, dan jelas itu adalah pilihan yang sangat buruk…

  2. Menarik kalo membahas skirmish pertempuran udara antara India dan Pakistan tahun lalu.

    Apakah 2 Su-30MKI digunakan untuk melawan F-16 (karena waktu kejadian adanya cuman itu) jawaban ane iya. Apakah F-16 yg dipake cuman satu, kayaknya sih enggak.

    Apakah F-16 Pakistan tertembak jatuh? Tidak ada bukti. Yang ada adalah reruntuhan/pecahan rudal AIM-120 AMRAAM.

    Apakah Su-30MKI India tertembak jatuh? Tidak ada bukti.

    Tapi, ada fakta menarik seperti yg dikatakan Bung Yuli. Su-30MKI bisa menghindar dari serangan rudal AMRAAM dan reruntuhannya ditemukan oleh pihak India.

    Fakta pertama adalah reruntuhan rudal AMRAAM yg membuktikan kalo Pakistan pake F-16 dalam skirmish udara tsb. Gak mungkin JF-17 yg pake tuh rudal.
    Gak Kedua adalah, Walopun Su-30MKI bisa menghindari tembakan rudal AMRAAM, Su-30 ternyata tidak sanggup menembak balik F-16 Pakistan, padahal Su-30MKI India sudah dilengkapi dgn radar Bars N011M yg punya kemampuan mendeteksi sasaran hingga 400 km dan melacak dan mengunci sasaran pada jarak 200 km serta rudal R-77 yg bisa menyerang hingga jarak 100 km lebih. Kok bisa?? Harusnya dg jangkauan radar dan rudal yg jauh, setidaknya Flanker India bisa menyerang dan menembak jatuh beberapa F-16 karena jangkauan radar F-16 jauh dibawah Flanker India. Kalo aja Su-30MKI bisa bantu, harusnya gak perlu sampai ada korban Mig-21 bison yg ditembak.

      • Saya sebenarnya malas untuk kembali mengulang membahas konflik India – Pakistan bung Agato… tetapi bung Lintang kan selalu mengulang-ulang konflik ini bahkan memberikan Link diatas…
        Padahal saya tidak mengulas banyak hanya menerjemahkan isi link asli dari apa yang di share oleh bung Lintang…
        Masalah India mengeluhkan rudal R-77 yang tidak berfungsi maksimal dalam konflik itu memang masuk akal kok, keluhan India salah satunya adalah ingin menarget F-16 yang berada di wilayah Pakistan sehingga itu diperlukan penargetan jarak jauh dan mungkin India kesulitan saat menghadapi itu…
        Hanya saja kembali coba memahami konflik yang terjadi, pada saat itu Su-30MKI dan Mirage yang terlibat konflik bukanlah dalam posisi siap menghadapi perang jarak jauh karena statusnya adalah sedang patroli… sudah begitu India itu kadang terlalu bombastis, 2 Su-30MKI menghadapi lebih dari 20 F-16 jelas mereka akan keteteran karena gimana mau narget jika ada lebih dari 10 pesawat lawan yang juga berusaha menarget… itu adalah fakta dan konflik yang rumit… mengapa Mig-21 Bison sampai berkorban dan nekat karena memang posisi saat itu yang paling dekat dan jelas kemungkinan besar mencapai lokasi itu adalah Mig-21 Bison, dan saat itu memang diduga itu Mig-21 nekat mengejar F-16 yang menyerang ke wilayah India hingga akirnya tertembak jatuh diwilayah Pakistan…
        Ada yang menarik dari konflik ini, India memborong rudal jarak menengah R-27 setelah insiden itu sekaligus berusaha mendapatka rudal BVR dari Israel… dan yang pasti ini menjadi makin menarik karena rudal Israel Derby akan digunakan di Su-30MKI… yang menarik adalah pembelian besar2an R-27

        • Berarti emang jelas bahwa kualitas R-77 varian ekspor masih diragukan untuk tempur ya Bung Yuli. Kalo gak salah Su-30MKI selalu digembor-gemborkan bisa menargetkan 30 sasaran dan menyerang langsung 12 diantaranya. Kalo ada 2 Su-30MKI, bukannya secara teori bisa nyerang hingga 24 sasaran secara langsung ya. Ataukah sebetulnya ini hanya sebatas teori saja?

