Laser Super Turret Lockheed Martin

Lockheed Martin

Di jaman perang dunia ke dua, bomber dilengkapi senjata mesin (barrels), atau prajurit yang membawa senjata untuk melindungi pesawat dari serangan pesawat tempur musuh. Bahkan pesawat seperti B-52 Stratofortress dilengkapi senjata di bagian ekor pesawat untuk pertahanan, yang antara lain digunakan dalam perang Vietnam 1972. Perubahan senjata pesawat tempur dari gun-barrel menjadi rudal (missile), membuat senjata barrel di pesawat bomber, menjadi usang. Namun kini Lockheed Martin dan DARPA, menghidupkan mereka kembali, melalui senjata laser.

Perusahaan raksasa pertahanan Lockheed Martin, Notre Dame University, DARPA dan Angkatan Udara Research Lab telah memulai penerbangan pengujian turret laser udara yang memiliki potensi untuk benar-benar mengubah pertempuran udara seperti yang kita pahami saat ini.

Lockheed Martin-2

Senjata ini diberinama “Aero-adaptive Aero-optic Beam Control” atau disingkat ABC, yang mana laser merupakan senjata energi (directed) dengan turret 360 derajat. Alat kendali dan kamera yang ada di turret memastikan laser tetap mengunci rudal, saat ditembakkan dari pesawat.

Senjata ini telah diinstal oleh Lockheed Martin pada pesawat jet bisnis tua, Dassault Falcon 10 untuk pengujian penerbangan awal. Menurut Lockheed, turret ABC ini merupakan teknologi “atmospheric turbulence compensation” yang terintegrasi ke dalamnya.

Sistem turret ABC dirancang untuk memungkinkan laser berenergi tinggi mencegat pesawat musuh dan rudal, baik dari atas, bawah dan dari belakang pesawat. Pada awalnya, turret ini akan dipasang di pesawat pembom, pesawat yang besar seperti tempur AC-130. Tapi segera setelah itu, sistem ini akan dipasang pada pesawat tempur dan kendaraan tempur taktis tak berawak (UCAV).

by: Alto Daris

Sharing

Tinggalkan komentar