Spetnaz Rusia Kini Banyak Menggunakan Perlengkapan Buatan Barat

5c02555215e9f933fe7c9d9a

Jakartagreater.com – Pasukan khusus Spetsnaz yang terkenal di Rusia memiliki tradisi yang panjang dan membanggakan. Selama ini pasukan khusus itu menggunakan pakaian dan peralatan khas Rusia, dengan skema kamuflase, peralatan dan helm yang langsung dapat dikenali. Namun kini, Spetnas semakin terlihat mengenakan pakaian dan peralatan buatan Barat, termasuk dari Amerika, Prancis dan Italia, lansir Forbes.

960x0

Ilustrasi pasukan khusus Vympel Rusia (image : Forbes)

Baca Juga:

Indonesia Tandatangani Kontrak Pembukaan untuk Fregat Iver Huitfeldt

Mengenal Kapal Selam Tenaga Nuklir Terbaru Rusia

Rusia Upgrade Helikopter Ka-52M dengan Rudal Jelajah Baru

Gambar di atas menunjukkan anggota tim penyelam ‘Vympel’ Rusia yang mengenakan perlengkapan terbaru. Vympel adalah salah satu unit pasukan khusus FSB (Federal Security Service – KGB modern) terkemuka. Satu-satunya peralatan yang dikenal sebagai Rusia, selain lambang bendera di helmnya, adalah senjata. Magasin di kantong dadanya mengungkapkan bahwa personel itu membawa senapan mesin ringan Viyaz-SN. Ini adalah senjata kaliber 9mm berdasarkan dari senjata Kalashnikov yang terkenal.

Peralatan buatan Barat bahkan mengganti peralatan buatan Rusia yang sebelumnya sangat berpengaruh. Selama Perang Dingin, Rusia mengembangkan serangkaian alat bantu pernapasan yang masih digunakan di banyak negara. Tetapi penyelam Spetsnaz modern sebagian besar telah meninggalkan peralatan buatan Rusia dan menggantinya dengan produk Barat.

Mungkin tidak jelas bagi mata yang tidak terlatih, tetapi gesper di pundaknya memperlihatkan itu adalah alat bantu pernapasan Amphora Prancis. Ini adalah sistem rebreather yang berarti udara diedarkan tanpa melepaskan gelembung, sehingga lebih tersembunyi daripada perlengkapan selam untu sipil. Ini terkait erat dengan sistem FROG yang digunakan oleh pasukan khusus Prancis sendiri termasuk Commando Hubert.

Peralatan ini dipasok ke Rusia saat akan berlangsungnya Olimpiade Musim Dingin Sochi pada tahun 2014. Selain itu Rusia juga mengimpor rebflowerer CDV Pro OMG / Siel MK4 buatan Italia.

Terlihat juga klip rilis cepat yang tergantung di antara kedua kakinya. Perangkat itu biasanya digunakan untuk memasang penyelam ke kendaraan bawah air Rotinor Propulsion Vehicle (DPV) buatan Jerman.

Spetsnaz diketahui mengoperasikan kendaraan bawah air Divejet 414 dan Black Shadow 730 yang lebih besar dari Rotinor. Diketahui kendaraan itu dilengkapi dengan perangkat navigasi DON MK5. Ini mirip dengan model Mistral Edge Compact buatan Amerika Serikat. DPV ini sama dengan yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Special Operations Command (SOCOM) untuk SEAL Angkatan Laut AS.

Menjelang Olimpiade Sochi memberi Rusia akses pasar pasukan khusus Barat. Karena sanksi, jalur ini terputus, namun beberapa peralatan sudah dikirimkan, dan Rusia tampaknya masih bisa mendapatkan beberapa perlengkapan Barat, terutama pakaian. Selain itu pabrikan Rusia juga telah dipengaruhi oleh desain Barat sehingga sebagian besar peralatan yang diproduksi di Rusia memiliki rasa Barat yang kuat.

Bukan hanya di air di mana kemiripan peralatan dan pakaian ini terjadi. Di perang Suriah, dan mungkin Libya, pasukan khusus Rusia semakin mirip dengan pasukan khusus dari Barat. Anda akan kesulitan untuk mengidentifikasinya, kecuali pada bendera nasional, lencana unit, dan senjata. Pasukan khusus Rusia masih paling sering terlihat dengan senapan Kalashnikov family. Kemiripan bisa menjadi masalah jika Spetsnaz Rusia berkonflik dengan pasukan Barat, karena engidentifikasi teman atau lawan akan menjadi lebih sulit.

2 thoughts on “Spetnaz Rusia Kini Banyak Menggunakan Perlengkapan Buatan Barat”

  1. penyelam Spetsnaz modern sebagian besar telah meninggalkan peralatan buatan Rusia dan menggantinya dengan produk Barat.

    Mungkin tidak jelas bagi mata yang tidak terlatih, tetapi gesper di pundaknya memperlihatkan itu adalah alat bantu pernapasan Amphora Prancis.

    ——————————————————-
    Wadeh spetnas, kamu malu2in si ruskiy letoy, tapi kalau di pikir2 mana nyampai otaknya si ruskiy letoy soal ginian, dia kan anak HARAM yg baru nyari bapaknya, dengan caper dan bikin HOAX, xixixixixi

  2. Tujuannya untuk berkompetisi dgn pasukan khusus AS, agar mereka jd heran dan tak habis pikir, kalau sudah begono, apa bisa mau embargo senjata….

Leave a Reply