Su-25 Chad Tanpa Sengaja Tembakkan Roket

Jakartagreater.com – Sebuah jet tempur Angkatan Udara Chad tanpa sengaja menembakkan roket ke rumah seorang perwira militer senior, di dekat markas mililter Chad pada hari Jumat, lansir Defenseworld.

Mengonfirmasi insiden itu, Kedutaan Besar Prancis di N’Djamena mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 17 April bahwa “ledakan roket yang tidak disengaja dari pesawat tempur Angkatan Udara Chad” telah terjadi.

Beberapa laporan menyatakan bahwa pesawat itu masih di darat pada saat kejadian, tapi laporan lain mengatakan bahwa roket meledak ketika jet tempur mencoba lepas landas dari pangkalan udara terdekat.

“Pesawat itu lepas landas ketika roket meledak, dan menghantam sebuah rumah pribadi yang menampung keluarga prajurit di sebelah Pangkalan Udara Kossei,” kata seorang perwira angkatan udara sebagaimana dikutip oleh beberapa laporan.

Angkatan Udara Chad memiliki armada jet tempur Su-25 buatan Rusia, yang digunakan untuk menyerang gerilyawan Boko Haram di dekat Danau Chad bulan lalu. Chad dilaporkan telah membeli pesawat tempur MiG-29 dari Ukraina pada tahun 2014.

“Insiden itu membuat rumah Mahamat Saleh Arim, wakil komandan pengawal presiden dan sekutu dekat Presiden Idriss Deby Itno – hancur,” kata seorang wartawan AFP di lokasi dekat pangkalan udara Adji Kossei. Empat orang tewas dalam insiden itu, kata seorang pejabat Angkatan Udara.

“Investigasi sedang dilakukan untuk mencari penyebab insiden ini,” kata Youssouf Tom, jaksa penuntut umum di Pengadilan Tinggi Djamena kepada AFP.

Daerah di mana roket tanpa sengaja menghantam rumah, berjarak hanya beberapa meter dari markas besar Operasi Barkhane Chad, sebuah kampanye yang dipimpin Prancis di wilayah Sahel, dimana sekitar 4.500 personel Prancis dikerahkan.

“Tentara Prancis dari Operasi Barkhane segera dikerahkan untuk mendukung pasukan Chad dan memberikan bantuan kepada para korban setelah ledakan roket yang tidak disengaja dari pesawat Angkatan Udara Chad. Insiden menyebabkan beberapa korban di dekat Pangkalan Kossei. Tiga orang yang terluka dibawa ke perawatan darurat di rumah sakit pangkalan militer Prancis, ”kata Kedutaan Besar Prancis di N’Djaména.

Sharing

Tinggalkan komentar