Sep 102017
 

Pengungsi Rohingya di Bangladesh (UNHCR/Vivian Tan)

Jenewa – Diperkirakan 270.000 pengungsi Rohingya telah meninggalkan Myanmar dalam dua minggu terakhir untuk mencari perlindungan di Bangladesh, ujar Badan Urusan Pengungsi PBB, UNHCR, 8/9/2017.

“Kedua tenda pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh tenggara, yang menampung hampir 34.000 pengungsi Rohingya telah kelebihan penghuni, sebelum arus baru pengungsi datang. Jumlah penduduk bertambah dua kali lipat dalam dua minggu belakangan, dengan jumlah keseluruhan lebih dari 70.000 pengungsi.

Ada kebutuhan mendesak terhadap lahan dan tempat penampungan yang lebih banyak lagi,” ujar wakil UNHCR dalam sebuah catatan pertemuan untuk wartawan di Jenewa.

“Sebagian besar pengungsi adalah wanita, termasuk ibu dengan bayi yang baru lahir, keluarga dengan anak-anak. Mereka tiba dalam kondisi memprihatinkan, kelelahan, lapar dan putus asa mencari tempat berlindung,” katanya.

Pengungsi Rohingya di Bangladesh (UNHCR/Vivian Tan)

PBB memperkirakan jumlah masuknya pengungsi sebesar 300.000, naik dari perkiraan sebelumnya sekitar 120.000, kata seorang pejabat, 6/9/2017.

Organisasi Internasional untuk Pengungsi (IOM) mengatakan perkiraan pendatang baru telah meningkat pada 6 September, ketika pekerja kemanusiaan mengunjungi lebih banyak tempat penampungan dan menemukan 75.000 orang yang baru tiba di sembilan tempat.

Terdapat 130.000 orang di tenda pengungsian yang terdaftar dan tiga permukiman darurat, 90.000 di rumah warga setempat, dan hampir 50.000 di permukiman sementara baru yang muncul dengan cepat. Sejumlah orang masih mencari ruang untuk mendirikan tempat penampungan sementara,” kata IOM dalam pernyataan.

“Sebagian besar pengungsi Rohingya tiba dengan berjalan kaki, kebanyakan berjalan melewati hutan dan gunung selama beberapa hari, ribuan lagi menerjang pelayaran panjang dan berisiko di lautan Teluk Benggala,” kata UNHCR.

Sedikit-dikitnya 300 kapal tiba di Cox’s Bazar Bangladesh pada Rabu, kata IOM. (reutes/antara)

  5 Responses to “270.000 Warga Rohingya Cari Perlindungan ke Bangladesh”

  1. Bangladesh sebagai negeri leluhur Rohingya sepertinya kurang maksimal dalam mengatasi krisis ini..

    • bangladesh sendiri msh kembang kempis ekonominya apalagi ditambah pengungsi rohingnya ini @bung pragota

    • Rohingya punya sejarah di Arakan paling tidak sejak abad ke-8, kalau Bangladesh dikatakan sebagai negeri leluhur nya Rohingya, berarti Tibet Himalaya adalah negeri leluhur nya Bamar ( suku mayoritas Myanmar ). Jangan2 Bamar lah sebenar nya yg pendatang dan menjajah Rohingya Arakan, bukan sebalik nya seperti klaim Bamar bahwa Rohingya adalah immigran dari Bangladesh. Dalam sejarah ini bukan hal yg baru, ga usah jauh2 masih di Asean juga, tentang bagaimana Kerajaan Champa di aneksasi oleh Vietnam dengan proses yg panjang berabad2 lama nya saling perang memerangi hingga berakhir sekitar tahun 1832 resmi Melayu Champa dianeksasi dan dikuasai oleh Vietnam sehingga banyak Melayu Champa berhijrah dan pada hari ini keturunan nya bertebaran di Kambodja, Malaysia, Thailand selatan bahkan kabar nya juga ada yg sampai ke Aceh. Pertanyaan nya adalah kenapa banyak di Indonesia ini yg menyampaikan skenario versi pemerintah Myanmar ( Bamar ) tanpa pernah melakukan riset mereka sendiri tentang asal usul Rohingya..

  2. mana suaranya n tindakn nyata dr PBB serta ngr2 Eropa, utk mmberikn perlindungan n bantuan pangan k etnis Rohingya ini

  3. kembali ke negara asal gara2 si linggis sih pake mindahin buat tenaga kerja waktu menjajah wilayah rakhine
    suku muslim hui/panthay dan kamein anteng2 saja

 Leave a Reply