Rusia Uji Coba Rudal Anti Satelit PL-19 Nudol

Jakartagreater.com – Rusia dilaporkan telah melakukan uji coba rudal PL-19 Nudol. Nudol adalah rudal pencegat anti-balistik yang juga berfungsi sebagai senjata anti-satelit. Sistem ini biasanya melindungi Moskow dari serangan rudal tetapi juga bisa berfungsi ganda sebagai pembunuh satelit yang mampu menjangkau dan menembak jatuh satelit di orbit rendah Bumi, lansir Popular Mechanics.

Rudal itu, menurut Blog Russian Strategic Forces, diluncurkan pada 15 April dari Plesetsk Cosmodrome di Rusia. Rudal itu menempuh jarak 3.000 kilometer dan jatuh di Laut Laptev. Para pengamat kegiatan militer Rusia diberi tahu tentang tes yang akan datang pada 11 April ketika Rusia mengeluarkan peringatan Notice to Airmen (NOTAM) tentang “Operasi Berbahaya, Peluncuran Roket” di area pendaratan rudal di Laut Laptev.

NOTAM dikeluarkan karena berbagai alasan tetapi terutama karena adanya kegiatan militer yang bisa membahayakan lalu lintas udara.

Tes ini adalah tes peluncuran Nudol kedelapan sejak tahun 2014. Dua tes pertama, menurut Secure World Foundation’s Global Counterspace Report, gagal tetapi enam tes terakhir dianggap telah berhasil.

Nudol dikembangkan dan diproduksi oleh kontraktor pertahanan Rusia Almaz Antey, yang berspesialisasi dalam rudal jarak jauh. Senjata itu dikembangkan dari sistem rudal anti-balistik A-235 yang dirancang untuk melindungi Moskow dari serangan nuklir. A-235 dirancang untuk menghancurkan hulu ledak rudal yang masuk di ketinggian sangat tinggi, atau di orbit rendah Bumi. Sebuah sistem yang mampu mencegat hulu ledak dengan ketinggian seperti itu juga bisa mencegat satelit, jadi Rusia hanya membangun satu rudal dengan dua kemampuan. Jenis-jenis senjata anti-satelit ini dikenal sebagai senjata Direct Ascent Anti-Satellite (DA-ASAT).

Rusia bukan satu-satunya negara yang memiliki senjata DA-ASAT. Amerika Serikat memiliki rudal Seri SM-3 pencegat rudal balistik dan pencegat berbasis darat yang dirancang untuk menghancurkan hulu ledak rudal yang masuk di orbit rendah Bumi, yang memungkinkannya memiliki beberapa kemampuan anti-satelit.

Pada tahun 2008, kapal penjelajah rudal USS Lake Erie menghancurkan satelit mata-mata National Reconnaissance Office yang gagal di orbit rendah bumi. Operasi itu yang diberi kode nama Burnt Frost, membutuhkan pemrograman ulang rudal SM-3 untuk mennghancurkan satelit yang bergerak cepat, yang mengorbit bumi pada ketinggian 130 mil. SM-3 mempersenjatai kapal penjelajah dan perusak Angkatan Laut AS, yang memberikannya jangkauan global, sedangkan Ground Based Interceptor tersimpan di silo di Alaska dan California.

Sharing

Tinggalkan komentar