Pengiriman Fregat Jose Rizal ke Filipina Tertunda

Manila, Jakartagreater.com – Pengiriman fregat pertama Filipina, BRP Jose Rizal (FF-150), mungkin tertunda karena penyebaran virus coronavirus (Covid-19), kata Pemimpin Angkatan Laut Filipina (PN), pada hari Minggu, lansir PNA.

Laksamana Giovanni Carlo Bacordo mengatakan, para anggota Technical Inspection and Acceptance Committee (TIAC), yang akan memeriksa dan mensertifikasi kelayakan berbagai sistem dan komponen kapal untuk Angkatan Laut Filipina, harus mematuhi Karantina wajib 14 hari Korea Selatan pada saat datang ke negara itu.

Walaupun putusan ini masuk akal karena krisis Covid-19, Bacordo mengatakan ini akan membuat sulit bagi anggota TIAC untuk melanjutkan tugasnya.

“Katakanlah seorang anggota TIAC pergi ke Korea Selatan selama tiga hari (untuk inspeksi teknis) dan setibanya di sana, dia harus menjalani karantina dua minggu, bagaimana Anda bisa melakukan TIAC untuk itu,” katanya dalam sebuah wawancara dengan media.

Pembuat kapal Korea Selatan, Hyundai Heavy Industries, sebelumnya telah berjanji untuk mengirim fregat BRP Jose Rizal pada minggu ketiga bulan April atau lima bulan lebih awal dari jadwal pengiriman September yang direncanakan.

Saat ini, sebagian besar perlengkapan kapal sudah lengkap dan telah menjalani berbagai uji coba laut.

Masalah lain yang disebabkan oleh Covid-19 adalah karena personel Angkatan Laut tidak bisa menjalani pelatihan tentang berbagai sistem kapal perang, termasuk persenjatanya, dan tidak dapat pergi ke Korea Selatan karena pandemi yang sedang berlangsung.

“Bagian dari kontrak menyatakan bahwa produsen peralatan Korea Selatan seharusnya melatih personil Angkatan Laut Filipina tetapi karena (Covid-19), jadi apa yang akan terjadi adalah pelatihan akan dimulai setelah kapal perang dikirim ke sini,” kata Bacordo.

Fregat BRP Jose Rizal memiliki kecepatan maksimum 25 knot dan kecepatan jelajah 15 knot serta jangkauan 4.500 mil laut. Kapal itu diluncurkan di galangan kapal Hyundai Heavy Industries di Ulsan pada 23 Mei 2019.

Kontrak untuk BRP Jose Rizal dan kapal kembarannya, BRP Antonio Luna (FF-151) dibangun dengan anggaran sebesar PHP16 miliar dengan PHP2 miliar lainnya untuk sistem senjata dan amunisinya.

Kapal fregat ini mampu melakukan misi perang anti-serangan udara, perang anti-permukaan, perang anti-kapal selam, dan operasi peperangan elektronik.

Sharing

Tinggalkan komentar