Duet Rafale dan Su-30 India, Penggentar bagi Ketegangan Perbatasan

Jakartagreater –  India menandatangani kesepakatan senilai $ 8,7 miliar pada tahun 2016 dengan Prancis untuk membeli 36 Jet tempur Rafale.

Meskipun ada gangguan COVID-19, Prancis mengirimkan Jet-Jet itu pada bulan Juli 2020, dan memungkinkan Angkatan Udara India untuk mencegah ancaman udara dari China dan Pakistan, dirilis Sputniknews.com, Senin 29-6-2020.

Baca Juga:

“Permintaan Khusus” India, Prancis Percepat Pengiriman Rafale

Pesawat Tempur J-15 Mulai Beroperasi di Kapal Induk Terbaru Tiongkok

Su-57 akan Menjadi Tandem Su-35

Di tengah-tengah ketegangan perbatasan dengan China, Angkatan Udara India telah menerima beberapa persenjataan, termasuk Rudal jelajah udara-ke-darat MBDA Scalp dan Rudal udara-ke-udara Meteor, untuk Jet Tempur Rafale jelang kedatangan enam unit jet yang pertama dari Prancis pada 27 Juli 2020.

Sebelumnya hanya 4 Jet yang akan dikirim, tetapi ini meningkat menjadi 6 setelah pembicaraan antara Angkatan Udara India dan pabrikan Dassault Aviation. Pesawat-pesawat itu akan ditempatkan di pangkalan udara Ambala, yang dekat dengan perbatasan Ladakh dan Pakistan.

Ladakh adalah wilayah di mana India dan China terlibat dalam pertikaian perbatasan dengan peningkatan militer besar-besaran di kedua sisi.

Menteri pertahanan India Rajnath Singh berbicara dengan rekannya dari Prancis, Florence Parly pada 2 Juni 2020 setelah menerima laporan tentang penundaan pengiriman Jet akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Rusia Segera Pamerkan Tiga Jenis Sistem Pantsyr

Selain Jet Tempur, India Butuh Tank T-90 dan Kapal Selam Kilo Rusia

Pasukan Gunung India Dikerahkan, Kuasai Medan Terjal Bersalju

Setelah berbicara dengan Parly, Singh mengatakan: “Prancis telah menegaskan komitmennya untuk memastikan pengiriman tepat waktu pesawat Rafale meskipun ada tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.”

Jet Rafale memiliki keuntungan membawa berbagai senjata seperti Rudal udara-ke-udara Meteor MBDA dan Rudal jelajah Scalp.

“Pesawat Rafale adalah sistem tempur udara yang sangat terintegrasi, gesit dan cerdas. Ini akan memberi kita keunggulan atas Pakistan dan China ketika kita menggunakannya dalam kombinasi dengan SU-30 dan armada lainnya, ”kata Kepala Angkatan Udara India RKS Bhadauria.

Jet Rafale akan datang dengan berbagai modifikasi khusus India, termasuk helmet-mounted displays Israel, penerima peringatan radar, jammer band rendah, rekaman data penerbangan 10 jam, dan sistem pencarian dan pelacakan infra-merah.

Baca Juga:

Armada F-22 Raptor AS Kekurangan Mesin

Yunani dan Israel Kerja Sama Bangun Korvet Themistocles Class

Wow, Dua Carrier Strike Group AS Beroperasi di Laut Filipina

Sharing

38 pemikiran pada “Duet Rafale dan Su-30 India, Penggentar bagi Ketegangan Perbatasan”

  1. “Jet Rafale akan datang dengan berbagai modifikasi khusus India, termasuk helmet-mounted displays Israel, penerima peringatan radar, jammer band rendah, rekaman data penerbangan 10 jam, dan sistem pencarian dan pelacakan infra-merah”

    Dengan sistem ini rafale vs j20 rasio persentasenya 50%:50%,,,rafael itu lincah dan memilki desain yg emang sulit di endus, ditambah dengan menggunakan sistem yg mumpuni akan sulit bagi j20 menaklukkan rafale, begitu jg j16 yg masih sebatas klaim kemampuannya akan keteter bertemu rafale, rafale yg ini hanya bisa ditaklukkan su35s dan su30sm, bila bertemu su30mki yg menjadi dasar su30sm sulit bagi j16 untuk bisa menang, menurut penilaianku ini keseluruhannya 50%:50% untuk india dan china’ ini disebabkan faktor kemampuan j16 dan j20 yg masih samar dalam pengetahuanku’ bisa saja j16 dan j20 kemampuannya diluar yg aku bayangkan, tp untuk khusus j20 yg masih berkutat dimasalah mesin yg tak sesuai dengan berat pespur akan sangat2 sulit menaklukkan rafale versi india ini, untuk j20 vs su30mki kasusnya adalah su30mki yg besar berpotensi akan lebih cepat di endus j20 tp ini pun masih tergantung kemampuan radar j20.

