Filipina Lebih Pertimbangkan Helikopter Serang dari Turki

Jakartagreater – Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana pada hari Rabu mengatakan pemerintah Filipina sedang mempertimbangkan untuk membeli helikopter serang dari Turki.

Dalam sebuah wawancara televisi, Lorenzana mengatakan helikopter serang dari Amerika Serikat mahal, dan Filipina tidak mampu membeli aset-aset itu terutama pada saat terjadinya krisis kesehatan, lansir GMA.

“Saya tidak tahu apakah kita mampu membayar itu (helikopter serang AS) sekarang karena pandemi ini. Kami menyalurkan banyak dana untuk melawan COVID …” kata Lorenzana kepada CNN-Filipina.

Menurut Lorenzana, pihaknya sedang menganalisa lebih lanjut helikopter serang buatan Turki, dan belum menandatangani kontrak dengan Turki karena sedang memastikan apakah helikopter itu sesuai dengan yang dibutuhkan Filipina.

Pada 30 April, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan persetujuan kemungkinan Foreign Military Sale kepada pemerintah Filipina, yang mencakup enam helikopter serang Apache AH-64E dan peralatan militer terkait dengan perkiraan biaya US$ 1,5 miliar.