Singapura Khawatir soal TKI

Singapura
Singapura

Publik Singapura mengaku kecewa jika seandainya Pemerintah RI merealisasikan rencana untuk berhenti mengirimkan Tenaga Kerja Wanita Indonesia ke luar negeri dalam lima tahun ke depan. Sebab, di Negeri Singa sendiri, 70 persen pekerja domestik berasal dari Indonesia.

Stasiun berita Channel News Asia, Senin 24 November 2014, melansir pernyataan penasihat senior untuk organisasi perekrutan tenaga kerja dari luar negeri, Advance Link International, Winnie Wang. Dia mengaku, jika Pemerintah Indonesia benar-benar merealisasikan kebijakan itu, maka efeknya juga akan ikut dirasakan Negeri Singa.

“Saya pikir, di masa awal, para majikan dari pekerja domestik asing pasti akan terpengaruh. Keuntungan yang mereka peroleh dengan merekrut pekerja dari Indonesia yaitu tidak ada masalah bahasa, sebab sebagian besar pekerja domestik asal Indonesia telah dilatih untuk Berbahasa Inggris,” kata Winnie.

Selain itu, lanjut dia, majikan asal Singapura tidak mempermasalahkan jika pekerja domestik menggunakan Bahasa Indonesia. Sebab, para majikan pun juga bisa berkomunikasi dengan Bahasa Melayu.

“Jadi, tidak ada kebuntuan dalam hal komunikasi,” imbuh dia.

Sementara, pada faktanya, Singapura kini tidak lagi dilirik sebagai negara penempatan ideal bagi para TKI. Sebab, di tempat lain seperti Taiwan atau Hong Kong, menawarkan gaji yang lebih tinggi.

Untuk memenuhi tuntutan akan pekerja domestik di Singapura, maka Kementerian Tenaga Kerja Singapura meluncurkan sebuah proyek percobaan pada Agustus lalu. Tujuannya untuk membawa masuk sebanyak 400 pekerja domestik asal Kamboja. Namun, sejauh ini hanya 350 orang yang dibawa.

Menurut Konsultan Pegawai dari A C Toh Enterprises, Ronnie Toh, warga Singapura jelas membutuhkan kehadiran mereka.

“Sebab, kini kami kekurangan tenaga kerja domestik. Saya kira, masalahnya terletak di pemasok tenaga kerja di Phnom Penh. Seharusnya, mereka membuka lebih banyak organisasi pemasok tenaga kerja,” kata Ronnie.

Pernyataan Wapres JK untuk menghentikan pengiriman TKW dilontarkan pada Jumat lalu ketika menghadiri Konferensi Perempuan Nahdlatul Ulama (Fatayat NU). Saat itu, JK mengatakan pengiriman TKW akan disetop dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Dia menyebut, alasan TKW mencari pekerjaan di luar negeri, karena keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri. Namun para TKW itu, kata JK, harus mengalami penderitaan mental dan penyiksaan secara fisik.

“Kami akan akhiri semua ini (perlakuan buruk terhadap TKW). Masalah dengan TKW (akan berakhir), dalam lima tahun kami harus hentikan (mengirim mereka) ke luar negeri,” kata JK. (VIVAnews).

Tinggalkan komentar