  2. sama sama engak moncer,yang moncer jelas pespur lusiah stlong kali ya?.
    cocot ruskimin dipercaya,dia mah asal jeplak aja,engak tau membandingkan tehnologi secara teoritis,cungap cungap ngomongin strong.
    wkwkwkwkwkwkwk
    pengetahuan dasar alutsista aja buta.mau membandingkan pespur yang sarat tehnologi tinggi.
    wkwkwkwkwkwkwkwk
    paling keluarga nya yang ngangep ruskimin itu luar biasa cerdasnya.
    wkwkwkwkwkwwk

  3. mungkin atas dasar senjata lusiah stlong bingit kali bung.
    xixixixixixixi.
    gen4sama gen4,5 masih engak jauh perbedaan tehnologi yang digunakan,malahan SU35 ketingalan soal radar yang digunakan.
    jelas jadi pengaruh besar apa lagi rudal bvr yang digunakan bisa jadi penentu.
    tingal mana yang baik mengunakan rudal bvr tersebut.

  4. Begini [email protected]
    Dr kemampuan radar SU-35 yg notabene jangkauannya lebih dr 300 Km. Sementara jangkauan maksimun radar Rafale 200 Km maksimun .
    Maka rafale akan dpt terdeteksi duluan oleh SU-35 pada jangkauan efektif radarnya di 250 Km. Dan Rudal BVR SU-35 akan melesat duluan sebelum diketahui oleh pilot Rafale. Itu pertempuran jarak jauhnya. Krn kedua2nya bukan pesawat siluman.
    Dr data teknis SU-35 lebih unggul dr Rafale.

    Kalo pada pertempuran jarak dekat, kelemahan sayap delta itu radius putarnya lebar makanya. Makanya dalam hal kelincahan manuver sesikit berkurang. Namun kecepatan dan kelincahan rolling pada kecepatan tinggi sungguh bangus. Ini cocok utk pesawat buru sergap. Makanya Eropa banyak mengadopsi sayap delta utk pespurnya, mengingat daratan eropa yg luas, perlu kecepatan utk segera sampai pd titik sasaran.
    Maslah pembuktian rafale vs Sukhoi dlm latihan, yg ada antara Rafale vs SU-30 MKI India bisa anda digugling sbg bahan perbandingan.

  5. @bung rusk
    ohh ayollah bung, masa su 35 bisa deteksi Rafale di jarak 300 km, bullshit itu. emang rafale RCSnya segede apa sampe 300km keliatan pake Irbis E. RCS Rafale itu 0.1m2, mana bisa keliatan sama IRBIS E lah di jarak 300 km, beda kasusnya sama Sukhoi yg ga perlu dibantah RCSnya gede minta ampun, mirip F15. kita semua tau itu Irbis E Sukhoi jangkauannya 400km diklaim, ga perlu dijelasin, tapi untuk deteksi RCS berapa dulu.

    sukhoi MKI kalo duel sama Rafale itu WVR, ya jelas menang kemana2 juga SU MKI, tapi BVR ? kalo segitu yakinnya India sama MKI buat BVR, ga mungkin dia beli 36 Rafale + Meteor.

  6. China jg tau kelemahan BVR, rudal BVR rentan jammer dan tak akan ada rudal BVR kebal jammer karena menggunakan pembimbing radar aktif’ biar sampai botak semua ilmuwan us atau barat tak akan ada dan tak akan bisa membuat rudal BVR yg bisa kebal jammer’ jammer memang musuh terbesar radar aktif karena jammer mengganggu/menyerang sinyal radar aktif oleh sebab itu us dan barat frustasi dengan su30sm dan su35s yg mengusung sistem jammer yg bener2 kuat, ujungnya rafale dan j20 atau pun j16 nantinya mau tidak mau melakukan pertarungan jarak dekat karena china jg mengusung sistem jammer yg sangat mumpuni’ pertarungan jarak dekat inilah yg diinginkan pilot2 india sebab rafale dan su30mki memiliki kemampuan manufer yg sangat baik dan alasan inilah yg membuatku lebih mengunggulkan duet rafale dan su30mki ketimbang duet j16 dan j20, tp semuanya bisa terjadi diluar prediksi karena emang tidak ada satu pun negara luar yg tau pasti kemampuan j16 dan j20.

