Seteleh F-35, akankah Singapura Beli Loyal Wingman?

Jakartagreater.com  –  Prototipe pesawat tak berawak Loyal Wingman pertama Boeing Australia telah berdiri di atas rodanya dan menghidupkan sistem kelistrikannya untuk pertama kalinya, ujar pihak perusahaan mengumumkan pada 8 April 2020, dirilis Janes.com.

Tonggak perkembangan terbaru ditandai dengan perakitan struktur badan pesawat pertama pada bulan Februari 2020 dan akan mengarah pada instalasi sistem lebih lanjut dan pengujian fungsional dan integrasi dari roda pendaratan pesawat.

Pesawat tak berawak adalah salah satu dari 3  prototipe yang sedang dikembangkan sebagai bagian dari Program Pengembangan Loyal Wingman-Advanced – juga dikenal sebagai Boeing Airpower Teaming System (ATS) – dalam kemitraan dengan Royal Australian Air Force (RAAF).

“Tonggak dari pencapaian ini adalah ketika badan utama pesawat duduk di atas roda untuk pertama kalinya,” ujar Dr Shane Arnott, direktur program Boeing ATS, kepada Jane dalam pernyataan emailnya. “Daya (juga) telah dihidupkan melalui sistem distribusi listrik kendaraan yang mendukung dimulainya pengujian penerimaan pabrik.

“Tonggak sejarah memungkinkan kemajuan cepat pada instalasi sistem dan pengujian fungsional dan integrasi dari roda pendaratan pesawat,” tambahnya.

“Menyusul penerimaan pabrik terhadap pesawat, itu akan masuk ke pengujian taxi sebelum penerbangan pertama, yang akan berlangsung pada tahun 2020 di Australia, kami tidak menawarkan tanggal tertentu atau lokasi penerbangan,” ujar Dr Arnott menjelaskan . “Namun, kami tahu pesawat jenis ini harus dirancang untuk produksi dan pengujian yang cepat, dan kami telah melakukan hal itu.”

Prototipe pertama juga akan memberikan pelajaran penting terhadap produksi ATS, yang sedang dikembangkan Boeing Australia untuk pasar pertahanan global. Diperkirakan bahwa calon operator akan dapat menyesuaikan sensor dan sistem ATS untuk memenuhi persyaratan spesifik mereka.

Menurut catatan Defenceconnect.com.au, Loyal Wingman ini nantinya bisa dipasangkan dengan pesawat tempur siluman F-35. Jika Singapura jadi membeli F-35, maka RSAF juga punya opsi menggunakan Loyal Wingman untuk dikombinasikan dengan F-35 mereka.

Dalam catatan Peter Layton di lowyinstitute.org, Singapura memiliki opsi mengganti 60 mesin tunggal F-16 dengan F-35 yang mahal, namun dalam jumlah yang lebih sedikit, atau memilih untuk menambah armada yang lebih kecil itu dengan Loyal Wingman baru Boeing Australia.

Sharing

Tinggalkan komentar