AS Upgrade F-16 Lawas agar Sejajar dengan F-35 dan F-22

Jakartagreater.com – Angkatan Udara AS (USAF) akan mengupgrade jajaran pesawat tempur F-16 lawas menjadi standar pesawat tempur modern dan canggih.

USAF telah merilis peningkatan pada perangkat lunak dan perangkat keras terbaru yang direncanakan untuk lebih dari 600 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, ungkap USAF pada 28 April, lansir Jane’s.

Program upgrade Operational Flight Program (OFP) M-series 7.2+, diperuntukkan untuk retrofit F-16 Block 40/42/50/52 saat ini, dirilis pada bulan April setelah program pengembangan F-16 System Program Office (SPO) senilai US$ 455 juta yang dilakukan di Pangkalan Angkatan Udara Hill (AFB) di Utah dan Wright-Patterson AFB di Ohio.

Sebagaimana dicatat oleh USAF, upgrade OFP M7.2 + menambahkan 42 peningkatan kemampuan utama pada varian lawas F-16, termasuk radar Northrop Grumman AN / APG-83 active electronically scanned array (AESA). Radar seri ini (dianggap sebagai prioritas utama untuk Komando Utara – USNORTHCOM).

Selain itu upgrade juga memungkinkan F-16 untuk menggunakan rudal jelajah AGM-158B (Joint Air-To-Surface Standoff Missile Extended Range – JASSM-ER) dan varian terbaru rudal udara-ke-udara jarak jauh AIM-120D Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM).

Dengan upgrade pada radar AN / APG-83, menjadikan F-16 Block 40/42/50/52 hampir sejajar kemampuan radarnya dengan pesawat tempur F-35 dan F-22 Raptor. Selain itu dengan kemampuannya dilengkapi rudal AIM-120D AMRAAM, dan rudal jelajah udara-ke-permukaan AGM-158B menjadikan pesawat tempur F-16 lawas bisa semakin mumpuni dan bisa ditugaskan dalam beragam-misi yang kompleks.

Sharing

17 pemikiran pada “AS Upgrade F-16 Lawas agar Sejajar dengan F-35 dan F-22”

  1. Cara berpromosi bentuk lain, agar f-16 msh bisa laku dijual, dng kata lain mau berpromosi bahwa F-16 bisa mengikuti perkembangan jaman dan bisa tetap bertahan sbg pespur andalah sampai 40 tahun kedepan.
    Padahal petinggi militer Indonesia sdh mengatakan bahwa F-16 sdh tdk bisa dikembangkan lg utk bisa bersaing dng pespur gen.5 yg ada skrng. Makanya Indonesia sdh tdk tertarik lg dng F-16 Viper dan ingin pespur gen.5. Sebab TNI sedang membangun komplek NWC utk menghadapi peperangan masa depan.

  2. apa salahnya sih kita beli Viper ? pertama kita dah punya 2 skuadron lebih, apa salahnya nambah 2 lagi. di samping itu ni pesawat masih mampu kok, blok 52 pakistan aja masih berani lawan SU 30 MKI, bahkan PM India aja ngakuin bahwa SU 30 MKI India belum cukup buat ngalahin Pakistan (meskipun katanya kemarin f-16 PAK kena hantam sama mig 21 Bison, tapi sebelumnya mereka ngehadapin SU 30 MKI yg gabisa engage karena Rudal BVRnya kalah), makanya beli rafale lagi. setidaknya viper bagus buat nambahin yg dah ada sambil nunggu yg kelas berat dateng.

  3. Utk cal saat mig21 lawan F-16 memang keteter India karena tembakan amraam dari F-16 Pakistan, makanya India sudah beli rudal Sukhoi yg terbaru dari Rusia jadi bukan pesawat nya yang kalah, Sukhoi itu jangankan lawan F-16 lihat ga saat Sukhoi kita dihadapkan f18 Australia? Kalah kan f18 mereka.. f18 Australia baru bisa menang ketika dibantu pesawat awacs mereka..

  4. Lagipula heran… Kalo betul di upgrade setau saya ga bisa bopong itu radar yg baru.. kalo ganti mesin baru lah kan ga muat Ama body F-16 yang lama? Kalo ganti body ya sama aja bikin pesawat baru, kalo kaya f21 yang ditawarin ke India (f21 adalah pesawat F-16 yg di upgrade hampir setara f22 dan f35) nah.. baru deh percaya.. bentuk pesawat nya dan.mesin besar…

  5. TJ, bener. sy ga bilang F-16 lebih baik dari SU 30 MKI, hanya saja mereka masih bisa imbangi. pas lawan bison kan barengan sma SU MKI India juga satu rombongan. tapi kalah jangkauan rudal BVRnya India. bhkan SU ga sempet dogfight dgn F-16, karena sekarang jamannya dah BVR.

  6. @CAl…

    Pernyataan India bahwa Su-30MKI tidak cukup untuk menghadapi F-16 adalah untuk menutupi polemik pembelian Rafale itu sendiri… pembelian Rafale sudah dilakukan sebelum terjadi insiden di perbatasan India Pakistan… Karena tuduhan adanya korupsi dan juga harga pembelian yang sangat mahal dan dituduh tidak wajar sehingga mereka memanfaatkan insiden itu untuk dijadikan sebagai pembenaran pembelian Rafale…
    Lagian apakah Rafale mampu menghadapi F-16V???

