Menjelajah Kapal Selam Pembawa Drone Nuklir Poseidon

Moskow, Jakartagreater.com  – Kapal selam kedua yang berfungsi sebagai kapal induk Drone bawah air berkemampuan nuklir Rusia, Poseidon, akan diapungkan ke laut kira-kira pada akhir Juni 2020, ujar sumber industri pertahanan Rusia kepada TASS, Kamis 7-5-2020.

“Khabarovsk (Project 098520) akan diluncurkan paling cepat akhir Juni 2020. Tidak ada tanggal pasti sejauh ini,” kata sumber itu. Layanan pers Angkatan Laut Rusia tidak mengomentari informasi tersebut. Galangan kapal Sevmash tempat kapal selam sedang dibangun belum bersedia untuk dikomentari.

Sebelumnya, Kapal selam pertama pembawa Drone Poseidon, Project 09852 Belgorod, diluncurkan pada tanggal 23 April 2019 dan diperkirakan akan mulai beroperasi bersama Angkatan Laut Rusia pada bulan September 2020. Belgorod dan Khabarovsk masing-masing diharapkan membawa 6 Drone Poseidon.

Dalam pidato kenegaraannya di kedua majelis parlemen Rusia pada 1-3-2018, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan upaya Rusia untuk mengembangkan kendaraan bawah laut tak berawak bertenaga nuklir yang dapat mengangkut hulu ledak baik konvensional maupun nuklir dan mampu menghancurkan fasilitas infrastruktur musuh, kelompok kapal induk dan target lainnya.

Poseidon Drone bersama dengan pengangkutnya – kapal selam bertenaga nuklir – menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai oceanic multipurpose system.

Sebuah sumber di industri pertahanan sebelumnya mengatakan kepada TASS bahwa Drone Poseidon akan mampu membawa hulu ledak nuklir dengan hasil hingga 2 Megaton untuk menghancurkan pangkalan-pangkalan Angkatan Laut musuh. Menurut data yang dilaporkan, Poseidon akan menampilkan kemampuan jangkauan antarbenua.

Poseidon dikonsep dapat tetap terendam hingga satu kilometer, dan bergerak dengan kecepatan maksimum 200 kilometer per jam, yang diprogram untuk melakukan manuver mengelak tiga dimensi dalam menanggapi upaya intersepsi.

Poseidon akan meningkatkan ancaman nuklir Rusia dengan mendiversifikasi kemampuan serangan pertamanya. Militer Rusia percaya senjata ini bergerak terlalu cepat dan terlalu dalam untuk bisa disergap oleh torpedo atau dilawan. Bagi Rusia, Poseidon adalah cara lain untuk menghindari jaringan pertahanan rudal strategis NATO.

Drone Poseidon juga dioercayai bida dikerahkan untuk melawan kapal induk dan kapal permukaan, tanpa harus membuang banyak biaya dengan meluncurkan kawanan misil udara dan peluncuran rudal konvesnional permukaan.

 

Sharing

3 pemikiran pada “Menjelajah Kapal Selam Pembawa Drone Nuklir Poseidon”

  1. Belgorod dan Khabarovsk masing-masing diharapkan membawa 6 Drone Poseidon
    ———————————–

    Sebesar apa kasel yg membawanya ini, jika yg dibawa drone sebesar itu sebanyak 6 Unit.
    Jika 1 unit drone poseidon diluncurkan, maka sanggup menghancurkan 1 Armada kapal induk beserta jajaran pengawalnya. Luar biasa efektif.

  2. Saya rasa sederhana, ketika USA berusaha keras membuat sistem pertahanan untuk mengantisipasi serangan dengan memanfaatkan Armada Angkasa mereka, justru Russia menggunakan kedua langkah yang sama2 sulit untuk di antisipasi yaitu rudal Hypersonic dan Poseidon… dan Poseidon ini yang mungkin paling membuat sakit kepala karena berada di dalam air dimana sampai saat ini mendeteksinya sangat sulit… Kilo class saja sampa dijuluki Black Hole…

  3. yang aneh itu bukan dari rusia.
    yang aneh itu si amer yg suka cari gara gara dengan rusia.
    negara lain saja sungkan sama rusia.
    cuma satu negara ini yg suka cari cari keributan.
    tapi ane yakin kalau antara si amer fight sama rusia.
    gue yakin si uncle Trump …..ret akan lari terkencing kencing ( tanpa melibatkan anggota NATO )

Tinggalkan komentar