  7. Begini penjelasannya dek @Calx

    Sebenarnya ini sdh pernah jd bahasan antara saya dng mbah gatol di artikel yg lawas.
    Kita kesampingkan dulu persoalan RCS. Krn itu berkaitan sapuan gelombang radar yg diaktifkan.
    Ini data RCS menurut global security. Rafale itu 1 m2 bukan 0,1 m2

    https://www.globalsecurity.org/military/world/stealth-aircraft-rcs.htm

    Yg anda lupa adalah radar yg dimiliki oleh SU-35 itu sendiri. Setiap modul antena Irbis-E tidak hanya berisi phase shifter untuk mengarahkan sapuan radar secara elektronis, melainkan juga modul penerima. Artinya radar tersebut jg menyerap jejak sinyal radar pespur lawan.
    Jangkauan maksimum radar rafale adalah 200Km. Artinya saat rafale mengudara dia akan menghidupkan radarnya bukan? Jika tidak dihidupkan artinya tdk ada yg bisa dijejak oleh rafale.
    Artinya dr jarak 200 Km maksimun yg dijejak radar rafale itu lah radar pasif Irbish sdh menangkap dng menguncinya kemudian data ditransfer ke rudal BVR R-37M. Selanjutnya sdh urusan rudal R 37M yg punya kecepatan hipersonik dan jangkauan lebih dr 200 Km mengunci target dng active radar homingnya. Dan SU-35 pun bermanuver utk meninggalkan gelanggang tanpa sempat diketahui keberadaannya oleh Rafale.

    Kalo menggunakan sapuan radar aktifnya, RCS 1m2 dpt terlihat di layar radar irbis E pd dibawah jarak 200 Km artinya, msh keduluan Sukhoi menarget Rafale ketimbang sebaliknya, mengingat radar rafale menjejak sejauh 200 Km itu utk barang segede kapal perang.

    Itu kita abaikan keberadaan khibiny yg notabene sangat ces pleng membutakan radar pespur lawan.
    Sampai disini kira2 bisa dimengerti ya dek @Calx

  8. pak ruski, pertama2 jangkauan radar pesa Irbis E itu 350-400 km, untuk rcs 3 m2, yakin di jarak 200km udah ngejejak Rafale yg RCSnya 1m2 (maaf kemarin salah data sy, ngambilnya di tabel yg bawah).

    yg kedua, bung, anda lupa ya radar baru Rafale itu udah Aesa, beda aesa sama pesa itu adalah jejak emisi radar aesa jauh lebih sulit dideteksi, karena punya multitransmitter yg bisa mancarin gelombang frequensi yg berbeda. beda dengan pesa Irbis e yg tunggal transmitternya, meskipun jangkauannya jauh, ga akan seakurat aesa,apalagi EW suitenya Rafale dah bagus gitu, ga akan sesimple itu. ohh iya itu irbis e itu detection rangenya di jarak 350 -400 km, jarak efektif untuk nguncinya di jarak berapa, apalagi untuk ngunci pesawat RCS 1m2 ? kalo mau berdasarkan pake link2an, boleh ga sy masukin link komplain china ttg radar pesa SU 35 ?
    https://radausa.com/blog/pesa-radar-vs-aesa-radar#:~:text=A%20PESA%20system%20relies%20on,the%20use%20of%20multiple%20frequencies.
    mana ada radar aesa deteksi 200km untuk segede kapal perang, radar aesa itu jauh lebih akurat meskipun jangkauannya kalah sama pesa yg gede. apalagi RCS SU yg gede gitu.
    itulah sebabnya rusia sekarang makin ngembangin Zhuk AESA.

  9. jejak emisi radar aesa jauh lebih sulit dideteksi, karena punya multitransmitter yg bisa mancarin gelombang frequensi yg berbeda. beda
    ————————-

    Ini dek Calx bicara sulit dideteksi dlm hal mengatasi jammer terhadap radar dek. Utk radar pasif bukan menjejak frequensi dek. Salah penafsiran kamu dek. Emisi yg ditangksp disini adalah arah datangnya emisi gelombang radar, bukan frequensinya. Tidak memandang itu AESA atau PESA. Apalagi selama radar aesa aktif, dia akan menghasilkan banyak emisi gelombang dr banyak modul yg independen itu. Itu sama artinya semakin mudah menuntun radar pasif menangkap arah datangnya emisi.

    mana ada radar aesa deteksi 200km untuk segede kapal perang, radar aesa itu jauh lebih akurat meskipun jangkauannya kalah sama pesa yg gede.
    ————————–

    Dek Calx ini berarti blom paham prinsip kerja radar. Gak perduli PESA atau AESA, semakin dekat dideteksi akan semakin jelas dan semakin jauh akan semakin samar. Krn hasil pantulan gelombang balik dr benda yg dideteksi akan menjadi semakin lemah jika semakin jauh. Ini sebenarnya pelajaran anak SMP dek. Jd gak ada pengaruh dng PESA atau AESA.
    Nah radar rafale itu kemampuan maksimalnya mendeteksi itu 200 Km. Penampang segede apa yg bisa dipantulkan oleh radar rafale pada jarak itu, ya tentu saja yg memiliki penampang besar spt kapal. Jd bukan masalah krn radarnya AESA jadi lebih akurat.
    Keunggulan AESA pd cara kerjanya saja dek. Masing2 modul bekerja secara independen, makanya lebih cpt dlm hal menemukan. Dan tahan jammer krn bekerja pd frequensi berbeda2, serta perawatannya mudah. Itu saja dek. Tp fungsi utamanya tetap sama. Paham ya dek sampe disini.

