Lockheed Martin Lanjutkan Produksi Pod Sniper ATP untuk Indonesia

Jakartagreater.com – Lockheed Martin akan tetap meneruskan produksi perangkat pembidik presisi SNIPER ATP, tabung IRST (Infrared Search and Track) dan perangkat navigasi Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night yang merupakan pesanan beberapa negara, termasuk Indonesia, lansir Defense.Gov.

Pada tahun 2017, Indonesia dilaporkan akan mengakuisisi Advanced Targeting Pod SNIPER untuk melengkapi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon sebagai bagian dari perjanjian perdagangan dan investasi senilai US$ 10 miliar yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Perjanjian itu ditandatangani pada 21 April 2017 oleh Wakil Presiden AS Mike Pence.

Tidak disebutkan berapa banyak pod yang akan dibeli, namun dari beberapa pemberitaan, Indonesia kemungkinan akan membeli 16 unit SNIPER. Lockheed juga menolak untuk mengungkapkan berapa nilai kontrak dan jumlah pod SNIPER yang akan dibeli Indonesia.

Sniper Advanced Targeting Pod memberikan jet tempur F-16 peningkatan deteksi, identifikasi dan pengintaian stabil secara terus menerus untuk semua misi target pada jarak jauh.

Pod Sniper juga memungkinkan F-16 untuk memberikan dukungan serangan udara jarak dekat kepada pasukan darat, dengan menjatuhkan beragam amunisi dan bom presisi ke target musuh.

Belum diketahui juga apakah pod SNIPER ini nantinya akan dipasangkan ke pesawat tempur F-16A/B Block 15 atau ke pesawat tempur F-16C/D Block 52.

Sharing

Tinggalkan komentar