Indonesia Tandatangani Kontrak Pembukaan untuk Fregat Iver Huitfeldt

Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Indonesia dilaporkan telah menandatangani kontrak pembukaan yang membuka jalan bagi Indonesia untuk mendapatkan fregat pertama dari Denmark, lansir Jane’s.

Kontrak ditandatangani pada 30 April di hadapan perwakilan dari Departemen Pertahanan Indonesia, pembuat kapal PT PAL, dan PT Sinar Kokoh Persada, agen Indonesia untuk perusahaan Odense Maritime Technology (OMT) Denmark.

Baca Juga:

Spetnaz Rusia Kini Banyak Menggunakan Perlengkapan Buatan Barat

Mengenal Kapal Selam Tenaga Nuklir Terbaru Rusia

Rusia Upgrade Helikopter Ka-52M dengan Rudal Jelajah Baru

Menurut Jane’s yang mengutip dari sebuah sumber, kontrak tersebut juga mencakup pengaturan pembagian workshare setelah kontrak aktual untuk fregat pertama terwujud.

Seperti dilaporkan oleh Janes pada bulan Maret 2019, Indonesia semakin tertarik pada fregat Iver Huitfeldt class, yang memiliki tiga fregat yang dalam pelayanan dengan Angkatan Laut Denmark. Indonesia dilaporkan membutuhkan dua fregat kombatan varian Iver Huitfeldt.

Beberapa waktu lalu terbit pemberitaan yang menyatakan Menteri Pertahanan Indonesia saat itu Ryamizard Ryacudu, dan sekretaris kabinet menyatakan kepada Janes, fregat Iver Huitfeldt class sebagai salah satu fregat yang memiliki “kemampuan tempur yang andal, dan dapat beroperasi di kondisi ekstrim zona ekonomi eksklusif Indonesia ”.

Fregat Iver Huitfeldt memiliki berat penuh 6.600 ton, dan ditenagai oleh empat mesin diesel MTU 20V 8000 M70 dalam konfigurasi kombinasi diesel dan diesel (CODAD), memberikan kecepatan tertinggi sekitar 28 knot.

Sharing

11 pemikiran pada “Indonesia Tandatangani Kontrak Pembukaan untuk Fregat Iver Huitfeldt”

    • Kontrak pembukaan itu baru prolog, semacam ngobrol kosong diwarung kopi walau materi pembahasan dibicarakan biasanya banyak digunakan kata “seandainya besok jadi” dan “kalau” atau “harapannya” serta “semoga” dan kata paling akhir adalah “semua tergantung nantilah”……dst dst…
      Oh ya ini kapal perang ada dilengkapi rudal yang banyak ndak ya mengingat bodynya lumayan besar, barang besar di lautan mudah dijadikan target jadi kalau hanya senapan mesin manual dan meriam 76 mm saran saya buat saja LPD yg banyak malah multipurpose bisa dipasangi howitzer besar, beberapa kendaraan roket multilaras dan bisa angkut2 secara massive penumpang.

      • Ya mungkin uu imbal dagang dll yg mbulet berlaku produk russia.. Klo produk barat si bebas..kita berpikir positif aja tot dpt banyak, kerupuk, karet, sawit dll diterima denmark…Klo su 35 terlalu strong lah ga bisa didekte sma tetangga2 deket makanya bnyak ga suka..

  1. Iver ni kan termasuk buatan barat bukan timur harusnya aman2 saja.. Kecuali Indonesia ga punya duwit, denmark tiba2 membatalkannya, trump tiba2 kesel dg denmark kemudian muncul caatsa 2 hehehe, klo masalah TOT itu tergantung kesepakatan, menurut gue iver ni kurang garang harusnya vls 64 biji 16 diantaranya buat kalibr, yakhont..

Tinggalkan komentar