  10. udah tau sy bang kalo soal radar, ga perlu diajarin lagi, kan soal emisi radar itu kan respon sy ketika bang ruski bilang ini “Artinya radar tersebut jg menyerap jejak sinyal radar pespur lawan – Artinya saat rafale mengudara dia akan menghidupkan radarnya bukan? Jika tidak dihidupkan artinya tdk ada yg bisa dijejak oleh rafale”, makanya saya bilang rafale itu radarnya aesa, ketika dia emisi radar pun susah dideteksi jejak radarnya ke dia.

    kalo soal dekat jauh itu ngerti sy juga pelajaran gelombang kok waktu kita SMP. yang sy respon kan kata bang ruski yg ini “mengingat radar rafale menjejak sejauh 200 Km itu utk barang segede kapal perang” seolah2 menggambarkan di jarak 200km yg bisa dideteksi radar Aesa Rafale hanya objek yg segede kapal RCSnya. kan lucu, emang orang prancis goblok apa radar pespur State of the art nya lemah gitu.

  11. Boleh ikutan sedikit aja mengenai complain china tentang irbis E???? Kita sama2 tau china itu rajanya reverse engeneering jd kalau kita jual prodak yg kwalitasnya bener2 sama dengan yg kita gunakan itu sama dengan konyol, prodak rusia sudah sering korban reverse engeneering china’ jd apakah rusia mau terus2an masuk ke lobang yg sama dan mau menjual prodak yg kwalitasnya sama dengan yg mereka gunakan???? Silahkan jawab sendiri.

    Ini ambisi rusia untuk radar:

    Rusia menciptakan radar prototipe berdasarkan teknologi foton radio. Ini akan mengeluarkan informasi dalam bentuk gambar tiga dimensi.

    PESA Rusia dan Radar AESA – Halaman 7 1568305556_jekrana-2019-09-12-v-19_24_29

    Tentara Rusia akan segera mendapatkan jenis radar baru yang mampu lebih efektif daripada radar tradisional untuk mengidentifikasi target bahkan di bawah kondisi gangguan. Perbedaan mendasar antara pelacak radiofonik adalah bahwa pemrosesan sinyal diwujudkan dengan bantuan optik, dan bukan oleh elektronik gelombang mikro.

    Teknologi baru menciptakan gambar 3D objek, potret tiga dimensi, dan memungkinkan untuk menentukan tipenya. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan radar radiofotonik akan dipasang pada pesawat tempur multifungsi generasi baru yang menjanjikan.

    Prototipe pertama dari radar berdasarkan elemen radiofonik diskrit yang telah dibuat, telah memberi tahu “Izvestia” kepala JSC “RTI” Maxim Kuzyuk. Menurut sumber “Izvestiya”, Kementerian Pertahanan ikut serta dalam uji coba radar tipe baru.

    Teknologi yang menjanjikan memiliki beberapa keunggulan. Pertama dan terpenting, itu adalah ukuran locator baru – diasumsikan bahwa ukurannya akan jauh lebih kecil. Selain itu, mereka dapat diandalkan. Ketiga, lebih tahan terhadap radiasi elektromagnetik.

    Saat ini perusahaan mengembangkan teknologi dan melakukan tes sambil mencari database komponen baru. Secara khusus, pengembang berbicara tentang perlunya sirkuit terpadu fotonik.

    https://www.russiadefence.net/t5789p150-russian-pesa-and-aesa-radars

    https://topwar.ru/162371-v-rossii-sozdan-3d-radar-novogo-tipa.html

  12. nih gue kasih kopi lu pada dari artikel lama jakartagreater
    Radar AESA memiliki kelebihan penting dibandingkan radar konvensional dengan putaran manual. Antena radar “manually steered” berputar secara manual untuk membiaskan sinar radar memindai langit untuk melacak pergerakan pesawat musuh.

    Sementara pada radar AESA, tabung radar berputar secara elektronik, beralih pada beberapa sasaran begitu cepat sehingga sangat efektif memindai target berbeda secara bersamaan, bahkan ketika target berada berjauhan, di udara, di laut, dan darat.

    Dengan beralihnya tabung radar dengan sangat cepat, “multi-tasking” radar AESA secara bersamaan dapat melacak pesawat musuh dan memandu rudal ke targetnya, dan men-jammer sistem komunikasi dan sistem radar musuh.

    Dalam pertempuran udara modern, radar AESA akan menjadi perbedaan utama antara kekalahan dan kemenangan.

