F-35C Bisa Membawa Enam Rudal AIM-120 di Weapon Bay - JakartaGreater

F-35C Bisa Membawa Enam Rudal AIM-120 di Weapon Bay

Arlington, Va, Jakartagreater.com – Produsen pesawat tempur F-35 Lightning II joint strike telah merancang rak senjata baru yang memungkinkan pesawat membawa dua kantung rudal secara internal, lansir Sea Power Magazine.

Rak baru yang disebut Sidekick, memungkinkan masing-masing dari dua weapon bay F-35A Angkatan Udara dan F-35C varian kapal induk mampu untuk membawa total enam rudal AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM).

Berbicara pada 1 Mei kepada wartawan di siara pers Lockheed Martin, seorang pilot uji coba F-35 perusahaan, Tony ‘Brick’ Wilson, mengatakan rak tersebut dikembangkan sepenuhnya dengan dana penelitian dan pengembangan internal perusahaan.

“Rudal tambahan menambah sedikit bobot tetapi tidak menambah hambatan pesawat.”

Namun rak sidekick tidak kompatibel dengan F-35B lift vertikal Korps Marinir, yang memiliki ruang senjata lebih kecil.

F-35 dapat membawa lebih banyak rudal AIM-120 AMRAAM pada tiang eksternal, tetapi menurut Wilson, dengan menyimpan senjata internal mampu menjaga karakteristik siluman F-35.

“Rudal tambahan menambah sedikit bobot tetapi tidak memberikan tambahan hambatan ,” kata Wilson.

Wilson juga mengatakan F-35 memiliki kapasitas struktural eksternal untuk penempatan senjata hipersonik yang harus dibutuhkan di masa depan.

Dia juga mengatakan perusahaan itu, bekerja sama dengan Laboratorium Air Force Research, telah mengembangkan dan menginstal pada F-35A – enam tahun lebih cepat dari jadwal – Auto Land Collision Avoidance System (AGCAS).

AGCAS telah “menyelamatkan nyawa delapan pilot,” kata Wilson. Dia mengatakan AGCAS akan diinstal nanti pada pesawat tempur F-35B dan pada F-35C pada tahun 2021.

9 pemikiran pada “F-35C Bisa Membawa Enam Rudal AIM-120 di Weapon Bay”

  1. ” Wilson juga mengatakan F-35 memiliki kapasitas struktural eksternal untuk penempatan senjata hipersonik yang harus dibutuhkan di masa depan. ”

    Yg benar aja dek son wilson.
    Dng tanpa muatan senjata spt rudal aja kecepatan super cruise susah dijalankan dan hanya mampu bertahan beberapa detik saja. Krn akan merusak struktur siluman dan strukture ekor pesawat, yg sejak awal ditutupi kelemahannya.
    Apalagi membawa banyak rudal di internal weapon baynya tambah gak bisa menggunakan kecepatan super cruisenya.
    Ditambah lg membawa rudal hipersonik yg berat dan besar, tambah menjadi beban berat bagi struktur sayap pesawat. Dan itu artinya akan mperlambat gerak dan kelincahan pesawat yg sejak awal sdh dikorbankan. Dan semakin mudah pespur musuh utk merontokan si tambung kalkun terbang ini tanpa kesulitan…..xicixicixicixicixi

  2. F 35 dikenal bukan krn kemampuan bermanuvernya tetapi kemampuan silumannya yg berarti f 35 harus menyerang lawannya tanpa terdeteksi atau setidaknya bs menyerang dr luar jangkauan musuh.spt kata kebanyakan orang jk ada pespur siluman melakukan dogfight dgn pespur lain maka kemungkinan besar pasti ada kesalahan.

  3. Semua pesawat siluman tetap ada di layar radar meskipun karena RCSnya kecil sekali, jadi komputer susah membedakan dengan noise (burung dan benda-benda lain).

    tapi begitu dia membuka weapon bay, atau berkomunikasi baik dengan kawannya atau komunikasi dengan rudalnya sesaat setelah peluncuran, maka “noise” ini bisa ditracking dan agar tidak berbaur lagi dengan yang lain. jadi kalau mau mode silu terus ya jangan buka weapon bay alias melotot aja kah…kah…kah

  4. Mayoritas pespur siluman spt SU 57,J 20 ataupun F 35 dll pastinya memiliki rudal diweapon bay pesawat masing2 dan ktk weapon bay dibuka rcs pespur siluman akan bertambah tetapi insinyur dr rusia cina & amerika pasti sdh memperhitungkan hal itu dan memiliki cara utk mengatasinya agar pespur siluman yg dikembangkan tdk senasib dgn F 117 cthnya saja F 22 dan F 35 bisa membuka & meluncurkan rudal serta menutup weaponbay dlm waktu kurang dr 1 detik.

  5. Rusia sdh mensiasati masalah itu utk SU-57 mereka bung.
    Makanya saat weapon bay terbuka saat itu jg jammer mereka bekerja utk mengacaukan frequensi radar lawan yg sebelumnya dijejak menggunakan Radar Homing and Warning System. Sehingga ketika weapon bay terbuka, radar lawan dalam kondisi sedang teracak. Saat menutup, mode siluman kembali aktif.

  6. dalam beberapa THN mendatang ketika radar anti pespur siluman tlh di produksi maka bagi negara yg berinvestasi besar2n di pespur generasi k5 kemungkinan akan gigit jari JK mereka hanya mengandalkan stealth

  7. Bukan senang lg tp bahagia. Soalnya bisa lewati hanud PAC-3 buatan AS yg katanya canggih tanpa ada respon alias spt biasa dibutan radarnya oleh SU-57. Itu artinya Siluman SU-57 memang strooong bingiiitt….xicixicixicixicixi

  8. AIM-120… upaya mendongkrak performa F-35 dimata konsumen, terlebih pada dasarnya F-35 bukanlah pespur dengan kemampuan manuver yang mumpuni ditambah dengan maks speed kisaran mach 1,6 semakin membuat pespur lebih inverior… ini hanyalah strategi dagang… performa??? jauh lebih baik memiliki pespur dengan kemampuan manuver yang unggul dan lebih cepat…

Tinggalkan komentar