Rusia Larang Tentaranya Bawa Smartphone Saat Bertugas

Jakartagreater.com – Presiden Vladimir Putin telah menandatangani perintah yang melarang tentara Rusia membawa banyak jenis perangkat elektronik saat bertugas atau berbagi informasi dengan wartawan, dalam upaya Rusia untuk menghentikan serangkaian kebocoran memalukan tentang kemampuan militer Rusia dan operasi rahasianya, lansir Guardian.

Aturan baru ini dimaksudkan untuk memblokir penyebaran informasi tentang pergerakan pasukan dan identifikasi anggota militer.

Data yang bocor telah memainkan peran penting dalam penyelidikan yang berkaitan dengan militer Rusia, termasuk jatuhnya pesawat MH17 oleh sistem rudal BUK Rusia dan keracunan Salisbury.

Foto-foto yang diambil dari pangkalan militer dan tentara, yang kemudian diposting ke media sosial telah membantu wartawan mengidentifikasi dan melacak tersangka dalam kasus-kasus tersebut, seperti telah membocorkan data seluler dan perjalanan.

Perintah ini melarang militer yang bertugas aktif membawa smartphone atau perangkat lain yang dapat menyimpan foto, video, file audio atau geolokasi saat sedang bertugas atau selama keadaan darurat.

Aturan ketat telah dimasukkan ke dalam kode disiplin angkatan bersenjata.

Peraturan juga melarang anggota militer untuk memposting atau berbagi informasi dengan wartawan yang dapat mengungkapkan informasi tentang anggota militer dan keluarga mereka, termasuk “informasi yang memungkinkan orang lain untuk menentukan lokasi orang-orang ini selama periode tertentu”.

Foto-foto di media sosial dan catatan online yang bocor memainkan peran penting dalam penyelidikan unit militer rahasia yang dituduh melakukan pembunuhan di Eropa. Serangkaian investigasi New York Times yang mengidentifikasi unit Rusia tersebut dianugerahi hadiah Pulitzer minggu ini.

Laporan yang mengkonfirmasi kebakaran mematikan di atas kapal selam militer rahasia tahun lalu bersumber dari foto-foto bocor dari mereka yang tewas dalam tragedi itu.

Aturan baru ini memiliki kesamaan dengan undang-undang yang melarang penggunaan ponsel pintar oleh tentara, yang disahkan oleh parlemen Rusia pada tahun 2019, tetapi tampaknya lebih fokus pada menjaga informasi dari wartawan. Hukum tahun lalu ditargetkan untuk menjaga data dari intelijen asing, kata para pejabat.

Akun media sosial telah digunakan dalam sejumlah kasus untuk mengkonfirmasi korban di antara anggota pasukan Rusia di Ukraina timur dan Suriah.

Jurnalis juga telah menggunakan foto-foto dari media sosial untuk mengkonfirmasi beberapa laporan perpeloncoan di antara wajib militer.

2 pemikiran pada “Rusia Larang Tentaranya Bawa Smartphone Saat Bertugas”

  1. Sdh seharusnya bagi militer yg bertugas tidak membawa smarthphone, krn akan berakibat konsentrasinya tidak fokus.

    Tapi kalo dek lintang punya smartphone, tapi gak punya pulsa, gak punya kuota. Makanya jarang online. Bisanya online nunggu bocoran wifi tetangganya…..xicixicixicixi

Tinggalkan komentar