Super Hornet Block III akan Jadi Tandem Sempurna F-35C

Jakartagreater.com – Grup Boeing telah menyelesaikan pembangunan dua pesawat uji F / A-18F Super Hornet Block III. Ini adalah varian Super Hornet yang paling modern, yang akan segera dikirimkan ke Air Test and Evaluation Squadron 23 (VX-23), unit Angkatan Laut AS, yang akan menilai beberapa perangkat terbaru yang disematkan, seperti layar sentuh layar lebar atau tautan data broadband dan tabung IRST. Angkatan Laut AS telah memesan 78 Super Hornet Blok III, dan Kuwait juga memesan 28 unit, lansir Defense24.

Super Hornet Block III melakukan peluncuran resminya dari pabrik Boeing di St. Louis pada 8 Mei 2020 adalah varian jet tempur dengan sistem komunikasi dan kemampuan mendeteksi target yang meningkat secara signifikan, juga dilengkapi dengan layar sentuh multi-fungsi yang spektakuler, dengan lebar hampir setengah meter, dan tidak lagi menggunakan lima layar MFD lawas. Dua pesawat tempur akan diuji dan dievaluasi dalam unit khusus Angkatan Laut AS.

Tahun ini, pengiriman Super Hornet Block III harus dimulai, selain akan menjadi solusi penjembatan karena penundaan jet siluman F-35C, tetapi juga akan menjadi upaya Super Hornet agar tetap diperhitungkan. Boeing sepertinya tidak akan menyerah tanpa perlawanan dengan posisi yang diberikan kepada lebih dari setengah Super Hornet dan Growler yang masih beroperasi di atas kapal induk Amerika.

Kokpit Super Hornet Block III (foto : Boeing)

Pesawat tempur F / A-18F Super Hornet Blok III adalah modifikasi dari proyek Advanced Super Hornet (ASH), di mana penggunaan teknologi siluman ditinggalkan, dan lebih berfokus pada kemampuan untuk mendeteksi dan bertempur menghadapi berbagai jenis target dan jaringan tersentralisasi.

Super Hornet Block III yang baru akan dapat menerima, memproses dan mentransmisikan informasi taktis dan menerima koordinat target dari jet siluman F-35, EA-18G Growler dan pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye secara real time dan dengan resiko dideteksi musuh yang minim.

Dalam hal deteksi dan identifikasi target, Block III dilengkapi dengan radar AN / APG-79 yang dimodernisasi dengan antena AESA dan sistem pertahanan diri dari jammer AN / ALQ-214. Di bawah badan pesawat, ditempatkan tabung penjejak infra merah AN / ASG-34 IRST (InfraRed Search and Track), yang diuji pada F / A-18F standar pada awal 2016. Hal ini memungkinkan sistem optoelektronik tidak hanya menarget dan mengidentifikasi target (karena bersifat pasif sehingga tidak terdeteksi), tetapi juga mampu membidik target dengan rudal udara-ke-udara.

Namun, perubahan paling spektakuler yang dapat dilihat di kabin, di mana alih-alih menggunakan banyak layar multi-fungsi kecil, pada Block III digantikan dengan layar sentuh panorama tunggal dengan dimensi 48,3cm x 25,4cm. Solusi ini dipinjam dari program jet tempur F-15X.

Jangkauan Super Hornet dan interval perawatan, juga diharapkan akan lebih panjang. Dengan menggunakan tangki konformal pada permukaan atas lambung, memungkinkan jet tempur untuk meningkatkan jangkauan sekitar 220 km, atau durasi penerbangan 20 hingga 30 menit. Juga berkat perkuatan pada struktur, memungkin Block III untuk terbang hingga mencapai 10.000 jam, bukan 6.000 seperti saat ini

Kuwait menjadi pelanggan pertama, yang sudah mengontrak 28 pesawat baru pada pertengahan 2018. Pengiriman seharusnya sudah dimulai pada tahun 2020. Sedangkan pembeli terbesar adalah Amerika Serikat sendiri. Pada bulan Maret 2019, Angkatan Laut AS memesan 78 pesawat Super Hornet Block III dengan harga lebih dari US$ 4 miliar. Direncanakan juga untuk memodifikasi 540 Super Hornet lainnya menjadi standar Block III.

Pengembangan dan upgrade terbaru pada pesawat tempur F /A-18 E/F Super Hornet Block III menjadikannya akan tetap dioperasikan dalam waktu lama, dan akan bahu membahu bersama dengan pesawat siluman generasi kelima F-35C Lightning II.

Sharing

9 pemikiran pada “Super Hornet Block III akan Jadi Tandem Sempurna F-35C”

  1. Terkadang yg membuat heran kenapa amerika selalu berusaha memasangkan pespur gen ke 4 dgn F35 pd hal dulunya orang berfikir pespur gen ke 5 spt F 35 dibuat utk menggantikan pespur lama gen ke 4 spt f 16, f 15,F/A 18 ataupun pespur serang darat A 10 warthhog.kenyataanya amerika sekarang lbh memilih utk mengupgrade pespur lamanya ketimbang memproduksi F 35 dlm jmlh banyak.

  2. Tapi rasanya pespur gen ke 4 yg non siluman yg menjadi pasangan F 35 kelihatannya hanya akan dijadikan umpan mengingat pespur gen ke 4 akan sangat mudah dideteksi oleh sistem hanud sementara pespur siluman gen ke 5 spt F 35 bisa menjalankan misi tanpa terdeteksi dan langsung kabur jk ketahuan,tapi taktik memasangkan F 35 dan pespur gen ke 4 hanya akan berguna pd musuh yg sistem hanudnya lemah.

Tinggalkan komentar