Pengaktifan Sistem Rudal S-400 Turki, Tertunda

Jakartagreater.com  – Turki berkomitmen secara prinisp dengan rencana yang diumumkan sebelumnya untuk mengaktifkan sistem pertahanan Rudal S-400 buatan Rusia yang diperoleh tahun lalu, meskipun ada penundaan operasional karena sejumlah masalah, ujar juru bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin seperti dikutip oleh France 24, dirilis Sputniknews.com, Rabu, 27-5-2020

Berbicara dalam sebuah wawancara, juru bicara Presiden Turki menyebut pandemi COVID-19 telah menunda masalah aktivasi, yang seharusnya dijadwalkan awalnya April 2020, dan menegaskan kembali niat negara untuk melanjutkan langkah tersebut.

“Karena virus COVID, semuanya tertunda tetapi pada prinsipnya kami berpegang teguh pada perjanjian kami tentang S-400 seperti sebelumnya,” kata Ibrahim Kalin.

Menurut pejabat itu, Turki siap bekerja dengan negara-negara lain untuk menghilangkan segala kekhawatiran keamanan yang “mungkin mereka miliki tentang S-400 yang kompatibel atau tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO.”

Juru bicara resmi Turki dikutip oleh agensi itu juga menggemakan pernyataan sebelumnya oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan bahwa Turki juga akan membeli sistem Rudal Patriot AS.

Untuk sementara, belum ada komentar resmi dari pemerintah Turki mengenai alasan keterlambatan aktivasi sistem S-400, dan sejauh mana pandemi COVID-19 mungkin terkait dengan masalah ini, beberapa pengamat menilai Turki sengaja menunda mengaktifkan Rudal.

Langkah itu bisa menjadi taktik, mereka percaya, untuk mencoba dan memperbaiki keretakan antara Ankara dan Washington terkait pembelian sistem Rusia, di samping masalah lain. Pada 30 April 2020, David Satterfield, utusan AS ke Turki, mengatakan bahwa pemerintah Turki akan mendorong dirinya ke arah terkena sanksi jika mereka meneruskan pengaktifan S-400.

Kami membuat posisi kami cukup eksplisit kepada Presiden Erdogan, untuk semua kepemimpinan senior Turki, dan itu adalah terkait operasi sistem S-400 memaparkan Turki pada kemungkinan sangat signifikan mendapatkan sanksi dari Kongres, baik yang mengajukan undang-undang CAATSA, dan tambahan sanksi legislatif yang berdiri bebas, ” ujar David Satterfield saat pertemuan online yang diselenggarakan oleh Dewan Atlantik.

Sebelumnya, Presiden Turki Erdogan berjanji bahwa sistem S-400 akan dioperasikan oleh Turki.

Sharing

Tinggalkan komentar