  13. Begh silongor nongol, siapa yg bilang radar rahasia???? Dibaca dulu longor apa yg menjadi ambisi rusia, kalau gk bisa bahasa inggris atau bahasa rusia kan ada translate untuk mengartikannya,,,kau itu longor jd gk usah blagu pintar, longor kok kau pelihara,,,nasibbbbb

  14. Aku bicara ambisi bukan rahasia longor, oleh sebab itu kemaren ada komentar menyinggung bahwa proyek su57 super shukoi yg lg dikembangkan rusia akan menjadi pespur yg mendominasi karena mampu membunuh semua jenis pespur siluman disebabkan menggunakan radar yg mampu melihat jelas pespur siluman yg jd lawannya, dr dulu2 kan aku sudah bilang teknologi radar akan terus berkembang dan perlahan teknologi siluman akan jd tidak lg menjadi momok menakutkan, rusia mencoba mengembangkan radar yg bisa mengendus siluman tp sulit untuk di jammer’ kuncinya kalau mau bisa tahan jammer dan mampu melihat jelas pespur siluman harus bisa tidak bergantung pada gelombang mikro elektromagnetik,,,terus dimananya aku nyinggung rahasia???? Hidupmu yg luntang lantung sulit fokus topik malah nuduh orang halu,,,makanya bego itu jangan dipelihara.

    https://jakartagreater.com/217622/jet-tempur-su-57-siluman-radar-fotonik-dan-rudal-hipersonik/

  15. Kau itu longor jd gk bakal nyambung, lha awalnya aku komentar kan membahas topik’ terus aku ijin ikut nimbrung yg jd topik diskusi si rusky ame calx’ terus dimana letak ane halu???? Sinting ente pelihara, ngasih link pun gk tepat ke topik bahasan si rusky ame si calx, masalah su35 lebih stronk dr rafale itu dah jelas karena su35 membawa sistem jammer yg sangat2 merusak kerja sinyal gelombang mikro elektromagnetik meski gimana pun trik kerja radar aesa’ su35 memang memiliki desain besar sehingga mempengaruhi RCSnya pun akan besar tp mempertahankan desain besar pespur su35 bukan tanpa hitung2an dan solusi yg jelas, saat pespur bisa terbang jauh tanpa tanki bahan bakar external itu jelas sangat menguntungkan dalam pertempuran udara karena akan semakin banyak senjata yg bisa dibawa dan tidak terbeban berat tanki external, masalah RCS yg besar sudah ada solusinya dengan sistem jammer yg diusung su35 yg bener2 merusak sinyal gelombang mikro elektromagnetik dan terbukti su35 mampu mencapai jarak yg sangat dekat saat menguntit f22 tanpa disadari pilot f22 di suriah, sinyal aktif mikro elektromagnetik aesa bisa sangat merugikan saat pertempuran udara terjadi’ keuntungan aesa emang jelas baik dalam tangkapan gambar dan mengunci sasaran (non siluman) tp dampak negatifnya harus jd perhitungan yg matang karena lawan yg masih mempertahankan sistem kerja radar pesa jg punya perhitungan yg matang untuk melawan kemampuan yg menggunakan sistem radar aesa,,,sampai sini paham???? Jauhkan hidupmu yg luntang lantung biar ente bisa lebih cerdas dikit.

  16. Ini komen dek @Calx

    seolah2 menggambarkan di jarak 200km yg bisa dideteksi radar Aesa Rafale hanya objek yg segede kapal RCSnya. kan lucu,
    ——————————————————-
    Berarti [email protected] ini blom memahami kemampuan radar. Berarti pelajaran fisika gak dipahami waktu SMP.

    Begini ya dek.
    Gak perduli AESA maupun PESA maupun radar kuno sekalipun. Semakin jauh yg mendeteksi maka RCS yg ditangkap semakin besar. Semakin dekat yg dideteksi maka RCS yg ditangkap semakin kecil.. itu sdh hukumnya dek.
    Makanya di spek radar itu ada jangkauan maksimun dan jangkauan efektif. Jangkauan efektif itu adalah kemampuan jangkauan radar utk bisa mendefinisikan benda yg dideteksinya secara jelas. Dan jangkauan efektif akan berbeda2 bergantung fokus benda yg dideteksi.
    Sebagai ilustrasi bisa dilihat di gambar ini dek

    https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2019/07/s-400-detection-range.jpg

    Makin jauh makin besar RCS yg dideteksinya. Gak perduli PESA maupun AESA.
    Skrng sudah paham ya dek @Calx
    Klo masih ngeyel jg, silahkan buktikan, mana yg mengatakan radar AESA rafale bisa mengendus RCS 3 m2 dalam jarak 200 Km. Gitu aja sdh yg gampang.jng dilempar balik ya dek pertanyaannya spt dek lincrwet ciriiit biriit.

  17. Ini komen dek @Calx

    emang orang prancis goblok apa radar pespur State of the art nya lemah gitu.
    ——————————————————-

    Gak ada salah dng radar pespur prancis dek. Yg salah itu pemahaman dek @Calx. Blom memahami prinsip kerja radar.

