Rahasia Pisau Komando, Didesain Khusus Tangani Gengster Shanghai

Pisau komando, salah satu senjata tajam yang digunakan pasukan khusus di sejumlah negara ternyata memiliki keistimewaan baik dari sisi sejarah dan fungsinya. Senjata yang digunakan sebagai penunjang personel pasukan khusus itu sejatinya memiliki fungsi yang sangat diandalkan namun terlihat biasa.

Bentuk pisau komando juga biasa digunakan personel Kopassus itu juga dapat ditemui di wilayah Kopassus seperti Cijantung, Jakarta Timur dan Pantai Permisan Cilacap, Jawa Tengah. Lokasi tersebut menjadi tempat pembaretan prajurit Kopassus.

Pisau komando seperti yang terlihat di logo Kopassus tersebut punya ciri khusus, yakni memiliki dua mata bilah. Tentunya dua sisi yang tajam tersebut memiliki fungsi tersendiri disbanding pisau-pisau militer lainnya.

Dalam sejarahnya, pisau komando tersebut sangat fenomenal saat perang dunia kedua. Fairbairn & Sykes merupakan dua orang yang disebut-sebut merancang desain pisau tersebut.

Baca Juga:

Rusia Pasang Satelit Peringatan Dini Serangan Rudal

Sosok Teddy Kardin Empu Andal Pisau Militer Dunia

Selebaran anti-Pyongyang, Adik Kim Jong-un Ancam Batalkan Pengurangan Ketegangan Militer

(Pisau komando. Foto: buku Weapon, a Visual History of Arms and Armours)

Dalam buku Weapon, a Visual History of Arms and Armours, dituliskan bahwa William Ewart Fairbairn pada tahun 1930 ditugaskan menjabat sebagai kepala polisi di Shanghai, Tiongkok.

Saat itu, kota Shanghai banyak terjadi pertempuran antar geng. Para anggota geng tersebut kerap menggunakan belati jenis itu untuk menghabisi korbannya.

Fairbairn kemudian berpikir bahwa para personelnya juga harus dibekali dengan sebuah senjata beladiri jarak dekat.
Pada akhirnya bersama dengan rekannya di Kepolisian Shanghai, Eric Anthny Sykes, mereka membuat pisau berbilah dua. Pisau itu memiliki penampang yang agak sempit dan panjang.

Pisau tersebut pertama kali dirancang dengan berat kurang dari 250 gram dengan panjang keseluruhan 30 centimeter.

Sementara itu, panjang pegangannya bisa mencapai 10 sentimeter, sedangkan panjang bilah pisaunya mencapai 18 centimeter.

Pisau yang didesain Fairbairn & Sykes tersebut senjata dibuat bukan untuk mengiris, namun menusuk permukaan hingga tembus lebih dalam.

Pada masanya, pisau Fairbairn & Sykes itu didesain agar mampu menembus sela-sela tubuh di bagian tulang iga sehingga bisa langsung menusuk jantung.

Selain membuat pisau, Fairbairn dan Sykes juga menciptakan teknik beladiri dengan pisau buatannya itu. Teknik beladiri itu diberi nama Defenfu System.

Setelah tugas Fairbairn selesai, dia kemudian kembali ke Inggris dan mendapatkan tugas untuk melatih Defendu System kepada para anggota pasukan khusus Inggris.

Hingga pada akhirnya, saat Perang Dunia II pecah, Amerika Serikat kemudian mempersiapkan militer, sementara Fairbairn ditugaskan untuk memperkenalkan pisau ini kepada Office of Strategic Services (OSS), agen intelijen AS di masa Perang Dunia II.

Menurut pihak AS, pisau buatan Fairbairn tersebut sangat efektif digunakan agen intelijen. Pisau Fairbairn & Skyes kemudian menjadi idola di kalangan pasukan khusus dunia.

Sharing

Tinggalkan komentar