India Ingin Kalvari Class Dilengkapi Sistem Air Independent Propulsion (AIP)

Jakartagreater.com – Kapal selam dengan Air Independen Propulsion (AIP) memastikan kapal selam bertenaga diesel elektrik mampu beroperasi lebih lama di dasar laut tanpa perlu udara luar, lansir Finacial Express.

Kapal selam Kalvari class India apabila dipasangkan dengan sistem AIP nantinya akan dapat menjalankan motor penggerak elektrik dan jaringan listriknya dengan baterai konvensional bypassed. Sistem AIP ini akan mengurangi intensitas kapal selam ke permukaan yang mengambil di udara dipermukaan untuk menjalankan mesin diesel (untuk pengisian baterai).

Seperti yang telah dilaporkan oleh Financial Express Online sebelumnya, kapal selam Kalvari class ditenagai oleh sistem propulsi diesel elektrik konvensional, dan sesuai rencana semula, dua kapal selam terakhir harus dilengkapi dengan teknologi AIP yang dikembangkan India. AIP canggih berbasis sel bahan bakar ini akan dirancang sendiri oleh DRDO India karena teknologi semacam itu dari luar negeri harganya mahal.

Dua kapal selam pertama belum dilengkapi dengan AIP, karena masih dikembangkan oleh DRDO di laboratorium darat. Sisa dari empat kapal selam P75 dijadwalkan akan diserahkan pada tahun 2022. Saat ini, sistem AIP buatan India direncanakan akan dipasangkan pada dua kapal selam pertama saat menjalani perbaikan besar.

Namun para pakar teknologi meragukan ketersediaan versi AIP buatan India yang sudah terbukti dan diproduksi dengan jaminan Quality Assurance (QA) untuk penyesuaian pada kapal selam dalam waktu dekat.

Di bawah Project P75, enam kapal selam serang diesel-electrik (SSK) Kalvari class sedang dikembangkan di Mazagon Dock Limited (MDL), dengan dukungan teknis transfer teknologi (ToT) dari Naval Group Prancis (sebelumnya DCNS).

Kalvari class adalah kapal selam diesel elektrik siluman yang dirancang untuk jangkauan yang lebih jauh saat terendam dan memiliki fitur desain canggih seperti jejak akustik, elektromagnetik, dan jejak inframerah (IR) yang sangat rendah. Dua dari kapal selam ini telah ditugaskan oleh Angkatan Laut India.

Kapal selam berkemampuan AIP memiliki keunggulan yang lebih besar dibandingkan propulsi konvensional, dengan AIP kapal selam mampu tetap terendam dibawah air tiga kali lebih lama. Ini adalah perbedaan besar dalam pertempuran laut di bawah air dan merupakan game-changer, karena membuatnya sangat sulit dideteksi musuh. Bagi kapal selam, kemampuan siluman adalah senjata utama saat melakukan misi pengintaian dan misi serangan.

Menurut seorang perwira tinggi India yang dirahasiakan, “Kapal selam India yang tidak memiliki kemampuan AIP cenderung sangat dirugikan jika dibandingkan dengan kapal selam Cina atau Pakistan yang dipasang AIP. AIP mengaktifkan kapal selam yang bersembunyi di bawah air, dapat melakukan pendekatan diam-diam dan tidak terdeteksi dekat dengan kapal perang atau kapal selam, dan bisa meluncurkan serangan torpedo dengan kemungkinan membunuh yang lebih baik. Hal ini membuat perlindungan kapal perang permukan dalam gugus tugas armada sangat rentan, karena kapal selam musuh sulit dipahami dan dapat mendekat pada jangkauan tembak torpedo sebelum terdeteksi atau diserang bahkan oleh pesawat patroli maritim P-8I terbaru. ”

Di seluruh dunia, melacak kapal selam musuh di perairan internasional adalah opsi yang dilakukan dengan penuh semangat karena berbagai alasan. Kegiatan semacam itu telah mencapai tingkat yang tinggi selama era perang dingin. Kapal perang dan pesawat patroli maritim AS secara teratur menjatuhkan sonar pelampung untuk melacak kapal selam Soviet. Tujuan dari manuver semacam itu biasanya untuk pengumpulan elektromagnetik (EM) yang unik dan jejak akustik kapal permukaan dan kapal selam untuk memperbarui atau menambah pengumpulan data Electronic Warfare (EW). Dan ini membantu dalam mengidentifikasi sasaran dengan mudah di masa depan.

Sharing

Satu pemikiran pada “India Ingin Kalvari Class Dilengkapi Sistem Air Independent Propulsion (AIP)”

  1. Sungguh ironis ketika india mendpt bantuan perancis utk membangun kasel sementara pakistan yg termasuk musuh india jg mendpt bantuan perancis dlm mendptkan teknologi kasel.tapi apa boleh buat india sendiri pernah mendpt serangan terburuk dr kasel pakistan yaitu ktk pns Hangor yg termasuk kasel buatan perancis berhasil menenggelamkan kapal frigat india ins khukri & menewaskan lebih dr 190 pelaut.

Tinggalkan komentar