  18. Bohong kalau ada yg bilang sinyal gelombang elektromagnetik bisa kebal jammer, hanya trik cara kerja radar itu yg se olah2 radar aktif yg menggunakan gelombang mikro elektromagnetik kebal jamming padahal sebenarnya tidak’ hal ini sangat2 dipahami rusia oleh sebab itu rusia mengembangkan radar yg tidak bener2 bergantung pada sinyal gelombang mikro elektromagnetik dan itu akan diaplikasikan ke dalam sistem radar proyek su57 super shukoi, meski pespur hantu sekalipun akan sangat jelas dalam tampilan layar su57 super shukoi dan yg pasti kebal terhadap jammer, ditambah lg desain rak yg dimodifikasi agar bisa mendukung kemampuan siluman sehingga jg bisa membawa lebih banyak senjata serta didukung mesin yg bener2 bisa membuat su57 super shukoi melesat tembus 3 macth dengan mempertahankan trhust vectoring 3D ini akan membuat su57 super shukoi mendominasi bukan sekedar mengimbangi f22 dan f35,,,eh luntang lantung ini bukan halu tong, rusia lg kerja tuk mengamplikasikannya’ dan jadwal uji terbang telah ditentukan, yg sering luntang lantung halu itu ente terlalu melebihkan aesa tp tidak melihat sisi realita negatif nya.

  19. wkwkwkwkw ketara bener otak photo copyan nya.
    ma

    Begini ya dek.
    Gak perduli AESA maupun PESA maupun radar kuno sekalipun. Semakin jauh yg mendeteksi maka RCS yg ditangkap semakin besar. Semakin dekat yg dideteksi maka RCS yg ditangkap semakin kecil.. itu sdh hukumnya dek.

    dia tau engak sih yang diomongin nya ????
    xixiiixixixi
    belajar lagi ruskimin tentang radar terutama kata RCS.

  20. ya bener kan yg gw bilang bung, anda menggambarkan seolah2 di jarak 200km itu RCS yg ditangkap itu yg segede kapal, seolah2 bahwa di jarak 200km ga bisa nangkap yg kecil RCSnya. makanya gw bilang emang radarnya Rafale selemah apa di 200km cuman bisa nangkap RCS segede kapal ? ga usah bolak balik bang, gw bukan anak SD yg biasa lu ajak debat.
    soal RCS yg anda maksud itu benar, tapi kebalik cara ngejelasinnya, kalo jadi guru, puyeng murid anda. penjelasan yg benar itu gini, semakin besar RCS target, maka di jarak yg jauh pun dia udah terdeteksi. semakin kecil RCS target, maka semakin dekat jarak deteksinya.
    jadi perumusannya itu RCS yg berpengaruh pada jarak pendeteksian.
    kalo lu jelasinnya gini:
    “Semakin jauh yg mendeteksi maka RCS yg ditangkap semakin besar. Semakin dekat yg dideteksi maka RCS yg ditangkap semakin kecil.. itu sdh hukumnya dek.” itu perumusannya -Jarak yg berpengaruh pada RCS target-. kalo pake persamaan lu kek gini, ga perlu pake teknologi siluman buat kecilin RCS, cukup deketin jarak target ke pendeteksi RCSnya makin kecil. orang bikin teknologi stealth itu buat ngecilin RCS biar di jarak yg jauh dia ga kedeteksi, oleh karena itu pendeteksi yg perlu mendekat, bukan target yg mendekat ke Pendeteksi biar RCSnya kecil. coba lu baca tulisan lu, ketawa sendiri pasti.

    belajar lagi ya cara ngejelasin, sebelum lo ngajarin gw.

  21. ohh iya bang rusk, satu lagi sebelum gw lupa radar Aesa RBE 2 Rafale itu bisa ngunci target RCS 3m2 di jarak 130km. emang kalah detection rangenya sama radar Pesa SU 35. tapi kalo hadap2an, Rafale vs SU 35, kita sama2 tau lah Rafale RCS 1m2, sedangkan SU 35 gw perkirakan diatas 10m2 karena su 27 dengan ukuran pesawat yg sama aja udah kena 15m2 (referensinya di link yg anda kasi kemarin bung). jadi siapa yg bakal deteksi dan nembak duluan ? dah pasti rafale lah dengan meteornya begitu masuk rangenya meteor, mengingat RCS su 35 yg gede gitu. meskipun R37m yg rangenya sampe 400km, emang bisa ngunci rafale di jarak segitu? cukup pake logika bang

  22. Maksud si rusky itu jarak jangkau minimal dan maksimal radar harus dipahami sebelum lebih detail membahas RCS pespur, segede kapal pun kalau diluar dr jangkauan minimal radar pasti kagak kelihatan di dalam tampilan layar radar, sekecil apa pun tp kalau masih di dalam jangkauan radar pasti kelihatan dalam tampilan layar radar,,,ini loh maksud si rusky.