          • Ya lihat konteksnya dulu bung… Pakistan mengerahkan 25 pesawat tempur dan mungkin itu didominasi oleh F-16 yang mampu membawa AMRAAM dan Mirage karena Pakistan juga memilikinya, tetapi karena yang terlibat konflik hanya F-16 mungkin semua yang dikerahkan adalah F-16… sedangkan India mengerahkan 8 Mig-21 Bison didukung oleh 2 Su-30MKI dan 2 Mirage… dalam kondisi keroyokan jelas akan sangat sulit untuk memposisikan pesawat tempur untuk menarget lawan… karena banyak sekali yang menarget ke pespur tersebut…
            Saya rasa India juga terlalu gila untuk menuntut Su-30KMI untuk bisa mendeteksi pespur di wilayah lawan dengan jumlah yang jauh lebih banyak… berbeda jika 25 F-16 dihadang 8 Su-30MKI…
            Dan dalam konflik itu Pakistan jauh lebih siap dengan semua skenario daripada India…

  3. Negara lain yg bikin pesawat, warga +62 yg ribut pada sok tahu. Mirip komentator bola. Yg tahu dan main di lapangan Neymar, yg ribut pada pemirsa. Ente2 pilot pespur kagak apalagi engineer? Bisanya cm sar ser sar ser link ! Udah lah nikmati saja berita. Jgn spt anak TK ribut siapa paling jagoan bapaknya. Fokus pd hidupmu. Emg berguna pengetahuan kalian ttg alutsista buat anak bini loe? Emg Rusia & US peduli sama loe, hai para jones? Bikin mercon aja kagak becus, ngebet nebeng analisa F 35 S 57. IQ kalian belum standar, kecuali kalian lulusan aeronautika eropa sono!!!

    • Saya tidak tahu maksud anda apa… bagi saya mempelajari dan mendalami alutista militer tidak sesederhana pendapat anda…
      Apakah berguna untuk anak bini??? tahukah anda industri yang mensuport peralatan militer juga sama dengan yang digunakan untuk mensuport dunia industri dunia… mesin2 yang dikembangkan untuk membuat alat militer (senapan/granat/kendaraan militer/kapal perang/pesawat tempur dan segala hala yang berhubungan) berguna dan digunakan juga di industri umum…
      sejarah perkembangan teknologi Industri awalnya adalah teknologi yang mendukung dunia militer ataupun sebaliknya… apakah berguna, sangat berguna karena saya berkecimpung di dunia industri yang mana seringkali mempelajari bagaimana sebuah produk yang berkualitas tinggi harus dibuat…
      Belum lagi masalah logika teknik yang terus dipelajari… standarisasi… maupun style dari masing2 negara dimana mereka memiliki keunggulan dan kekurangan sehingga bisa dijadikan acuan ketika di dalam pekerjaan kita membutuhkan sebuah produk yang paling sesuai…

      • Tonggak sejarah dunia industri modern yg disepakati oleh jumhur ahli sejarah adalah ditemukannya mesin uap mas. Ditujukan untuk transportasi. Bukan untuk buat mesin perang, produk canggihnya adalah kereta api.

        Industri mana yg lebih penting bagi sebuah negara +62, industri militer atau misal dengan industri pengolahan ikan tuna? Kira2 margin laba besar mana? Tahukah anda bahwa US, pendapatan terbesar per perkapitanya adalah dari sektor non migas perkebunan dan pengolahan hasil ternak. Runner up? Teknologi informasi. Sektor militer?

        Sektor riil ini sdh jadi bukti, berguna belanja buat anak istri.

        Wawasan teori alutsista (perlu bagi sebagian org) tapi tidak urgent bagi mayoritas masyarakat yg msh berkutat di pendapatan < US$ 4k per tahun.

