Jepang Pertimbangkan Batal Tempatkan Sistem Rudal AS Aegis Ashore

Jakartagreater –  Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono mengumumkan siap menangguhkan penempatan sistem Rudal Darat AS Aegis Ashore. Penangguhan itu dengan alasan biaya proyek yang tinggi.

Dalam laporan yang dilansir dari sputniknews, Kamis 25 Juni 2020, Lembaga penyiaran publik Jepang NHK melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional dapat mempertimbangkan penggantian sistem pertahanan Rudal AS Aegis Ashore pada Oktober 2020.

Baca Juga:

Armada F-22 Raptor AS Kekurangan Mesin

Yunani dan Israel Kerja Sama Bangun Korvet Themistocles Class

Wow, Dua Carrier Strike Group AS Beroperasi di Laut Filipina

Sementara itu dalam laporan Reuters, mengutip Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono mengatakan akan mempertimbangkan untuk memperoleh senjata serangan pertama sebagai alternatif dari Aegis Ashore. Langkah itu diangap sebagai sesuatu yang sebelumnya disarankan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.

Perkembangan terjadi setelah Kono mengkonfirmasi keputusan Jepang untuk membatalkan rencana penyebaran Aegis Ashore di negara itu pada hari Kamis sebelumnya.

“Dewan Keamanan Nasional membahas masalah ini dan mencapai kesimpulan bahwa penyebaran Aegis Ashore di Akita dan Yamaguchi akan dibatalkan. Saya ingin meminta maaf yang mendalam bahwa ini telah sampai pada masalah ini,” kata Kono dalam pertemuan dengan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa.

Baca Juga:

Rusia Segera Pamerkan Tiga Jenis Sistem Pantsyr

Selain Jet Tempur, India Butuh Tank T-90 dan Kapal Selam Kilo Rusia

Pasukan Gunung India Dikerahkan, Kuasai Medan Terjal Bersalju

Pernyataan tersebut menyusul pengumuman Kono yang menyatakan, penyebaran sistem pertahanan rudal AS di Jepang tidak lagi masuk akal, karena akan menghabiskan anggaran sekitar 1,86 miliar dolar AS untuk memperbaiki masalah teknis yang ada.

Di sisi lain, Perdana Menteri Abe, mengatakan pada saat itu bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertimbangkan alternatif untuk Aegis Ashore. Menurutnya, seharusnya tidak ada celah dalam pertahanan negara tersebut. Pihaknya ingin mengadakan diskusi tentang langkah-langkah yang diperlukan.

Pemerintah Jepang pada Desember 2017 menyetujui penyebaran sistem Rudal AS di Barat Laut dan di Barat Daya Jepang menelan biaya sekitar $ 890 juta. Sistem itu diharapkan mulai beroperasi sebelum 2023 untuk mencakup seluruh negara.

Jepang saat ini dilindungi oleh 4 kapal perusak yang dilengkapi dengan sistem pertahanan Rudal AS Aegis yang membawa Rudal pencegat SM-3 serta pencegat Rudal Balistik PAC-3 permukaan-ke-udara yang dimodernisasi.

Baca Juga:

Selain Jet Tempur, India Butuh Tank T-90 dan Kapal Selam Kilo Rusia

Pasukan Gunung India Dikerahkan, Kuasai Medan Terjal Bersalju

AS Pertimbangkan Ubah F-22 ‘Latih’ Jadi Jet Tempur

Sharing

13 pemikiran pada “Jepang Pertimbangkan Batal Tempatkan Sistem Rudal AS Aegis Ashore”

  1. guee engak perlu banyak keluar ludah promOsiin ini balang,karna semua olang dah tau,system tempur termuktahir dan tercangih saat ini yang terdaulatkan.
    kalou orang miskin ya harap cuma mimpi aja dah.
    karna engak mungkin terjangkau,bahkan sekelas jepang,uea dan arab saudi juga rada keberatan dengan harganya.

  2. kalou jepang saja mungkin iya,tapi banyak negara yang cukup tertarik dengan sistem baru ini pun merasa terlalu mahal.
    jepang itu bisa dibilang cuma upgrade dan penambahan pada sistem integrasinya,karna sistem pertahanan jepang sangat sangat maju dan mutakhir.
    kalau beli semua termasuk pada sistem senjata nya,mungkin sulit membanyangkan harganya.
    karna uea saja nyerah dengan harga rudal nya saja.

  3. Ya iyalah gk masuk akal karena morotin anggaran jepang dan ini sudah berlangsung lama, pertanyaannya kenapa jepang baru sadar sekarang???? Pengerahan Aegis Ashore belum terbukti efektif dan justru memperkeruh sensitifitas kawasan, siapa bilang jepang tidak bisa membangun sendiri sistem mereka sendiri dengan kwalitas yg jauh lebih baik’ justru selama ini tanpa sadar ilmu2 teknologi jepang diporoti asu, udah di poroti duitnya ilmunya jg diporoti,,,jepang harus berani keluar dr bayang2 asu dan perlahan menjauh dr pengaruh asu, ini akan membuat jepang lebih kuat dan mengurangi sensitifitas kawasan.

  4. Jepang gak mau soalnya barangnya sdh mahal tp kagak moceeeerrr…xicixicixicixi.

    Ehhh…tp disini ada lho yg blom tau klo Destroyer AS dan Jepang dilengkapi jg dng rudal anti balistik.
    Katanya ” emang ada rudal balistik yg mau nyerang kapal.?……..xicixicixicixi

    Trus ada yg bilang kapal Destroyer itu doktrinya bisa serang darat dan laut….xicixicixicixi
    Berarti bisa donk korvet bung tomo class dibilang destroyer, sdh punya rudal anti kapal dan jg punya meriam buat ditembakkan kedarat. Yg penting bisa serang daratkan…..xicixicixicixi

    Bocah kancruutt keturunan pohon asem. Biasa terciriit biriit maksa komen jdnya.spt org stress. Klo sdh stresss langsung ganti2 nama….xicixicixicixicixi

  5. Hahahhahhhhahhhahhhhh
    sebenarnya dia lagi penasaran dengan jawaban kemarenanya karna ngegantung, cari di google engak nemu, gitu dek lintang, jadi tolong kamu kasih jawaban yang kemarenanya itu, biar ruskieeex paham, jadi bisa ada bahan ngebacot disebelah atau sama malon.
    namanya juga otak photocopy an.
    Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  6. dia bukan engak nongol dek lintang cuma komenya sudah mengunakan gen6 alias siluman(diwaring admint) jadi engak mudah terdeteksi,kalou mau baca komenya harus gunakan radar rusia.
    Hhhhhhhhhhhhhhh
    ngirim komen puluhan engak ada yang masuk, kalou ada juga sangking kesian tuh admint, dah pantang menyerah nulis komen panjang banyak pula engak masuk.
    Hhhhhhhhhhhhhhhhhh

Tinggalkan komentar