Kontra Intelijen Perang Cyber & Proxy

Seiring dengan pesatnya teknologi informasi, aliran data strategis harus diwaspadai dengan hadirnya aplikasi gratis yang begitu mudah bagi pengguna untuk memberikan data strategis miliknya, tanpa disadari. Era perang proxy menuntut kejelian intelijen untuk menutup celah-celah tersebut.

1. Informasi Geospasial/Topografi
Tawaran aplikasi sketchup dengan sayembara membuat 3D gedung-gedung kota-kota di dunia digenerate dari gambar citra satelit perlu diwaspadai. Dengan data geospasial tersebut, pihak tertentu dengan mudah merencanakan dan mengenal medan perkotaan maupun perbukitan, melakukan measurement logistic route, heavy vehicle movement dan sebagainya, dalam perang kota maupun perang di medan perbukitan, dengan mencari bunker/shelter alusista dengan cara memasukkan string bentuk spesifik senjata tersebut terhadap hasil citra satelit.

2. Data Pribadi
Data pribadi yang dapat diakses melalui smartphone dan media social memungkinkan untuk dipakai sebagai raw data analisis:
1. Potensi kekuatan ekonomi
2. Psikologi sosial
3. Pertahanan
4. Hak-hak intelektual & blue print
5. Penyadapan tokoh-tokoh penting; perlu diwaspadai penyadapan kepada ahli-ahli teknologi pertahanan (PT.DI, PAL, LAPAN, KFX-IFX). Data-data yang diperoleh dari media social, dengan mudah diubah menjadi angka-angka statistic dan diagram kesimpulan.

*Kiriman dari I Azhar, sebagai bahan diskusi.

Leave a Comment