Militerisasi Ruang Angkasa Bisakah Dihentikan ?

Beijing, Jakartagreater.com  – China menyerukan kepada negara-negara yang telah menciptakan unit militer ruang angkasa untuk mencegah ruang angkasa menjadi medan pertempuran internasional baru, ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Cina, Ren Guoqiang, 29-5-2020, dirilis Sputniknews.com.

“Beberapa negara telah menciptakan pasukan militer antariksa, dengan dalih mencegah ancaman datang dari negara lain, tetapi pada kenyataannya sedang mengejar keunggulan militer di luar angkasa”, ujar Ren Guoqiang pada acara wawancara. “Kami menyerukan negara-negara ini untuk mematuhi pendekatan yang masuk akal dan bertanggung jawab, mencegah ruang angkasa menjadi medan pertempuran baru, dan untuk bersama-sama melindungi perdamaian berkelanjutan di ruang angkasa”.

Menurut juru bicara itu, intensifikasi aktivitas militer di ruang angkasa beresiko “memicu perlombaan senjata di ruang angkasa dan di masa depan dan secara negatif mempengaruhi stabilitas strategis global”. China memantau dengan cermat setiap tindakan seperti itu, sebagaimana dinyatakan oleh juru bicara itu.

Ren Guoqiang menegaskan kembali bahwa Cina secara konsisten menekankan penggunaan ruang angkasa secara damai dan sangat menentang upaya apa pun untuk militerisasi.

Pada 18 Mei 2020, Jepang meluncurkan unit ruang angkasa pertama dari pasukan pertahanan diri Jepang dengan misi yang dinyatakan untuk memantau ancaman terhadap satelit negara itu. Sementara Pasukan luar angkasa AS didirikan Desember lalu.

Sambil mengibarkan bendera pasukan ruang angkasa dalam upacara resmi pada 15 Mei 2020, Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengatakan bahwa unit itu hadir sebagai tanggapan terhadap negara-negara pesaing yang telah memilitarisasikan ruang angkasa.