Kamboja Sangat Mungkin Pembeli Pertama Jet Tempur FTC-2000G

Jakartagreater.com – Spekulasi siapa pembeli pesawat latih / serang ringan canggih FTC-2000G buatan China kemungkinan besar jatuh pada negara Kamboja, lansir Khmer Times.

Minggu ini, Global Times, sebuah surat kabar harian berbahasa Inggris di China, melaporkan bahwa pesawat FTC-2000G diproduksi oleh Guizhou Aircraft Industry Corp (GAIC), menjual pesawat itu ke negara Asia Tenggara yang belum disebutkan namanya.

Laporan itu tidak menjelaskan harga atau jumlah unit yang terjual. Media hanya menyebutkan bahwa kesepakatan itu ditandatangani pada Januari tahun ini dan pengiriman akan dimulai pada awal tahun 2021 dan selesai dalam waktu dua tahun.

Beberapa situs berita militer ternama seperti Defense World dan Flight Global menyebut Kamboja dan Myanmar sebagai calon pembeli. Kedua negara Asia Tenggara dikenal sangat dekat dengan Cina secara militer dan politik.

Myanmar sudah mengoperasikan beberapa jenis pesawat Tiongkok, termasuk pesawat serang darat Nanchang Q-5 dan buru sergap Shenyang J-7. Kamboja memiliki armada helikopter Harbin Z-9 dan baru saja membeli juta peralatan militer Tiongkok sebesar US$ 40, menurut Perdana Menteri Hun Sen.

Tetapi akuisisi dan pesanan Angkatan Udara Myanmar (MAF) baru-baru ini mengabaikan kemungkinan bahwa Myanmar adalah pembeli.

Myanmar dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Korea Selatan untuk membeli armada jet latih KAI T-50. Beberapa bulan yang lalu, MAF menugaskan enam pesawat latih canggih Yak-130 Rusia, di samping pesawat latih Hongdu JL-8 / K-8 Cina. FTC-2000G, Yak-130, T-50 dan JL-8 / K-8 semuanya termasuk dalam kategori pesawat yang sama.

Juga, di bawah kepemimpinan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Myanmar telah bekerja untuk menyelaraskan diri dengan Barat dengan kekhawatiran kepada Cina.

Negara-negara lain di wilayah ini termasuk Filipina, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Singapura terlibat dalam perselisihan wilayah atau telah merusak hubungan dengan raksasa Asia itu, sehingga membuat mereka tidak mungkin menjadi pembeli persenjataan Cina saat ini.

Ini membuat Kamboja “kemungkinan besar” adalah pembeli dari pesawat Tiongkok.

Ada tambahan informasi yang memperkuat spekulasi, yakni terlihat dari beberapa pilot Angkatan Udara Kamboja yang berada di China untuk pelatihan telah memposting video dan foto-foto terbang mereka di sebuah pesawat seperti pesawat JL-8 / K-8, salah satu jet latih lain buatan China yang memiliki kemiripan pada sistem kontrol, kemampuan, dan kinerja.

Kamboja juga telah memancing untuk membeli armada pesawat serang ringan guna meningkatkan kemampuan militernya dalam menghadapi ancaman eksternal, khususnya dari Thailand.

Dulu Kamboja memiliki armada pesawat pelatih/serang ringan L-39 dan pesawat buru sergap MiG-21, tetapi kebanyakan sudah dalam kondisi tidak laik terbang. Beberapa diantaranya terlihat berbaris di Pochentong Airbase di Phnom Penh.

Pada Oktober tahun lalu, Perdana Menteri mengatakan bahwa Kamboja akan membeli empat L-39 lagi dari Republik Ceko.

Para pakar pertahanan mengatakan bahwa logis bagi Kamboja untuk memilih Cina sebagai pemasok pesawat.

Perangkat keras militer China, tercatat, jauh lebih murah daripada peralatan buatan Barat yang sebanding. Kemungkinan senjata buatan China dapat dibeli dengan harga murah atau dengan pinjaman Cina, yang membuatnya lebih menarik bagi pembeli ekonomi baru, termasuk Kamboja. Tidak seperti Amerika Serikat atau negara-negara Barat lainnya, Tiongkok juga menjual senjata di luar negeri tanpa ikatan.

Versi upgrade dari jet latih canggih Guizhou JL-9, FTC-2000G twin-seat untuk pertama kalinya terbang pada September 2018. Pesawat ini dapat digunakan untuk tugas serangan ringan atau untuk pelatihan pilot. Dengan tujuh hard point dibawah sayap dan badan, pesawat dapat membawa bom, pod senapan mesin, roket, dan rudal udara-ke-udara jarak pendek hingga jarak menengah seperti SD-10.

Pesawat FTC-2000G memiliki kecepatan maksimum Mach 1,2 dan dilengkapi dengan radar modern, sistem pengendalian tembakan, dan peralatan navigasi. Cina menyebutnya sebagai “salah satu yang termurah” di pasar.

Sharing

Satu pemikiran pada “Kamboja Sangat Mungkin Pembeli Pertama Jet Tempur FTC-2000G”

Tinggalkan komentar