Typhoon, Rafale dan Su-35, Jet Tempur yang Menarik Minat Indonesia

Jakartagreater.com – Pesawat tempur Rafale Prancis, Eurofighter Typhoon, dan Su-35 Rusia bersaing untuk mendapatkan kontrak pertahanan dari Indonesia. Namun Menteri pertahanan Indonesia baru-baru ini menjadi berita utama setelah muncul pemberitaan bahwa Jakarta ingin membeli seluruh armada Eurofighter milik Austria, lansir Eurasian Times.

Surat kabar Austria Die Presse melaporkan bahwa menteri pertahanan Indonesia Prabowo Subianto telah mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner untuk membeli seluruh armada jet tempur Eurofighter Typhoon Austria yang berjumlah 15 unit.

Menurut laporan Die Presse, surat bertanggal 10 Juli dan diterima Kementerian Pertahanan Austria akhir pekan lalu, Kementerian Pertahanan Austria, bagaimanapun, menolak mengomentari tawaran Indonesia, tulis surat kabar itu.

Belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Pertahanan Indonesia terkait kebenaran pemberitaan itu, meskipun itu kompatibel dengan laporan Die Presse.

Die Presse melanjutkan, kemungkinan untuk menjual Eurofighter Typhoon ke Indonesia akan menjadi rumit karena memerlukan persetujuan dari empat negara yaitu Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris.

Sebelumnya, ada laporan bahwa Indonesia ingin mengakuisisi jet tempur Rafale setelah kunjungan Prabowo ke Prancis pada bulan Januari. Surat kabar Prancis La Tribune melaporkan bahwa Indonesia tertarik untuk membeli 48 Rafale, selain dua kapal selam Scorpene dan dua korvet Gowind.

Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale sebenarnya dimulai sebagai proyek di antara Perancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris untuk membangun jet tempur Eropa pada akhir 1970-an sebelum Prancis memutuskan untuk mengembangkannya sendiri pada tahun 1985 karena perbedaan teknis persyaratan.

Selain minat mendalam pada Rafale dan Typhoon, Indonesia juga terjebak dengan kontraknya senilai US$ 1,1 miliar untuk membeli 11 jet tempur Su-35 Flanker-E dari Rusia karena kesulitan keuangan dan kemungkinan mendapat sanksi AS di bawah CAATSA.

Dilain pihak, India juga menandatangani perjanjian dengan Prancis untuk membeli jet tempur Rafale daripada memilih Typhoon. Keputusan pemerintah Modi untuk membeli 36 jet tempur Rafale dari Prancis seharga 7,87 miliar Euro juga disebabkan dengan kemampuan Rafale yang dapat membawa persenjataan nuklir.

Salah satu alasan paling penting lain mengapa India memilih Rafale daripada Eurofighter Typhoon adalah bahwa Prancis menerima gagasan bahwa Rafale akan menjadi bagian dari triad nuklir India.

Salah satu alasan keputusan politik yang mendukung Rafale Prancis adalah karena Prancis tidak memiliki masalah dengan Rafale yang dimodifikasi untuk membawa muatan nuklir .

India juga tidak begitu yakin tentang Eurofighter Typhoon karena setiap modifikasi akan memerlukan persetujuan dari empat negara, yang akan menjadi rumit dan Jerman memiliki catatan non-proliferasi yang kuat.

Sharing

15 pemikiran pada “Typhoon, Rafale dan Su-35, Jet Tempur yang Menarik Minat Indonesia”

  1. Sebenarnya menhan kita memang piawai buat sensasi, negara2 musuh yg mau kita hadapi sampai manyun2 bingung sendiri ndak ada kejelasan pesawat tempur apa yg bakal hadapi pespur mereka, “capek deh” (dalam hati mereka) habiskan konsumsi Paramex banyak, dan ndak pernah ada clue nya, mungkin jika menhan nya bukan dari militer malah langsung saja eksekusi beli-beli apa yang dibutuhkan, pespur hebat belum tentu menang, rudal hebat belum tentu mengenai target atau meledak saat kena sasaran, radar hebat belum tentu fungsi maksimal, menurut saya memang kita butuh petinggi yg tak cari sensasi tetapi kerja nyata dan tidak ada pespur apapun di dunia ini yg murah baik harga, perawatan dan suku cadang, paling konyol adalah kalau kebiasaan ORBA dulu beli macam2 pespur tapi cuma bisa digunakan buat parade dah bangga cuma pakai senapan mesin 30 mm atau roket FFAR dan bom, maklum rakyat kan ndak paham, ini akibat dari terlalu bangga semu sebagai negara non blok tapi ngeblok dan takut ditabok, jangan2 memang kita bangsa pengecut

