Marinir AS Mencari Cara Menyingkirkan Tank Abrams

Jakartagreater.com – Setelah mengumumkan rencana penghapusan seluruh tank tempur berat dalam cetak biru Force Design 2030, Korps Marinir AS (USMC) sekarang berupaya untuk menentukan bagaimana caranya menyingkirkan tank berat itu.

Mayor Joshua Benson, Direktur komunikasi, strategi, dan operasi USMC, mengatakan kepada media Shephard bahwa langkah penghapusan akan dilakukan selama beberapa tahun fiskal ke depan, namun ia tidak dapat mengkonfirmasi kapan hal itu dilakukan.

Menurutnya, untuk tujuan keamanan operasional, perincian spesifik mengenai perubahan desain pasukan Marinir tidak akan diungkapkan kepada pihak luar, hal ini dilakukan untuk mempertahankan keunggulan kekuatan Marinir dari negara lein.

Mayor Joshua Benson menambahkan bahwa banyak detail spesifik sekarang sedang dikerjakan oleh wakil komandan dan unit yang bertanggung jawab di USMC.

Tank tempur utama (MBT) M1A1 Abrams adalah tulang punggung armada kendaraan lapis baja USMC. Tank dioperasikan oleh awak empat dan dipersenjatai dengan meriam smoothbore M256 kaliber 120mm, senapan mesin koaksial M240 7,62mm, dan senapan mesin di atap turret untuk komandan.

Dalam cetak biru Force Design 2030, yang dirilis pada akhir Maret, Komandan USMC Jenderal David Berger mengatakan bahwa mengeluarkan kendaraan lapis baja yang berat tidak akan merusak kekuatan militer AS, karena kemampuan ini akan terus disediakan oleh Angkatan Darat AS.

“Kami memiliki bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kemampuan ini, terlepas dari sejarahnya yang panjang dan terhormat di masa lalu, secara operasional tidak cocok untuk tantangan prioritas utama kami di masa depan,” tegas Berger.

Menurutnya, USMC telah berinvestasi terlalu banyak pada kemampuan lain seperti meriam tarik dan pesawat tanpa awak jarak pendek/daya tahan rendah yang tidak menggunakan senjata mematikan.

USMC juga akan membubarkan batalyon penegakan hukum dan spesialisasi pekerjaan militer terkait, serta semua perusahaan penghubung.

Marinir juga akan mengurangi jumlah infantri dari 24 batalyon menjadi 21 batalion, baterai meriam artileri dari 21 menjadi lima; dan enam kompi kendaraan amfibi menjadi empat kompi.

USMC akan menugaskan kembali Batalyon Satu ke-8 Marinir menjadi Batalyon Dua Marinir dan Batalyon Dua ke-8 Marinir menjadi Batalyon Enam Marinir. Selain itu, pengaktifan Batalyon Lima / Marinir ke-10 dibatalkan meskipun baterai yang ditugaskan akan ditempatkan kembali di bawah struktur Resimen Marinir ke-10 yang ada. Marine Regiment Headquarters Company ke-8 dan Batalyon Tiga / 8th Marinir akan dinonaktifkan. (Shepard).

Sharing

Tinggalkan komentar