Rusia Kembangkan Gear Protection Pilot untuk Atasi G-Force

Moskow, Jakartagreater.com – Tim Research and Testing Center of Aviation and Space Medicine and Military Ergonomic Kementerian Pertahanan Rusia akan mengembangkan perlengkapan pelindung untuk pilot yang menggunakan bahan dan teknologi modern, kata Igor Zhdanko, Doktor Medical Science dan peneliti senior yang mengepalai fasilitas tersebut, lansir Tass.

Center yang sudah berusia 85 tahun ini ikut berkontribusi pada penerbangan luar angkasa yang terkenal dari anjing Laika – makhluk hidup pertama yang pernah dikirim ke luar angkasa. Selain itu juga berpartisipasi dalam penerbangan bersejarah Yuri Gagarin.

“Hari ini, Center kami sedang mengerjakan alat pelindung pilot baru, yang akan menggunakan bahan dan teknologi modern,” kata Zhdanko kepada surat kabar Krasnaya Zvezda. “Ini akan menjadi generasi baru dari peralatan berventilasi.”

Zhdanko tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang perkembangan baru itu.

Menurut Direktur Center, personelnya sekarang fokus pada penyelesaian masalah utama untuk perlindungan dan menjaga kemampuan tempur pilot di pesawat militer yang ditingkatkan dan yang akan datang.

“Baju pelindung akan melindungi pilot dari tekanan g-force multidirectional selama manuver pertempuran. Tekanan yang menimbulkan bahaya hilangnya kesadaran, cedera tulang belakang, peningkatan risiko tabrakan, dan penurunan efektivitas tempur,” tambahnya.

Dia mengungkapkan bahwa penelitian ini sedang dilakukan di fasilitas laboratorium milik Center sendiri, yang memiliki model unik pesawat dan helikopter dan ruang penelitian yang mensimulasikan berbagai faktor penerbangan, termasuk centrifuge, ruang hiperbarik dan ruang isolasi kedap suara (surdochambers).

Sebagian besar penelitian juga sedang dilakukan selama penerbangan nyata di pesawat dan helikopter, yang dilengkapi dengan sensor khusus.

Zhdanko juga mengungkapkan bahwa para ahli di Center telah mengembangkan dan siap untuk menerapkan metode pelatihan psiko-fisiologis pilot, yang dimaksudkan untuk meningkatkan resistensi pilot terhadap faktor-faktor penerbangan seperti tekanan g-force yang tinggi dan berkepanjangan.

Selain itu, Center telah berinovasi pada empat generasi kursi ejeksi yang dianggap yang terbaik di dunia, termasuk juga kursi ejeksi dengan perlindungan benturan untuk helikopter.

“Kami telah mengembangkan sistem keselamatan pendaratan yang unik untuk penerjunan kendaraan lapis baja dengan kru didalamnya,” kata Zhdanko, seraya menambahkan bahwa sistem ini telah digunakan.

Masalah lain yang sedang dilakukan Center adalah meningkatkan kontrol medis atas kesehatan pilot, dan cadangan fisiologis dan psiko-fisiologis selama pelatihan.

Zhdanko menggarisbawahi bahwa faktor manusia adalah salah satu masalah yang paling sulit bagi spesialis militer dalam penerbangan militer.

“Kemampuan teknis pesawat akan terus berkembang, sementara kemampuan psiko-fisiologis manusia akan tetap pada tingkat yang sama secara efektif. Pekerjaan Center di tahun-tahun mendatang akan fokus pada penyelesaian masalah….. yang penting ini,” tambahnya.

Tinggalkan komentar