Setelah Insiden Berdarah, Iran Kembali Tembakkan Rudal Jelajah

Setelah terjadi insiden tragis yang terjadi pada 10 Mei lalu, yakni tenggelamnya korvet Konarak akibat tembakan rudal dari kapal perang Iran sendiri, Teheran kembali melakukan latihan penembakan rudal jelajahnya, lansir Defense24.

Latihan penembakan rudal anti kapal itu dilakukan dengan menggunakan platform peluncur dari darat dan di kapal perang.

Baca Juga:

Sekrup Lepas atau Kegagalan Komputer, Penyebab Jatuhnya Mirage 2000 India

India Kirim Batalyon Infanteri Tambahan ke Ladakh

India-Cina Memanas, Sukhoi dan J-16 Parkir di Perbatasan

Iran telah menguji coba rudal anti-kapal di perairan Samudra Hindia dan Teluk Oman. Latihan penembakan itu untuk memeriksa kemampuan rudal jarak menengah dan jarak jauh, rilis kantor berita IRNA. Menurut kantor berita Iran lainnya – Tasnim, penembakan ini terjadi sebagai bagian dari latihan militer dengan sandi nama “Martir Ramadhan”.

Rudal tersebut diklaim mampu menyerang sasaran pada jarak efektif hingga 280 km. Kemungkinan ini merupakan modifikasi dari rudal Ghadir (penyebutan pertama yang berasal dari 2011, secara resmi ditampilkan selama upacara khusus pada tahun 2014). Pada saat yang sama, pihak Iran memastikan akan meningkatkan jangkauan rudal anti kapal itu dalam waktu dekat.

Rudal ditembakkan dari peluncur berbasis darat dan dari geladak kapal perang Iran. IRNA menekankan bahwa rudal yang diuji adalah produksi dalam negeri yang dikembangkan oleh insinyur dan ilmuwan Iran, dan bekerja sama dengan Angkatan Laut Iran. Tercatat bahwa ini adalah latihan rudal pertama yang dipublikasikan dari Angkatan Laut Iran setelah insiden salah tembak pada korvey Konarak.

Sharing

Satu pemikiran pada “Setelah Insiden Berdarah, Iran Kembali Tembakkan Rudal Jelajah”

Tinggalkan komentar