Venezuela Kliam Berhasil Deteksi Siluman F-22 dengan Radar Buatan China

Jakartagreater.com – Venezuela Air Defense mengklaim telah berhasil mendeteksi pesawat tempur siluman F-22 Amerika Serikat saat mendekati wilayah udaranya, lansir Defenseworld.

Sebuah radar JY-27 buatan China yang dikerahkan oleh Venezuela Air Defense dilaporkan telah mendeteksi pesawat siluman F-22 Raptor dan Venezuela mengirimkan peringatan ke jet tempur Amerika itu pada hari Selasa.

Menurut situs web Avia Pro, setelah insiden itu, tentara Venezuela mengeluarkan peringatan kepada Angkatan Udara AS pada 12 Mei bahwa pihaknya siap menembak tanpa peringatan pada pesawat AS mana pun jika mencoba melanggar wilayah udara Venezuela.

F-22 telah berusaha untuk melanggar perbatasan Venezuela dengan “cara provokatif,” rilis situs web Avia Pro mengutip dari sumber militer yang tidak disebutkan namanya.

Situs web itu mengatakan bahwa radar yang mendeteksi pesawat tempur terbaik Amerika Serikat itu adalah jenis radar JY-27 buatan Cina.

Radar peringatan dini jarak jauh tipe JY-27 buatan Tiongkok ‘Wide Mat’diklaim mampu mendeteksi pesawat siluman hingga radius 500 km. Pada Februari 2016, radar melacak F-22 yang sedang dalam perjalanan ke Korea Selatan dari Jepang, klaim media Cina. Namun laporan lain mengatakan pelacakan jet siluman itu dikarenakan adanya tangki bahan bakar eksternal pada F-22 yang diperlukan untuk melakukan perjalanan panjang.

Cina telah mengungkapkan radar di pameran udara Zhuhai 2016. Disebut JY-27A 3-D, ini adalah radar active phased array – Very High Frequency (VHF). Radar VHF, dengan gelombang yang lebih panjang yang mampu yang mendeteksi pesawat siluman.

Radar dikatakan telah dijual ke beberapa negara termasuk Venezuela dan Pakistan. Jika deteksi F-22 oleh Venezuela terbukti, maka itu adalah berita buruk bagi militer AS yang telah mengembangkan siluman F-22 dan F-35, yang membanggakan kemampuan siluman, dan membuat radar musuh tidak akan dapat mendeteksi pesawat-pesawat ini sampai terlalu terlambat untuk menghindari serangan.

Radar JY-27A 3-D dipasang pada platform mobile yang memungkinkannya berpindah cepat setelah mendeteksi pesawat musuh, sehingga dapat menghindari serangan balasan.

Dilaporkan Venezuela telah memesan hingga 9 unit radar JYL-1 long range 3D air surveillance dari Cina mulai tahun 2006. Namun, tidak ada informasi apakah Venezuela telah memperoleh radar 3D JY-27 yang lebih modern. Namun demikian, Cina dikenal kerap menggunakan peralatan pertahanan canggihnya untuk pengujian di negara-negara sahabat.

China telah mengkonfirmasikan terobosan besar dalam teknologi radar dengan pengembangan radar JY- Very High Frequency (VHF) yang secara khusus menandai jet tempur F-22 dan F-35 seperti dalam pandangannya. Mungkin ingin menguji radar secara luas di wilayah di mana ada pergerakan pesawat – pesawat AS.

Sharing

17 pemikiran pada “Venezuela Kliam Berhasil Deteksi Siluman F-22 dengan Radar Buatan China”

  1. Klo memang betul ya alhamdulillah… Pesawat gen 5,6 dst selalu ada antidotnya ( radar anti siluman) meskipun tdak semua negara punya.. Setidaknya ada bukti pesawat siluman itu tidak ada atau hanya ada bagi negara militer terbelakang.. Jadi Indonesia ndak perlu pesawat siluman radarnya aja diperkuat buat deteksi pesawat siluman seperti Vera NG yg sudah punya, beli ini punya china juga ok… Pesawat siluman terlalu mahal harga +perawatannya banyakin aja pesawat su 30 beli su 35,f16 dll sudah cukup… Dan pesawat siluman cocoknya untuk negara agresor seperti as dan konco2nya.. China dan russia hanya sebagai pengimbang saja..

  2. Sumbernya Avia pro, kwkwkwkwk
    Inimah situs web maniac Rusia ,

    Ini yg kemarin bilang su57 gk terdeteksi juga, mau lewat turki gk di kasih ijin, gk berani lewat, terus memutar lewat irak, di bilang tidak terdeteksi, kwkwkwkwk
    terus Donald cook kena jamming di laut hitam, padahal tidak terjadi apa2

    Pemilik situsnya dari Rusia, ya tentu saja bisa asal klaim,

    Saya juga bisa klaim, Rusia letoy sudah tidak waras, sumbernya dari AVIAN Pro, kwkwk

  3. Tdk terlalu penting soal sumber pemberitaannya dr mana lagipula yg diberitakan disini adlh radar buatan cina yg sdh pasti tdk memberikan keuntungan apapun kpd pihak rusia selain itu apa sdh ada konfirmasi kalau situs berita AVIAN Pro memberitakan berita yg tdk benar hanya karena berasal dr rusia.dan satu hal kenapa yg memberitakan hal ini adlh situs berita milik rusia bukannya cina?

  4. Kwkwkwkwk, berita itu harus benar, dari mana sumbernya, kredibilitas nya juga harus di verifikasi, jangan kaya si tukang hoax rusia letoy yg asal mangap congornya, giliran di tanya sumbernya, ealah ………, Malah dari film, kwkwkwkwkk

    Super duper geblek kalau gitu, xixixixixix

  5. Makanya Russia tidak terlalu panik dan terburu-buru produksi massal SU 57. Antidot F-22 dan F-35 sudah diketahui Russia dan China.
    Bahkan Jerman pun gak mau beli F-35 cukup Super Hornet saja..

    Russia memang strongg bingitt…wekwekekkekekek…

  6. kok pada goreng berita gak jelas gitu yah ? terus pake semua alasan yng kelihatan keren. F-22 dan F-35 juga mah gak selalu non stop brkondisi siluman, kalo gak perang. Ngapan gitu… Tanki konformal, snjata external, dll bahkan bisa di buat justru spy terlihat. Venezuela msh mikir2 apa dia tertipu oleh AS apa gak, malah netizen nya yang berpesta hoax. Bedakan berita propanda dan berita make sense, baik dari AS, Rusia, China atu semua media proxy nya…

Tinggalkan komentar