Roket Iran Sukses Orbitkan Satelit Militer Perdana

Tehran, Jakartagreater.com     –    Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) berhasil meluncurkan satelit militer perdana bernama Noor (cahaya) ke orbit bumi. Tanpa memberikan penjelasan mengenai teknologi yang digunakan, pasukan IRGC menyebutkan pembawa satelit “Messenger” digunakan untuk meluncurkan satelit Noor, dirilis Antara, 22-04-2020.

Peluncuran berlangsung pada saat hubungan Iran dan Amerika Serikat atas program nuklir dan Rudal Teheran memanas dan beberapa bulan setelah Jenderal besar Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat Nirawak AS di Baghdad pada 3 Januari 2020.

“Satelit militer perdana Iran, Noor, diluncurkan pagi ini dari Iran tengah dalam 2 tahap. Peluncuran tersebut sukses dan satelit mencapai orbit,” menurut stasiun TV pemerintah.

Noor kini mengorbit 425 km di atas permukaan Bumi, kata IRGC melalui situs miliknya.

Kecaman Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan peluncuran satelit militer Iran melawan resolusi dewan keamanan PBB. Ia menyebut Iran harus bertanggung jawab atas peluncuran satelit militer itu.

Militer AS mengatakan teknologi balistik jarak jauh yang digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit juga dapat memungkinkan Teheran meluncurkan senjata jarak jauh, termasuk hulu ledak nuklir.

Teheran menyangkal pernyataan AS bahwa kegiatannya itu merupakan kedok untuk pengembangan Rudal balistik.

Iran menegaskan tidak pernah berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Resolusi PBB tahun 2015 “menyerukan” Iran untuk menahan diri hingga 8 tahun dari pengembangan Rudal balistik untuk mengirimkan senjata nuklir. Resolusi itu dikeluarkan menyusul kesepakatan dengan 6 kekuatan dunia untuk membatasi program nuklir Iran.

Beberapa negara berpendapat bahwa bahasa dalam resolusi itu tidak mewajibkan Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

“Setiap negara memiliki kewajiban kepada PBB dan mengevaluasi apakah peluncuran Rudal ini konsisten dengan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Pompeo kepada wartawan, merujuk pada resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Kepala Komite Tinggi Hubungan Internasional Rusia, Konstantin Kosachev, menolak klaim pejabat AS bahwa peluncuuran satelit militer Iran ke orbit melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Tidak ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Iran meluncurkan satelit, kata Kosachev kepada wartawan.

Sharing

3 pemikiran pada “Roket Iran Sukses Orbitkan Satelit Militer Perdana”

Tinggalkan komentar