342 Putra NTT Lolos Tes Prajurit TNI AD

Kupang, Jakartagreater.com  – Sebanyak 342 Putra Nusa Tenggara Timur (NTT) lolos dalam sidang pemilihan Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020, Sub Panpus Korem 161/Wira Sakti. Mereka yang lolos ini berhak mengikuti pendidikan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karir (Secata PK) TNI AD Gelombang I tahun 2020 di Rindam IX/Udayana, dirilis Situs TNI AD, Selasa, 26-5-2020.

Hal ini disampaikan Kapenrem 161/Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta, dalam rilisnya di Kupang, NTT. Sidang pemilihan Cata PK TNI AD gelombang I Tahun 2020 Sub Panpus Korem 161/Wira Sakti, dilaksanakan tanggal 18 dan 19 Mei 2020, dipimpin Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman.

Baca Juga:

Angkatan Laut Filipina Juga Incar Rudal Brahmos

Jet Latih Produksi Taiwan Jalani Uji Coba

Latihan Perang KRI Sultan Hasanuddin & Kapal Jerman

“Setelah mengikuti rangkaian tahap seleksi, dari 2.549 orang peserta, sebanyak 342 orang dinyatakan lolos tes Prajurit TNI AD, dan akan mengikuti Pendidikan Secata PK TNI AD Gelombang I tahun 2020 di Rindam IX/Udayana,” ujar Mayor Inf Arwan Minarta.

Kapenrem Mayor Inf Arwan Minarta menjelaskan penekanan Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto pada sidang pemilihan Cata PK TNI AD Gelombang I ini adalah :

  1. Sidang Pantukhir secara efektif guna mengurangi resiko terhadap penyebaran virus Corona.
  2. Terapkan protokol pencegahan virus Corona dengan jaga jarak, selalu cuci tangan dan gunakan masker selama kegiatan.
  3. Melaksanakan pemilihan dengan teliti dan cermat sehingga calon yang terpilih benar-benar berkualitas dan memenuhi persyaratan.
  4. Berpedoman kepada jumlah alokasi yang telah ditetapkan oleh Pimpinan TNI AD.
  5. Memberikan penjelasan kepada calon yang tidak lulus dengan baik, sebagai bahan evaluasi yang bersangkutan untuk perbaikan bila ikuti seleksi kembali.
  6. Memberikan penekanan kepada calon yang lulus untuk menjaga kesehatan sampai dengan pelaksanaan pembukaan pendidikan.

Kegiatan penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2020 ini dilaksanakan sejak bulan Februari 2020 dan telah mengalami beberapa kali penundaan, akibat dampak merebaknya penyebaran virus Corona.

Sharing

Tinggalkan komentar