  2. – Beli Rafale buat apa ? selain mahal kita tak punya nuklir missile
    – Beli Typhon trance 1 bekas buat apa ? selain mahal juga ketinggalan teknologi nya
    – Beli Su35 buat apa ? mahal dan Caatsa

    jadi solusinya :
    Beli MIG 35 dan Viper , hehehehehe … murah, uptodate, manuverability joss, AESA, bisa custom aviaonik nya, double enggine dan lolos caatsa …
    Khusus bahas custom avioniknya, so apakah compatible missile barat dan rusia …? … hmmmm, makin liar mimpi gw …

  3. Penting eksekusinya bang, mau perbanyak viper, atau tambah Hawk nya, dobelin squadron T50 Golden Eagle tak masalah selama ada banyak pesawat tempur yg bisa terbang dengan amunisi yg mematikan diruang dirgantara Nusantara tetap lah membuat musuh berfikir ulang sebelum nyelonong, lah kalau spt sekarang ini, menghayal bisa memiliki pespur kelas wahid tapi tak jelas juntrungnya semua serba wacana, sebenarnya kita diketawain habis2an sama orang lain dan mungkin saking bingungnya kita sepuluh tahun kedepan pun bisa jadi tak ada pesawat yg akan kita beli, paling tambah buat kapal patroli lepas pantai jarak dekat karena hanya itu mampunya kita yg lokal konten terbanyak buatan lokal itupun senjata utama kanon manual 30 mm dan senapan mesin berat 12,7 mm manual juga pula, itulah kita

  4. Sbenarnya membosankan kalau ikutin berita militer indonesia tentang beli pesawat tempur..pespur yg ini yg itulah tapi dana gak ada jadinya bullshit,padahal tni kita itu secara individu hebat tapi syg minim alutsista canggih pemerintah terlalu hitungan padahal wilayah sgt besar..aku setuju sama senopati pamungkas bagus tni beli mig35 padu dgn f16 viper..selain hrga terjangkau juga merk nya battle proven,mig lebih kenyang pengalaman tempur dr pada sukhoi dan f16 juga sama apalagi kita udah punya beberapa jd operator udah pengalaman..dibandingkan beli su35 yg mahal dan kena sangsi pula,typhoon yg bekas dan tak ada ToT,rafael yg sgt mahal..bak kata alm gusdur ‘gitu aja kok repot’ ???..

  5. Rutin bang seperti biasa, yang utama tampil besar digambar adalah Parchim Class semburkan RBU-6000 lalu disebutkan tembakkan rudal, …ya kita harus jaga image perasaan rakyat bahwa negara kuat, bahwa itu semua dibeli pake uang rakyat jadi dipersembahkan dipertontonkan kepada rakyat, kan dosa besar kalau rakyat tahu bahwa negara segini besar sebenarnya pertahanan nya lemah dan manakala jika terpaksa bertempur habis2an maka habislah senjata dan amunisi kita, ….jangankan lawan Singapura lawan Vietnam pun bisa ngos2an kita lihat Gepard Class mereka ada 6 biji full armory rudal lengkap CIWS Palma dibelakang meriam utama dan dua CIWS AK630 kanan kiri di atas hangar belum jenis kapal perang lain, punya baterai rudal Bastion,6 kasel Kilo Class nya bisa tembakkan rudal Yakhont, ribuan kavalery berat, ratusan pesawat tempur, makanya jangan heran kalau coastguard mereka berani serempet Parchim Class kita

  6. Bung Masbay,
    Emang iya Typhon trance 1 & scorpung yang pernah diminiati beliau , bisa jadi deterent di kawasan ? saya rasa tidak sama sekali, ….
    Bahkan retrofit/upgrade f16 AB oleh kita sendiri lebih nyaring gaungnya di diskusi diskusi regional. Akuisisi & TOT Iver juga lebih banyak dibahas secara positive.

  7. @Bung Senopati Pamungkas
    Saya cuma bercanda Om hehehe

    Suatu kehormatan bagi saya pribadi sebagai pengamat dunia militer abal-abal Komentar saya tersebut dibalas langsung Oleh Sesepuh Jakarta Greater yang namanya sudah tidak asing lagi (@ Bung Senopati Pamungkas) yang komensudah lama sekali malang melintang sebagai Pengamat dan Narasumber diDunia Militer yang tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi Pengalamannya…

  8. @Bung Senopati Pamungkas
    Saya cuma bercanda Om hehehe

    Suatu kehormatan bagi saya pribadi sebagai pengamat dunia militer abal-abal Komentar saya tersebut dibalas langsung Oleh Sesepuh Jakarta Greater yang namanya sudah tidak asing lagi (@ Bung Senopati Pamungkas) yang komentarnya selalu ditunggu-tunggu oleh Pembaca Setia Jkgr dan sudah lama malang-melintang sebagai Pengamat dan Narasumber diDunia Militer yang tidak perlu diragukan dan dipertanyakan lagi Pengalamannya…

    Matur suwun…

Tinggalkan komentar