  23. @Tungkir
    iya kan pak tungkir, makanya point itu sy counter dengan bilang bahwa meskipun Rafale itu ngeluarin jejak emisi radar ketika lagi nyalain radar pun, jejak emisi radar tsb akan susah dideteksi oleh musuh, karena dia dah pake AESA. itu kan kelebihan AESA kalo dibanding PESA.,
    kalo soal pendapat bang ruski ttg RCS gw ngerti lah, mungkin dia cuman salah tulis aja soal RCS itu. kan rafale itu jangkauan radarnya 130 KM and beyond (khusus 130 Km itu untuk RCS 3 m2).

  24. @ Pak Tungkir
    maaf baru baca komennya pak, mengenai yg jammer terhadap Aesa, sy ga pernah bilang dia kebal jammer, tapi dia lebih resistant terhadap itu, jadi ga mudah di jamm.
    terus mengenai kemampuan SU 35 untuk jamming radar lawan itu sy setuju emang kuat, tapi jarak efektifnya di 50km -90 km. nih sy kasi linknya dari media rusia sendiri.
    https://rusi.org/sites/default/files/radar_and_sensor_evolution_-_trends_and_implications_-_justin_bronk.pdf
    terakhir mengenai yg china, iya sy juga pesimistis terhadap klaim china, tapi kalo untuk perbandingan PESA vs AESA sy masih yakin AESA unggul, karena rusia sekarang pun berburu AESA kan. terus sy setuju juga soal efektifitas BVR missile itu, kebanyakan no escape zone nya masih di bawah 100 km, R37 M itu no escape zonenya 70 km kalo ga salah, kalo amraam ga tau sy tapi lebih dekat harusnya. memang benar ini soal no escape zone, karena kemarin pun Pakistan nembak SU MKI itu di luar no escape zone (105 km) makanya masih bisa dihindari.
    https://www.defenseworld.net/news/26659/Testing_Commences_of_Russian_R_37M_Hypersonic_air_to_air_Missile_from_Su_35_Jet#.Xv2SxW0zbIV

  25. Ini komen [email protected]

    soal RCS yg anda maksud itu benar, tapi kebalik cara ngejelasinnya,
    —————————————————
    Sdh benar masih jg anda ngeles kebalik cara jelasinnya. Persebsi kebalik itukan dari daya tangkap masing2. Dasarnya bahwa anda bisa paham. Gitu lho dek @Calx.

    anda menggambarkan seolah2 di jarak 200km itu RCS yg ditangkap itu yg segede kapal, seolah2 bahwa di jarak 200km ga bisa nangkap yg kecil RCSnya
    ——————————————————
    Kapal disitu jng [email protected] liat dng kaca mata kuda yaitu kapal yg besar saja. Kancruut banget klo spt itu. Itu hanya utk mendifinisikan saja. Bisa saja pesawat berbadan lebar.
    Logika akal sehat aja dek, jarak 200 Km memang bisa dideteksi radar, tapi spt dibahas dlm forum militer itu akan tertangkap dilayar radar spt titik saja. Gak bisa diterjemahkan lebih lanjut. Paham dek. Spt anda lihat semut kecil didinding tembok dr jarak 6 meter apa detail semut terlihat? Yg nampak hanya titik hitam sajakan? Gitu lho dek.Kok susah bener nerima, malah pentingkan ego.

    kalo soal pendapat bang ruski ttg RCS gw ngerti lah, mungkin dia cuman salah tulis aja soal RCS itu. kan rafale itu jangkauan radarnya 130 KM and beyond (khusus 130 Km itu untuk RCS 3 m2).
    ——————————————————–
    Td diatas kamu bilang bener cuma kebalik nulisnya. Skrng kamu bilang salah tulis tp ngerti. Logikamu gak masuk akal dek. Klo org salah nulis pasti gak akan dimengerti pembacanya lah.
    Skrng kamu paham bahwa dr jarak 130 Km baru bisa deteksi 3 m2 lha trus kalo jarak 200 Km benda seukuran apa yg bisa diliat. Kok gitu msh ngeyel aja dibilang segede kapal. Klo kapal ikan nelayan besarnya spt apa dek? Dipake logikanya itu dek. Gak perlu kita mempertahankan ego dan gengsi klo.memang kita blom paham. Disini semua sama belajar dan bukan user dek.

