Rusia Beli Batch Baru Pembom Tempur Su-34

Jakartagreater.com – Angkatan udara Rusia akan membeli batch baru pesawat bomber tempur Su-34. Pesawat tempur dua kursi bermesin ganda ini akan menggantikan pesawat pembom Su-24 Rusia yang menua, lansir Forbes.

Kremlin pada akhir bulan Mei membuat kontrak dengan divisi Sukhoi dari United Aircraft Corporation untuk membangun 76 pesawat pembom Su-34 baru, dengan kecepatan produksi 8 – 14 pesawat pertahun hingga 2027. 76 pesawat Su-34 seharusnya cukup untuk melengkapi dua resimen udara.

Basic pembom Su-34 berasal dari pesawat tempur Su-27, tetapi menambahkan kokpit dua orang dengan tempat duduk berdampingan. Su-34 dapat menyerang sasaran sejauh 600 mil dengan mengangkut 12 ton bom dan rudal, termasuk rudal udara-ke-udara.

Su-34 supersonik dipersenjatai dengan meriam 30 milimeter. Dilengkapi radar multi-mode dan pod peperangan elektronik Khibiny. Pesawat yang harganya sekitar US$ 40 juta, kira-kira analog dengan F-15E Angkatan Udara AS.

Su-34 yang baru merupakan varian Su-34M yang ditingkatkan dengan interface khusus untuk pod baru yang dapat membawa tiga sensor berbeda. Pod UKR-RT sebagai perangkat electronic search measures. UKR-OE adalah pod kamera. Sedangkan pod UKR-RL adalah synthetic-aperture radar untuk melihat target saat kondisi cuaca buruk.

Direktur jenderal UAC Yuri Slyusar mengatakan kepada TASS bahwa Su34M memiliki kemampuan berlipat ganda daripada varian pembom Su-34 basic.

Bahkan Su-34 yang lebih tua merupakan perbaikan dari pesawat Su-24 era 1970-an. Su-24 tidak dilengkapi senjata dan kemampuan untuk menyerang pesawat tempur musuh. Sebaliknya, Su-34 dapat melindungi dirinya dari ancaman pertempuran udara. “Ini adalah pesawat generasi baru yang dapat melakukan tugas tempur dan pemboman,” kata seorang ahli yang tidak disebutkan namanya kepada Izvestia.

Kremlin pernah mengirimkan pesawat pembom tempur Su-34 ke Suriah pada November 2015. “Dengan peran aktif yang dimainkan angkatan udara Rusia di Suriah, tidak diragukan lagi bahwa pengalaman juga termasuk dalam modernisasi Su-34,” kata Samuel Bendett, seorang peneliti di Pusat Analisis Angkatan Laut dan rekan studi Rusia di American Foreign Policy Council.

Batch baru Su-34 ini adalah batch ketiga keseluruhan dari total pembelian Su-34 Rusia. Angkatan Udara Rusia memerintahkan batch pertama 32 unit Su-34 pada 2008. Batch kedua 92 pada tahun 2012. Mempertimbangkan kerugian kerusakan atau kehilangan, pada 2030 angkatan udara Rusia dapat mengoperasikan hampir 200 pesawat Su-34.

Angkatan udara pada tahun 2020 masih memiliki sekitar 275 Su-24. Rusia juga masih memiliki beberapa ratus pesawat Su-24 lama.

Sharing

6 pemikiran pada “Rusia Beli Batch Baru Pembom Tempur Su-34”

  1. SU-34 memang Stroongg Bingiiit
    Beda dng pespur AS yg cuma dr kalung biskuit kong guan, makanya gampang nyungsep……..xicixicixicixi

    Meweeek lg nih si tukang roti bantat alias si lintah meweekk cirit biriiitt bolu…bbbbolu…bolu…xicixicixi

      • Si tukang roti kelas PAUD ngoceh lg. Hbs babak belur ngomongnya ngelantur….xicixicixicixicixi
        Ilmumu blom nyampe ya dek lintah meweek cirit biriit. Kamu cuma taunya bikin roti bolu bbbolu bolu pake kompor jadul baran atas_-bawah……xicixicixicixi

    • Mau ngebom siapa? Negara mana yang mau dibom? Tidak ada satu pun negara yang mau dibom.

      Punya pesawat bomber hanya akan membuat kita jadi arogan dan lupa diri melanggar aturan internasional tentang batas-batas negara dan tidak merespek kehidupan bertetangga yang baik.

      Daripada punya pesawat bomber lebih baik punya serangkaian peluru kendali baik dari jenis jelajah maupun balistik jarak jauh. Walaupun peluru kendali itu kemungkinan besar tidak akan diluncurkan tapi sudah cukup memberi efek gentar.

Tinggalkan komentar