F-15X, Generasi Terbaru si Elang yang Tidak Terkalahkan

Jakartagreater.com – F-15EX adalah pesawat generasi 4+, yang berarti lebih canggih daripada F-15 versi lama tetapi tidak memiliki fitur stealth seperti pesawat generasi kelima F-35.

Pentagon akan mendapatkan batch pertama pesawat tempur F-15EX baru. Pembelian akan menelan biaya sebesar US$ 1,1 miliar untuk delapan pesawat baru, dan akan membeli lebih banyak lagi di tahun-tahun mendatang, lansir Bussines Insider.

Mungkin menjadi pertanyaan, mengapa Angkatan Udara AS memilih untuk membeli versi peningkatan pesawat tempur yang lebih tua daripada pesawat siluman yang lebih modern seperti F-35?. Bahkan Angkatan Udara AS terkejut mengetahui mendapatkan F-15EX, apalagi hingga berjumlah 144 unit. Nantinya F-15EX akan menggantikan versi tua F-15C / D, yang akan segera dinonaktifkan.

Boeing telah menjual berbagai versi pesawat tempur F-15 ke negara-negara seperti Kuwait dan Korea Selatan, meluncurkan varian-varian baru seiring berjalannya waktu. Penjualan luar negeri dan pengembangan upgrade terbaru menjadikan program F-15 tetap hidup, kata Anthony Capaccio dari Bloomberg.

Meskipun F-15 pertama kali muncul pada pertengahan tahun 1970-an, namun F-15 terbaru ini jauh lebih canggih daripada F-15 yang pertama kali dikirim ke USAF pada tahun 1974.

F-15X terbaru ini memiliki airframes yang lebih kuat, prosesor yang lebih kuat dan sistem kontrol penerbangan canggih. Peningkatan lainnya adalah pada radar canggih dan subsistem lain yang tidak dimiliki F-15 negara lain. Sekitar 30% dari F-15EX Amerika akan unik untuk militer AS, catat Congressional Research Service (CRS).

Menurut Air Force Magazine, “Pesawat-pesawat baru akan memiliki komputer misi yang jauh lebih kuat, tampilan kokpit baru, tulang punggung digital, dan Eagle Passive Active Warning Survivability System (EPAWSS) – sistem peperangan elektronik dan sistem identifikasi ancaman.”

Ada alasan bagus mengapa Angkatan Udara lain di seluruh dunia masih menerbangkan F-15, bahkan tanpa teknologi AS: F-15 tidak pernah kalah dalam pertempuran, yang memberi masalah cukup besar bagi musuh-musuhnya- apalagi bagi musuh yang tidak menerbangkan F-15.

Bahkan jika musuh memiliki F-15 yang sama, AS tidak perlu khawatir karena f-15 versi AS berbeda dari yang dijual kepada orang lain, kata CRS.

Upgrade F-15 juga tidak akan mengubah strategi operasional, karena F-15 akan menjadi pesawat pendukung F-35 Joint Strike Fighter, bukan menggantikannya, seperti ditulis oleh Wired Eric Adams, mengutip perbandingan dari Air Force Magazine.

F-35 bertugas memasuki wilayah udara musuh untuk mengidentifikasi dan melibatkan target, dengan teknologi sensor dan stealth yang unggul, tulis CRS.

F-35 membawa senjata di kantung internal untuk menjaga profil silumannya. Setiap F-15EX, sebaliknya, dapat membawa hampir 30.000 pon senjata udara ke udara dan udara ke darat. F-35 hanya dapat membawa 5.700 pon, menurut produsen F-35 Lockheed-Martin.

Meskipun Angkatan Udara menyebut F-35 sebagai “pemimpin medan perang,” kita bisa menganggapnya sebagai sniper dan pengintai combo Angkatan Udara AS: F-35 yang melihat musuh datang dan F-15 yang menembak jatuh musuh.

Sharing

14 pemikiran pada “F-15X, Generasi Terbaru si Elang yang Tidak Terkalahkan”

  1. Amerika kelihatannya mengupgrade F 15 menjadi semacam truk rudal terbang tapi apa boleh buat dr segi payload F 35 tdk bisa diandalkan utk mengangkut banyak rudal & kelihatannya ini menjadi sarana bg as utk mendpt banyak uang agar negara yg mengoperasikan f 15 mau mengupgrade f 15 menjadi f 15 ex selain itu tdk semua negara yg memiliki f 15 mampu membeli atau memiliki F 35

Tinggalkan komentar