    Yakin rafale tidak mengaktifkan sistem radarnya yg bisa mengeluarkan sinyal gelombang mikro elektromagnetik sampai ketemu jarak jangkau maksimal radar rafale???? Terus dr mana rafale tau 300 km – 400 km di depan sono ada su35???? Oh mungkin pilotnya dukun ya????
    ——————————————————-
    Itu jawaban bung tungkir buat pertanyaan kamu dek, yg terlalu mendewakan AESA dan seolah PESA yg walupun jangkauannya jauh tp jadul menurutmu. Baca lg yg nbener maksud bung tungkir itu dek. Itu nyindir jawabanmu.
    Masa bahasa gitu gak paham kamu dek @Calx

  26. @bang ruski
    Anda itu udah salah jelasin, terus kebalik, masih sok2an aja ngeles lagi. mana mau sok2an balik2in kata2 gw lagi.
    Lu itu jelas2 udah salah kata di awal, ngaku aja salah kok. “Semakin dekat jarak maka semakin kecil RCS” pernyataan salah dan goblok ini, maksud anda benar tapi penjelasannya salah.anda liat aja komenan anda sama contoh gambar yg anda kasi, itu kek anak SMA yg lulus tapi pas pelajaran matematika soal logika, dia ga pernah ngerti .untung orang kek sy yg baca makanya bisa sy koreksi. Kalo orang goblok yg baca kan dia iya2 aja kek pengikut2 bang ruski yg lain.
    Ga usah sok2an setuju sama Tungkir, komen anda itu jauh beda kualitasnya sama tungkir.
    Kalo di jarak 130 km dia bisa deteksi objek RCS 3 m2, kira2 objek RCS 15m2, bisa dideteksi di jarak lebih Deket atau lebih jauh ? Kalo lu ga ngerti ini berarti ga usah ngomongin RCS.

  27. Dek @Calx

    oleh karena itu pendeteksi yg perlu mendekat, bukan target yg mendekat ke Pendeteksi biar RCSnya kecil
    ——————————————————–
    Ini logika ngawur apalagi bahasamu dek.
    Pendeteksi yg suruh mendekat, ini bukan masalah perlu tdk perlu dek. Jika ini sesama target udara. Bukan siapa yg perlu mendekat, tp siapa yg bisa mendeteksi duluan. Kok aneh2 aja ulasannya.

    jadi siapa yg bakal deteksi dan nembak duluan ? dah pasti rafale lah dengan meteornya begitu masuk rangenya meteor, mengingat RCS su 35 yg gede gitu. meskipun R37m yg rangenya sampe 400km, emang bisa ngunci rafale di jarak segitu? cukup pake logika bang
    ——————————————————–
    Ini analisa yg lebih nyeleneh lg
    Rupanya gak paham prinsip kerja Radar pasif. Masih aja yg dibahas masalah RCS.
    Radar pasif itu mengendus emisi radar dek, gak ada hubungannya dng RCS. Begitu terdeteksi ada emisi radar dia langsung mengunci dan datanya diteruskan ke rudal yg menggunakan pelacak active radar homing. Selanjutnya rudal tersebut yg menjejak target berdasarkan emisi radar yg dikeluarkan oleh radar AESA rafale. Gak ada hubungannya dng RCS dek. Kok susah bener nangkapnya ya. Jarak maksimun Rudal rafale itu 200 Km, artinya dijarak itu sdh terdeteksi keberadaannya berdasarkan emisi radarnya. Jd siapa duluan yg terdeteksi dlm hal ini.? Kok msh ngotot RCS melulu, berarti gak paham

    meskipun R37m yg rangenya sampe 400km, emang bisa ngunci rafale di jarak segitu? cukup pake logika bang
    ——————————————————–

    Logika aneh cara berpikirmu dek. Kalo dikatakan 400 Km rangenya. Itu artinya jarak maksimun yg bisa disentuh rudal itu. Kok pertanyaannya nyelenehnya “emang bisa”. Sebelum digunakan tentulah melaui.berbagai macam uji coba dek. Artinya nilai 400Km itu bukan cuma nebak2 doank. Kok aneh cara mikirmu.
    Lha trus S-400 itu mampu menghancurkan target di jarak 400 Km itu gak logika jg maksud ente.? Jawabannya gak masuk cuma dilogika berpikir ente saja. Dilogika berpikir secara keilmuan dan telah melalui pengujian itu ternyata terbukti. Krn ente gak paham cara kerjanya maka ente bilang gak logika, itu malah yg aneh dek….kancruut banget itu namanya.

  28. Eh bang rusk, lu kirain gw anak SD kek lu yg penjelasan simple malah kebalik. Aowkwkw
    ——————————————————–

    Justru ente yg plin plan. Baca komen ente yg diatas noh

    Sebelumnya komen spt ini
    “soal RCS yg anda maksud itu benar, tapi kebalik cara ngejelasinnya”

    Lalu komen spt ini lg
    “mungkin dia cuman salah tulis aja soal RCS itu.”

    Apalagi yg ini tambah lucu binti aneh
    “oleh karena itu pendeteksi yg perlu mendekat, bukan target yg mendekat ke Pendeteksi”

    Garis besarnya ente gak paham. Tp malu mengakui, dan bertahan dng egonya. Itu sdh ciri khas fans boy barat alay amatiran. Terakhir jurusnya pake bahasa caci maki pastinya….xicixicixicixi

Tinggalkan komentar