Diplomat: Jakarta Tetap Berkomitmen Membeli Su-35 Rusia

Moskow, Jakartagreater – Indonesia masih berkomitmen untuk kesepakatan 2018 atas pembelian Jet tempur Su-35 buatan Rusia, meskipun ada ancaman sanksi AS, ujar Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi, dalam sebuah wawancara di Moskow, dirilis Sputniknews.com, Jumat 24-7-2020.

“Ini masih berlangsung,” kata Mohamad Wahid Supriyadi ketika ditanya tentang status kesepakatan.┬áMohamad Wahid Supriyadi mengatakan bahwa sebagai negara merdeka, Indonesia memiliki hak untuk membeli peralatan pertahanan dari siapa pun yang dipilihnya.

“Kami memahami ada kekhawatiran dari negara tertentu, tetapi kami adalah negara yang merdeka. Kami membeli peralatan militer dari banyak negara. Kami bisa mendapatkannya dari AS, dari Eropa, tetapi juga dari Rusia. Terserah kepada kami untuk memutuskan, “komentar sang duta besar.

Berdasarkan kesepakatan dengan nilai $ 1,1 miliar, Rusia akan mengirimkan 11 pesawat tempur Su-35 ke Indonesia, dan duta besar mengatakan bahwa Jakarta belum meninggalkan perjanjian tersebut.

Kantor berita Bloomberg, mengutip sumber-sumber dalam pemerintahan Trump, mengatakan Maret 2020 lalu bahwa ancaman sanksi AS telah memaksa Indonesia untuk meninggalkan kesepakatan. Terlepas dari klaim ini, duta besar mengatakan bahwa kesepakatan itu masih berlaku.

Membeli Lebih Banyak Helikopter Mi-17.

Kementerian Pertahanan Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan pembelian tambahan Helikopter militer Mi-17 buatan Rusia, kata duta besar negara itu di Moskow.

“Angkatan bersenjata Indonesia juga menggunakan 12 Helikopter Rusia Mi-17B5 dan 5 Mi-35. Sebuah proposal untuk pembelian lebih lanjut Helikopter Mi-17B5 saat ini sedang dalam proses di Kementerian Pertahanan Indonesia,” kata duta besar.

Baik Jakarta dan Moskow juga bekerja untuk memenuhi kesepakatan 2019 untuk pengiriman tank buatan Rusia ke Indonesia, kata Mohamad Wahid Supriyadi .

“Pada tahun 2019, sebuah kontrak diselesaikan untuk 43 tank BMP-3F dan BT-3F. Nilai kontraknya adalah $ 175 juta. Proses pelaksanaan kontrak sedang berlangsung,” komentar duta besar tersebut.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Moskwa untuk Parade Kemenangan yang diadakan pada 24 Juni 2020, untuk memperingati kemenangan Rusia atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Selama kunjungannya, Prabowo Subianto mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Kolonel Alexander Fomin, dengan kedua pihak membahas potensi pasukan Indonesia untuk menerima pelatihan di Rusia, kata duta besar tersebut.

“Menteri pertahanan memperjelas ketika dia bertemu dengan wakil menteri pertahanan (Rusia) pada 23 Juni 2020, sehari sebelum pawai, bahwa dia mendukung pengiriman personil militer untuk pelatihan dan pendidikan di Rusia,” kata duta besar itu.

Pada bulan Februari 2020, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan bahwa proposal sedang diajukan bagi personel militer senior Indonesia untuk melakukan perjalanan ke Rusia untuk pelatihan sebelum akhir tahun, meskipun rencana ini sejak itu telah terganggu oleh pandemi penyakit coronavirus.

Sharing

14 pemikiran pada “Diplomat: Jakarta Tetap Berkomitmen Membeli Su-35 Rusia”

  1. Ketegangan di LCS tidak melulu tentang ancaman dari China, pada level tertentu bahkan keberadaan pasukan dari kubu baratpun patut dijadikan alasan utk meningkatkan kewaspadaan. Jika dia warga negara yg normal maka jauh didalam lubuk hati mbah gatol dan dek lincret akan berkata: Buruan… Buruan… Buruan!
    Kepemilikan alutsista buatan Rusia bagi Indonesia memang hukumnya wajib
    Cxixixixixixixi

  2. Ya sudah Ayo di teken kontrak sukhoi 35 nya ..
    Yang perlu di revisi adalah aturan barter nya …
    Kalau Belum jelas …Jangan di berlaku kan kepada DepHan Kalau mau beli AlUtSisTa Baru .
    Karena sudah lama ..beli nya Jangan 11 ..tapi lebih Dari 12 sukhoi 35.
    Tidak ada guna nya menurut pada mau nya USA ..
    Akan Tetap dikhianati…

  3. Mungkin nunggu new presiden yang berani memutuskan dan menyatakan tidak mau tunduk kepada AS. Atau mungkin semuanya tidak akan terealisasi dan cuma jadi berita hangat di JKGR aja nih…

    #edisipesimis

Tinggalkan komentar