F-16 Belgia Intersep Su-24, Su-27 dan Su-30SM Rusia di Laut Baltik

Jakartagreater.com – Pada pagi hari tanggal 17 April 2020, pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Belgia yang dikerahkan ke Siauliai, Lithuania untuk mendukung misi Baltic Air Policing NATO, mencegat sekelompok pesawat tempur Rusia di Laut Baltik, lansir The Aviationist.

Menurut Air Command Sekutu, “pesawat tempur Rusia bermanuver di wilayah udara internasional yang terlalu menindih USS Donald Cook, kapal perusak Armada ke-6 Angkatan Laut AS yang saat ini beroperasi di Laut Baltik di lepas pantai Lithuania. F-16 Belgia melakukan intersep profesional dan meninggalkan tempat kejadian, menunjukkan bahwa NATO tetap siap, waspada dan siap untuk menanggapi setiap potensi ancaman. ”

Menariknya, Belgia merilis beberapa rekaman video dari kokpit, dan melalui Joint Helmet Mounted Cueing System pilot saat F-16 membayangi Su-24, Su-27, dan Su-30SM Rusia.

Ini bukan pertama kalinya pesawat tempur Rusia terbang sangat dekat atau langsung di atas kapal perang NATO di Laut Baltik atau Laut Hitam. Di masa lalu, beberapa kali pesawat tempur Rusia melakukan terbang rendah yang tidak biasa dan agresif yang mungkin dianggap tidak mengkhawatirkan karena Su-24 tidak bersenjata dan mungkin hanya melakukan “serangan simulasi” pada kapal perang di laut yang tidak terlalu jauh dari pangkalannya.

Namun, pencegatan terbaru menunjukkan perubahan yang sangat berbeda, terlihat Su-24 dilengkapi dengan tangki bahan bakar eksternal, rudal udara-ke-permukaan Kh-25M (AS-10 KAREN). Rudal berpandu laser Kh-25ML adalah rudal udara-ke-permukaan yang paling banyak dimiliki Rusia, menurut Piotr Butowski, rudal ini seberat 295 kg dan dilengkapi dengan hulu ledak 90 kg, dengan jangkauan maksimum 10 km, dari ketinggian 3km – 8km.

Kh-25ML bukanlah rudal anti-kapal, untuk perang anti kapal Su-24M dapat membawa rudal Kh-31A (AS-17 Krypton) yang lebih besar dan lebih berat dengan jangkauan 50 km.

Penerbangan rendah pesawat tempur Rusia terhadap kapal perang Angkatan Laut AS meski sering terjadi biasanya berlangsung lancar tanpa insiden. Namun, suatu kali pernah terjadi kecelakan, pada 25 Mei 1968, pembom Tu-16 Badger-F Soviet jatuh menabrak laut dekat kapal induk USS Essex di laut Norwegia setelah melakukan beberapa kali penerbangan rendah.

Sharing

16 pemikiran pada “F-16 Belgia Intersep Su-24, Su-27 dan Su-30SM Rusia di Laut Baltik”

  1. Semua anggota pakta Warsawa pimpinan Rusia keluar dan memilih jd anggota NATO… ditambah pecahan Uni Soviet seperti Lithuania, Estonia dan Latvia masuk NATO, terakhir Ukraina mendaftar masuk NATO,baru2 ini Bosnia dan Montenegro pecahan Yugoslavia jg msk NATO….Lho kenapa pd gak mau dibawah Rusia…krn Rusia otoriter, penjajah…fakta…kwkwkwkw…

  2. Ga nyambung, itu adalah negara eks Uni Soviet, mau bergabung kemanapun ya hak mereka… Ukraina justru termakan umpan, hingga saat ini tidak ada point plus yang mereka dapatkan dari memilih bersekutu dengan Eropa… jangan salah Ukraina melakukan kudeta kepada Presiden yang memang lebih pro kepada Russia… saat ini, Ukraina justru tidak berhasil melakukan apapun… toh target USA adalah Crimea yang justru malah direbut kembali oleh Russia… memangnya Ukraina penting??? bukan, yang vital itu adalah Crimea… lokasi bagi pangkalan angkatan laut Russia, dan itu yang diincar oleh USA dan NATO untuk mematikan kemampuan armada laut Russia di laut hitam…
    Saat ini justru Ukraina yang salah langkah, sebagian besar penduduk Ukraina bekerja di Russia, kemampuan militer dan industri militer Ukraina tergantung pada Russia, dan mereka terlalu miskin sumber daya alam untuk dieksplorasi… saat ini apa yang didapatkan Ukraina dari memilih bersekutu dengan NATO???

  3. Yuli Hantoro menghibur diri ..kwkwkw…semua negara eks pakta Warsawa pimpinan Rusia keluar pilih bergabung ke NATO… Lithuania, Estonia dan Latvia jg ikut NATO , negara” pecahan Yugoslavia ikut NATO…F A K T A !!!! bahkan Ukraina mau dijajah…dan terbukti Rusia mencaplok Crimea.. Penjajah Rusia..kwkwkwkw…yg ikut Rusia cuman Yuli..kwkwkwkw…

  4. @yuliantoro justru sangat nyambung bro, Rusia itu penjajah di Eropa timur, mau Lo belain sampai berbusa faktanya kebanyakan bekas negara Soviet gk mau gabung dengan rusia, paling baru Georgia dan Ukraina, jadi korban dari ambisi Putin, yg ingin mencaplok wilayah baru, dan ingat wilayah Siberia yg membentang dari Asia tengah sampai pasifik, itu juga wilayah orang2 Mongol tempo dulu, yg wilayahnya di ambil di masa Tsar Rusia dengan tetntara Cossack nya,

  5. Hla ngapain menghibur diri??? lagian saya biasa saja ngefans sama alutista buatan Russia, masalah kebijakan Russia dan lain sebagainya ya suka2 saja, justru itu malah membuktikan kalau Russia memang tidak berniat memaksakan untuk menguasai negara2 bekas Uni Soviet… sehingga mereka bebas mau memilih blok manapun yang ingin mereka ikuti…
    Fakta Ukraina mau di jajah hanyalah opini sesat, dan juga itu yang terus digaungkan USA kepada sekutu mereka di perbatasan dengan Russia, dibuat Russiaphobia sampai2 rela mengeluarkan biaya besar2an untuk mengghadapi ancaman yang tidak ada…
    Crimea sebelumnya adalah bagian dari Soviet yang kemudian di tahun 1954 dihadiahkan kepada Ukraina oleh presiden berkuasa Soviet saat itu Nikita Khrushchev, dan kemudian hari Russia merasa bahwa Crimea adalah bagian dari Russia… ditambah lagi posisi strategis dari letak Crimea sebagai daerah pelabuhan… Invasi Ukraina??? ga bakalan, target Russia yang pasti adalah Crimea dalam hubungan dengan kepentingan armada laut Russia… itu juga di dukung oleh hasil 90% penduduk Crimea ingin kembali bergabung dengan Russia

  6. kwkwkkwkkw, penggemar alutsista rusia yg hanya jago di iklan dan pameran itu ya, giliran di buat perang kaya kaleng krupuk, sudah tidak terhitung berapa banyak yg hanya jadi kaleng krupuk semenjak perang arab israel, perang teluk 1 dan 2, konflik yugoslavia dan terahir konflik suriah kemarin,

Tinggalkan komentar