Gebrakan Teknologi Roket dan Rudal Iran

Jakartagreater.com – Kejutan demi kejutan dalam teknologi Rural dan roket dipertontonkan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Disebut kejutan karena negara ini cenderung bergerak dengan kemampuannya sendiri untuk menguasai teknologi yang sangat sulit didapatkan melalui transfer teknologi dari negara lain.

Roket selalu bermata 2. Satu fungsinya untuk kepentingan sipil, yang kedua untuk kepentingan militer. Untuk itu akan susah mendapatkan transfer teknologi Rudal dan roket dari negara lain, kecuali menggalinya sendiri.

Awalnya, mungkin banyak orang yang berpikir, kemajuan teknologi roket dan Rudal Iran, akan begitu begitu saja. Dugaan itu pun bisa disematkan kepada beberapa negara yang sedang mengembangkan teknologi roket dan Rudal yang pada kenyataannya, nyaris berjalan di tempat, alias lambat.

Meski diisolasi oleh sejumlah negara, Iran berhasil mempertontonkan kemajuan teknologi Rudal mereka. Kejutan pertama mereka tampilkan dengan menembak jatuh drone RQ-4 Global Hawk Amerika Serikat pada 19 Juni 2019. Tembakan itu mengejutkan karena menampilkan kemampuan dan tingkat presisi dari Rudal Iran.

Kejutan kedua yang ditunjukkan adalah serangan rudal Iran ke Pangkalan Militer Amerika Serikat di Al-Asad, Irak di bulan Januari 2020. Serangan ini dilakukan Iran sebagai balasan atas pembunuhan komandan Pasukan Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, oleh Amerika Serikat.

Melihat hasil serangan itu, serangan Rudal ini seakan ingin menunjukkan kepada dunia tentang keakuratan dari Rudal Iran. Serangan tepat menghancurkan sejumlah fasilitas tentara AS di dalam pangkalan militer Al-Asad. Banyak orang bertanya, bagaimana bisa serangan Rudal ini begitu presisi?.

Tentu Amerika Serikat punya banyak pilihan dan cara untuk membalas serangan Rudal Iran. Namun Amerika Serikat pun sadar, Iran juga punya banyak pilihan dalam melakukan serangan balasan. Setelah serangan itu, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melanjutkan konflik militer terbuka dengan Iran.

Kejutan teknologi roket dan Rudal tidak berhenti di situ. Roket 2 tingkat Iran berhasil menempatkan satelit militer mereka ke orbit bumi. Peluncuran roket ke orbit bumi ini, sekaligus menunjukkan kepada dunia, seberapa jauh teknologi Iran dalam melontarkan roket mereka.

Kini Iran telah masuk ke jajaran negara elit yang bisa mengirim satelit ke orbit bumi. Jumlah negara yang mampu melakukan ini, masih bisa dihitung dengan jari.

Teknologi roket dan Rudal Iran mengalami kemajuan secara mengesankan dalam 2 dekade terakhir. Pencapaian teknologi mereka menakjubkan.

Peneliti dari James Marthin Center for Nonproliferation Studies, Middlebury Institute of International Studies, California, Fabian Hinz menilai peluncuran ini menunjukkan Iran berhasil mengembangkan bahan bakar roket padat yang canggih disertai penggunaan teknologi penting bagi pegembangan Rudal jarak jauh.

Seperti yang dipaparkan di atas, kemajuan tekologi Rudal dan roket selalu bermata 2. Satu sisi untuk kepentingan sipil, sementara di sisi lain untuk keperluan militer. Roket 2 tingkat yang diluncurkan Iran menampilkan banyak teknologi inti yang modern, untuk mengembangkan Rudal jarak jauh.

Sharing

3 pemikiran pada “Gebrakan Teknologi Roket dan Rudal Iran”

  1. ” Setelah serangan itu, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melanjutkan konflik militer terbuka dengan Iran.”

    Nyalinya sdh ciut, melempem spt kerupuk mamang yg masuk angin….xicixicixicixi

Tinggalkan komentar