        #thinkglobal

        • Iya anda benar… tetapi teknologi kebutuhan militer juga yang memicu adanya era perunggu, era logam dan akirnya bisa dibuat banyak peralatan berdasarkan metalurgi termasuk akirnya adalah mesin uap… itu semua berkorelasi dan tidak berdiri sendiri2… seperti halnya nantinya mesin uap maupun kereta api berperan besar dalam sebuah strategi militer…

          Wawasan mengenai dunia militer memang tidak urgent dan itu adalah seperti hobi bagi beberapa orang (termasuk saya). Dan itu tidak ada hubungannya apakah pendapatan pertahun mencapai US$ 4K pertahun…

          Seperti halnya orang yang sangat hobi memancing padahal memancing bagi mereka hasilnya juga tidak memberikan sesuatu yang positif bagi anak bini… seperti halnya orang yang hobi olah raga maupun musik dan lainya…

          Ini adalah pendapat yang bebas, bisa berdasarkan opini maupun pengetahuan dari sejarah maupun pengetahuan yang benar2 dipelajari… Saya sangat terbantu dengan mempelajari dan mengetahui dari perkembangan militer bagi kemampuan saya tentang industri global, jadi saya tidak merasa ada yang sia2 dengan berkomentar disini…

          #bagi anda useless belum tentu bagi orang lain… saya menikmati dan saya memang hobi dalam sejarah militer dan sejarah perang dunia… termasuk perkembangan teknologi yang menyertainya

    • Ente salah om, kalau buat masa damai seperti pameran udara bisa pakai produk blok timur kaya Sukhoi dan mig yg super manuver bro, tapi kalau perang jangan deh, nanti meleduk dan tidak sesuai iklan, pilih yg sudah terbukti aja bro

      Ingat dulu uji coba su30mki India vs f15c Amerika, wah gembar gembor berita yang dulu katanya f15 kalah, iya saya percaya kalah wong cuma uji coba, tapi giliran buat perang beneran nanti dulu, lawan F-16 blok lama aja butuh 2 su30mki kemarin, kwkwk

  4. Ehem,

    Ada seorang fansboy yang bilang begini “keluhan India adalah, mereka sulit menarget di jarak jauh dimana posisi Su-30Mki ada di wilayah India sedangkan F-16 ada diwilayah Pakistan dalam posisi mundur dari posisi serang…”

    Tuh India mengeluh khan?
    Kalo mengeluh berarti tidak puas khan?
    Kalo tidak puas berarti performa pesawat tempurnya jelek, iya khan?
    Pesawat milik India mana yang dikeluhkan oleh India bahwa performanya jelek? Tuh cari sendiri ya jawabannya dari kalimat di atas.

    Kalimat itu adalah pengakuan yang jujur dari salah seorang fansboynya.

      • kapan saya menuliskan pesawat bikinan Russia jelek??? saya hanya menuliskan performa rudal R-77 saat terjadi konflik dengan Pakistan… itu juga tidak lantas menjadi bukti kalau R-77 jelek karena posisinya adalah Su-30MKI diwilayah India dan F-16 berada diwilayah Pakistan… sudah begitu keroyokan… 25 F-16 Pakistan melawan 2 Su-30MKI…

        Justru prestasinya adalah Su-30MKI sukses ngepot dari AMRAAM… dan terbukti kalau rudal sekelas AMRAAM bisa kok di kepret sama Sukhoi…

        • Prestasi apa, pesawat kelas berat su30mki lawan pesawat tempur ringan F-16 blok lama aja kalah kok, jangan Halu bung kaya si ruskiy,

          Pernah gk peswat Rusia yg dioperasionalkan Rusia dan negara lain nembak peswat Amerika generasi ke 4 sampai 5 ?, Mikir bung jangan kebanyakan alesan opini

          F16 yg kata fans boy Rusia kaleng krupuk pernah nembak mig29, mig21 dan su30mki itu fakta real bro,

      • Lha itu buktinya masa dari yang katanya 25 unit f16 kagak ada satu pun yang kena?

