Melihat Robot Tempur Tiongkok “Sharp Claw I”

Jakartagreater.com – Meskipun mendapat penentangan dari kelompok hak asasi manusia seperti Human Rights Watch, Amnesty International dan Harvard Law School’s International Human Rights Clinic, yang melarang adanya “robot pembunuh,” namun upaya itu masih dilakukan oleh beberapa negara untuk mengembangkan platform robot tempur, lansir National Interest.

Media Jane melaporkan bahwa tank tanpa awak (unmanned ground vehicle UGV) Sharp Claw I milik Tiongkok North Industries Corporation telah memasuki layanan Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat (PLAGF). Ini diumumkan di China Central Television 7 (CCTV 7), yang melaporkan bahwa UGV yang beroda rantai, tempur, dan pengintai sekarang beroperasi dengan militer Tiongkok.

Tidak jelas berapa banyak Sharp Claw I telah digunakan atau kapan tank tanpa awak ini memasuki layanan. Tank robot kecil ini pertama kali diluncurkan di Airshow China 2014, sementara versi yang disempurnakan ditampilkan di Airshow China 2018 dan terlihat mendapatkan beberapa peningkatan termasuk muatan elektro-optik jarak pendek, visi mesin, dan rangkaian pencahayaan.

Sharp Claw I dapat beroperasi secara mandiri, menurut pengembang. Tank tanpa awak itu dapat dipersenjatai dengan senapan mesin ringan 7.62mm – tetapi tidak jelas apakah itu masih membutuhkan kontrol manusia.

Sharp Claw I sebenarnya adalah bagian dari sistem ganda yang mencakup Sharp Claw II UGV yang lebih besar, kendaraan tanpa awak beroda 6×6 yang dirancang untuk melakukan pengintaian, patroli, tempur dan misi pengangkutan di medan perang yang berbahaya, sulit, dan keras. Sharp Claw I pada dasarnya adalah pengintai yang lebih kecil yang “menumpang” di ruang kargo Sharp Claw II.

Sharp Claw I bukan satu-satunya UAV yang telah dikembangkan untuk Angkatan Darat Tiongkok. Perusahaan Tiongkok lainnya, Zhong Tian Zhi Khong Technology Holdings Company menampilkan UGV “Mule-200” di Pameran Unmanned System Exhibition and Conference 2020 (UMEX2020) di Abu Dhabi pada bulan Februari. Ini adalah perayap multiguna ukuran medium (kendaraan beroda rantai) yang dapat menemani unit infantri dan digunakan untuk mengangkut amunisi dan persediaan. Kemampuan untuk mengangkut amunisi di dalam lambung lapis baja adalah hal unik untuk UGV.

Mule-200 juga dapat dilengkapi dengan senjata api untuk memberikan dukungan tembakan pada jarak dekat, dan trek ulatnya dapat memungkinkannya untuk melakukan perjalanan melalui berbagai medan, dan mesin hybrid bensin-elektriknya menawarkan kecepatan tertinggi hingga 50km/jam dengan jarak tempurnya sendiri sekitar 50km.

Bagaimana Sharp Claw I / II atau Mule-200 menangani kondisi medan perang tentu saja belum diketahui hingga saat ini.Tercatat hingga hari ini, tank robot Rusia Uran-9 menjadi satu-satunya platform semi-otonom / kendali jarak jauh yang digunakan di medan tempur. Uran-9, yang memiliki senjata dan persenjataan rudal yang tangguh, dikerahkan di Suriah di mana tank robot ini masih mengalami banyak masalah.

Sharing

Tinggalkan komentar