  7. @Yuli,
    yup, terlepas dari itu gatau tah F-16 mampu lawan rafale atau tidak, kembali ke jangkauan radarnya. pointnya adalah orang2 harus terima bahwa dari kasus ini aja, sekarang dah zaman BVR.
    disamping itu. tetap pada pendapat awal sy bahwa Viper itu sangat bagus buat kita apa lagi 32 unit, uhhh, air space kita akan lebih bisa ke cover.
    kembali ke point bahwa F-16 blok 52 dengan aamram 120 c dah mampu buat hadapi SU MI, dengan begitu 32 VIper sangat baik buat kita untuk mengurangi ketertinggalan dengan Singapore. sambil menunggu yg kelas berat dateng, sperti IFX.

  8. @Yuli
    terlepas dari alesan korupsi dari pemerintah india atau tidak, kenyataannya memang SU30 MKI belum cukup mampu mengalahkan f16 pakistan, kalau memang alesannya korupsi kenapa india mau mengganti rudal bvr r77 buatan rusia, kalau di rasa mampu menang lawan f16 ?

    kebutuhan akan rafale sangat mendesak bagi india, karena secara alami india punya 2 musuh besar di utara, untuk mengganti skuadron yg harus pensiun dan rafale di pesenjatai rudal meteor yang di percaya bisa mengimbangi rudal ammram pakistan,

    kesimpulannya india sudah mulai tidak percaya dengan alutsista buatan rusia yang tidak sesuai iklan rosoboronexport, bvr tapi kaleng2 harus di arahkan menggunakan radar, mau kerjasama membuat pesawat siluman, tapi pesawat siluman buatan rusia tidak sesuai ekspektasi dan promosi sebelum kerjasama di lakukan india.

  9. @Cal

    wah jangan bilang ini era BVR bro, nanti di serbu anak2 RUSIA Letoy di sini, kan manuver alay Super Duper Flanker yang sering di pamerkan di pameran udara gak kepakai di medan perang sebenarnya,

    kepakainya hanya untuk lari dari sengatan rudal bvr macam ammram dan meteor, tanpa bisa membalas, kaya lawan pakistan kemarin, xixixixixiixixixi

  10. @lintang
    bener lah, harus move on dari film top gun. untung kemarin masih AIM 120C, gw sebenernya berharap kemarin yg pakistan pake itu 120D dan bisa shot down, sehingga kita bisa buka mata bahwa dogfight sudah kurang relevan.

  11. @cal nah kalo ngomongin bvr jelas diatas kertas Rusia lah yg harusnya juara karena jangkauan radar Rusia menang telak kalo lawan barat, tapi kalo ngomongin batle proven kok itu ga terjadi ya? Kasus India vs Pakistan, kasus Suriah dimana Sukhoi rontok ditembak F-16 gokil nya lagi pilot Sukhoi bahkan ga tau itu tembakan dari arah mana dan ga liat F-16 di radar nya, belum lagi pengalaman Indonesia juga ketika Sukhoi kita di lock di Kalimantan, pilot lagi2 mengatakan tidak menangkap ada musuh di radarnya , jadi selain bvr perang elektronik kayanya ada dibalik ini juga.

  12. @tj the man
    Kalau klaim di atas kertas pasti Rusia jagoannya, apalagi para fans boynya, lebih militan lagi kehaluannya, tapi kalau di buat perang beneran, ueeeet nanti dulu, kadang tidak sesuai iklan, klaim jangkauan radar terjauh utk s400, tapi setelah di teliti Swedia secara seksama, gak ada segitu jangkauannya, ingat Swedia ahli dalam bidang radar dan elektronika loe, terus klaim rudal bvr terbaik karena kecepatannya, tapi sayang kalau pas di buat perang beneran malah gk kena sasaran, India contohnya dengan r77 andalannya, yg gk sesuai iklan,

  13. @TJ
    itulah sebabnya gw dukung Indonesia beli Viper 2 sqd, dibanding kita tarik ulur nunggu su-35. Russia jauh lebih baik di segi BVR ? pffft, gw bakal aminin itu kalo ada su 30 mki yg jatuhi F-16 pake R-73, selama itu belum terjadi AMRAAM akan selalu lebih baik buat gw.
    perang elektronik, gw rasa kemampuan kita belum disana, makanya lebih realistis aja ke F-16 Viper dengan Amraam, apa lagi sekarang semua F-16 kita bisa bawa amraam.

  14. @cal dan @lintang, yah tapi kalo dari politik ini lho bro ga sreg juga Ama barat kalo mau dilihat f16 , masalahnya pengalaman di embargo. Blm lagi dari segi kawasan Asia tenggara kita rawan konflik nya sama Singapore, Malaysia dan Australia yg notabene sekutu semua, jadilah alutsista kita gado2 sekarang, barat ada dari Russia juga ada. sambil nunggu kembangin sendiri yg bakal makan waktu puluhan tahun.

Tinggalkan komentar