India Kaji Keterlibatan Global untuk Produksi 114 Pesawat Tempur

Jakartagreater.com – Angkatan Udara India (IAF) akan membentuk skadron kedua dari Pesawat Tempur Ringan (LCA) Tejas, pada akhir bulan, kata Kepala Angkatan Udara India Marsekal (ACM) R.K.S. Bhadauria pada hari Senin, 18-05-2020 dan kesepakatan “prioritas tinggi” untuk 83 jet LCA-MK1A diharapkan akan ditandatangani dalam tiga bulan ke depan, dirilis Thehindu.com.

India menekankan pada upaya untuk beralih ke produksi dalam negeri sebanyak mungkin, ujar Marsekal (ACM) R.K.S. Bhadauria sambil mengatakan tantangannya adalah agar industri dalam negeri mengejar ketinggalan yang ada.

“Kami akan mendapatkan LCA pertama dalam standar Final Operations Clearance (FOC) minggu depan. Kami juga menargetkan pembentukan skadron LCA kedua sebelum akhir bulan.

Kami telah melakukan kebangkitan skadron tetapi induksi pesawat dan pelantikan terhenti karena COVID, ”kata ACM Bhadauria dalam interaksi eksklusif dengan The Hindu.

Tender untuk Pesawat Tempur

Pada tender 114 pesawat tempur yang akan dibangun di bawah Make in India, ia menyatakan bahwa itu adalah “kelas fighter” yang berbeda dari LCA yang akan dibangun di India dan tidak diimpor.

Marsekal (ACM) R.K.S. Bhadauria mengatakan respon dari pihak luar negeri terhadap tender tersebut dianalisis setelah yang mereka akan pergi ke pemerintah untuk grant of Acceptance of Necessity (AoN). “Kami akan menyelesaikan jalan ke depan terhadap tender 114 jet tempur.”

Satu pemikiran pada “India Kaji Keterlibatan Global untuk Produksi 114 Pesawat Tempur”

  1. Bertepatan dengan India yang baru saja mengesahkan UU Industri Pertahanan Dalam Negeri, dimana Investor Asing mendapatkan peningkatan kepemilikan usaha dari 49% menjadi 74%, ditambah dengan banyaknya insentif dari potongan pajak, libur pajak, hingga penerimaan keuntungan dari negara tentunya akan menarik masuk perusahaan pertahanan kelas dunia untuk berinvestasi di India. Perusahaan seperti Boeing, Leonardo, Lockheed Martin, MBDA, Mitsubishi Heavy Industries, Northrop Grumman, SAAB dll bahkan menyambut baik kebijakan tersebut untuk menjadikan India sebagai hub industri pertahanan dunia.

Tinggalkan komentar