        Entah pesawatnya entah rudalnya yang pasti India mengeluh khan? Itu dari kata2mu sendiri lho. Kalo India sampai mengeluh berarti tidak puas khan? Kalo tidak puas berarti performa jelek khan? Kalo performa jelek berarti pesawat dan rudalnya jelek juga khan?

        Lha kalo gitu kesimpulan akhirnya apa? Rusia sama sekali tidak strong karena memproduksi barang yang performanya jelek.

        • Ya sama saja kan??? prestasi Pakistan juga apa??? menembak jatuh Mig-21 Bison???
          Toh AMRAAM juga meleset… lagian itukan tidak normal kondisinya, bukan dog fight murni karena saling menarget dimasing2 wilayah… tidak bisa memaksakan posisi sampai jarak yang ideal untuk menggunakan opsi yang lain…

          Justru kesimpulanya malah justru AMRAAM yang meleset…

    • Saya menuliskan keluhan penggunakan rudal R-77 kenapa jadi pesawatnya???… situasinya adalah keroyokan 25 F-16 pakistan melawan 2 Su-30MKI… posisi F-16 berada diwilayah pakistan sendakan Su-30MKI ada di India… itu perang macam apa???
      Kacuali kalau terjadi di area bebas dimana bisa saling mengejar dan menarget… dan keluhan dari India adalah mengenai penggunalkan rudal R-77 yang mereka gunakan bukan tentang pespurnya, karena Su-30MKI sanggup menghindar dari serangan rudal AMRAAM…
      Bisa menghindar dari serangan rudal AMRAAM jelas adalah prestasi… dan rudal yang disinyalir digunakan untuk menembak jatuh F-16 R-73terbukti langsung diborong oleh India…

      • Mana ada F16 pakistan jatuh? Itu khan klaim sepihak dari India. Mana bukti mayat pilotnya, mana bukti pilot pakistan yang ditahan India? Nggak ada khan?

        Yang ada malah bukti pilot India yang ditahan Pakistan.

        Jelas2 F16 pakistan lengkap jumlahnya waktu dicek inventorinya oleh lockheed Martin.

        Jadi apa kesimpulannya?
        Rusia sama sekali tidak strong karena memproduksi barang yang performanya jelek.

        • Hla kurang atau tidak siapa yang tahu… bisa saja kalau jatuh sekalipun bakalan diumpetin realitasnya… malu dong masak F-16 jatuh sama Mig-21 Bison, mau ditaruh dimana mukanya…

          Ada 2 hal menarik dari kejadian itu, yang pertama India tidak puas dengan kinerja R-77 dan ingin membeli rudal sejenis buatan Israel, sedangkan yang ke dua India langsung memborong R-73, yang di Indomiliter disebutkan sebagai varian terbaru yang dianggap India cukup mumpuni…
          Kalaupun itu tertembak atau tidak dua kondisi itu menggambarkan bagaimana konflik itu memberikan imbas… kalau memang dianggap jelek, ngapain India memborong R-73…

          Lagian dari awal Pakistan tidak konsisten, dari mengaku 2 Mig-21 tertembak jatuh, kemudian mengaku hanya menggunakan JF-17, kemudian mengklaim Su-30MKI tertembak jatuh… sampai akirnya mengaku kalau menggunakan F-16…

  5. Wuih situ khan bilang begini ” Saya menuliskan keluhan penggunakan rudal R-77 kenapa jadi pesawatnya”

    Kenapa?

    Sebab situ bilang begini awalnya “keluhan India adalah, mereka sulit menarget di jarak jauh dimana posisi Su-30Mki ada di wilayah India sedangkan F-16 ada diwilayah Pakistan…”

    Sebelum rudal diluncurkan khan sasaran harus ditarget dulu? Iya khan?

    Pilot India menargetnya dari lokasi mana? Dari pesawat Su-30Mki khan?

    Lho kok sulit menarget? Berarti pesawat yang mereka terbangkan saat itu jelek dong sebab nggak bisa menarget.

    Pesawat yang mana itu? Kau sendiri tahu jawabannya.

Tinggalkan komentar