Mampukah Rafale India Mengimbangi J-16 dan J-20 Tiongkok? - JakartaGreater

Mampukah Rafale India Mengimbangi J-16 dan J-20 Tiongkok?

Jakartagreater.com – Pejabat India mengklaim pesawat tempur Rafale bisa menjadi ‘jaminan’ hasil yang menguntungkan dalam konflik di masa depan menghadapi jet tempur Tiongkok, lansir MilitaryWatch Magazine.

Baca Juga:

Serma Rama Wahyudi Gugur akibat Serangan Milisi Bersenjata

Setelah Kowsar, Iran Siap Bangun Jet Tempur Baru

Swedia Terus Asah Jet Tempur Gripen

Rafale adalah pesawat tempur generasi 4+ buatan Prancis yang pertama kali terbang pada tahun 1986, dan 36 pesawat tempur Rafale akan segera bergabung dengan Angkatan Udara India pada tahun 2025.

Rafale terkenal sebagai jet tempur canggih dengan biaya operasional dan perawatan yang rendah, selain itu Rafale dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara termodern – Meteor dan rudal SCALP.

Namun dengan segala kelebihannya, Rafale akan menghadapi berbagai kesulitan apabila secara serius bertarung melawan pesawat tempur Cina dengan sejumlah alasan.

Kontrak India untuk pembelian 36 Rafale menelan biaya sebesar € 7,8 miliar (US$ 8,721 miliar) yang luar biasa, yang mengarah pada dugaan korupsi yang meluas di dalam pemerintah India, dan memberikan pertanyaan yang sangat serius di kalangan analis militer di seluruh dunia mengenai efektivitas dengan biaya pembelian semahal itu.

Berdasarkan kontrak, India telah membayar US$ 242 juta per satu Rafale – menjadikannya yang paling mahal di dunia termasuk dengan jet tempur buatan Amerika Serikat dan Rusia yang jauh lebih berat dan lebih canggih. Tercatat Rafale berharga lebih mahal dari 50% daripada F-35A AS dan 41% lebih mahal dari F-15QA. Harga tersebut juga jauh lebuih mahal daripada pesawat tempur buatan Rusia seperti Su-57 dan pembom tempur Su-34.

Baca Juga:

Setelah Kowsar, Iran Siap Bangun Jet Tempur Baru

Sukhoi Su-30 Rusia Cegat Pesawat Pengintai AS

Maroko Segera Terima 24 Helikopter Apache AH-64E

Harga yang mahal pada Rafale bisa berarti bahwa jika Angkatan Udara India ingin memperoleh sejumlah besar Rafale, maka akan menyedot anggaran pertahanan yang sangat besar dan tidak proporsional.

Mengenai kinerja tempur, Rafale mungkin akan kesulitan apabila berhadapan dengan jajaran pesawat tempur canggih Tiongkok seperti jet siluman J-20 dan J-16 China, jet tempur yang harganya kurang dari sepertiga harga Rafale yang diimpor oleh India.

Jet tempur J-16 bahkan lebih murah, kurang seperlima yang dibayarkan India untuk Rafale. Namun J-16 tetap memiliki kemampuan yang diklaim lebih unggul. Sementara Rafale memiliki kecepatan maksimum di bawah rata-rata Mach 1.8, J-16 lebih cepat 40%, melebihi Mach 2.2.

Rafale mampu terbang keketinggian langit-langit sekitar 15 km, memberikan J-16 dengan keuntungan yang cukup besar karena dapat beroperasi di ketinggian 20 km yang jauh lebih tinggi. Mesin M88 Rafale mengeluarkan daya dorong pada 75kN, sedangkan mesin WS-10B sekitar dua kali lebih kuat dengan daya dorong diperkirakan 145-150kN. Ini memberi jet tempur China tenaga yang jauh lebih unggul dan rasio dorong berbanding berat yang lebih baik. J-16 juga lebih unggul dalam hal kemampuan daya angkut persenjataan dan jangkauannya.

Baca Juga:

Jepang Pertimbangkan Batal Tempatkan Sistem Rudal AS Aegis Ashore

Bumerang Rusia Terbakar saat Parade di Lapangan Merah

AS Khawatir Iran Beli Su-30 Rusia atau J-10 China

Varian Rafale terbaru sudah mengintegrasikan radar AESA, namun jauh lebih kecil ukurannya dari pada J-16 yang secara serius membatasi kesadaran situasional. Meskipun keduanya memiliki senjata rudal udara ke udara jarak jauh yang sebanding, Meteor pada Rafale dan PL-15 pada J-16, namun rudal China menggunakan sistem bimbingan AESA yang lebih baik daripada radar pasif yang membuatnya jauh lebih sulit untuk di jammer dan karenanya lebih dapat diandalkan.

Satu-satunya keunggulan utama Rafale, selain konsumsi bahan bakarnya yang rendah, adalah jejak penampang radar yang lebih kecil karena ukuran pesawatnya yang jauh lebih kecil, dan J-16 mengimbangi kelemahan ini dengan penggunaan lapisan penyerap radar yang canggih – sesuatu yang tidak dimiliki Rafale.

Salah satu opsi lainnya bagi India untuk mengimbangi armada pesawat tempur Tiongkok adalah pembangunan pesawat tempur generasi terbaru di dalam negeri dengan dukungan Rusia, juga akuisisi pesawat tempur MiG-35 dan jet siluman Su-57 yang harganya lebih murah dibandingkan dengan Rafale. Selain itu peningkatan pada armada Su-30MKI dengan kemungkinan integrasi radar AESA, mesin AL-41 baru dan sistem peperangan elektronik baru, diharapkan akan mampu mendongkrak kekuatan Angkatan Udara India.

Baca Juga:

Setelah Kowsar, Iran Siap Bangun Jet Tempur Baru

Sukhoi Su-30 Rusia Cegat Pesawat Pengintai AS

Maroko Segera Terima 24 Helikopter Apache AH-64E

Satu pemikiran pada “Mampukah Rafale India Mengimbangi J-16 dan J-20 Tiongkok?”

Tinggalkan komentar