Analis India : Rafale Lebih Unggul dari J-20 dan Su-35

Jakartagreater.com – Setelah menunggu sangat lama, India akhirnya akan menerima jet tempur Rafale setelah batch pertama pesawat ini akan melakukan pendaratan di tanah India besok. Tiga pesawat tempur Omni-role satu kursi dan dua kursi ganda ini akan diterbangkan oleh tujuh pilot Angkatan Udara India yang dipimpin oleh perwira komandan Harkirat Singh. 5 jet tempur akan mendarat di pangkalan udara Ambala dan menjadi bagian dari skuadron 17 Golden Arrow pada hari Rabu, lansir Bussines Today.

Kedatangan jet tempur Rafale datang di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan antara India dan Cina di sepanjang Line of Actual Control. Meskipun Cina mengklaim keunggulan superioritas udara atas India, namun bergabungnya pesawat tempur Rafale ke Angkatan Udara India dapat memberi India kepercayaan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi pesawat tempur generasi ke-5, J-20 China.

Menurut analis IAF, Rafale memiliki keunggulan besar dibandingkan jet siluman J-20 dalam hal mesin, kemampuan tempur, daya angkut senjata yang lebih tinggi, pengalaman pertempuran, dan kekuatan rudal yang mematikan. “Rafale jauh lebih unggul daripada J-20 Cina. Meskipun diyakini sebagai pesawat tempur generasi ke-5, mungkin dengan mesin generasi 3,5. Jet tempur ini memiliki mesin generasi 3 seperti yang kita miliki di Sukhoi,” kata Marsekal Udara R Nambiar (retd), yang menguji penerbangan jet tempur Rafale untuk India.

Meskipun karakteristik siluman J20 diyakini lebih unggul, kemampuan sistem senjatanya tidak sebanding dengan Rafale, kata para ahli. Mereka percaya Cina juga akan mengandalkan jet tempur Su-35 buatan Rusia.

“Su-35 juga bukan tandingan Rafale. Kemampuan untuk melakukan supercruise bahkan dengan empat rudal, semua karakteristik yang tersembunyi membuat Rafale jauh lebih kuat daripada Su-35 juga,” tambah Nambiar.

J-20 menggunakan mesin yang sama dengan Su-30 tetapi mesin Rafale lebih baik dalam hal “keandalan, umur panjang dan perawatan”. Kemampuan tempur Rafale juga jauh lebih unggul dari J-20. Rafale mampu membawa beban hingga 1,5 kali beratnya, memberikan keunggulan untuk membawa lebih banyak amunisi daripada J-20. Perbedaan terbesar antara Rafale dan J-20 adalah kemampuan “omni-role”, yang memungkinkannya melakukan setidaknya empat misi dalam satu serangan mendadak. J-20, di sisi lain, tidak dapat melakukan banyak misi sekaligus.

Perbedaan besar lainnya adalah pengalaman pertempuran. Rafale adalah pesawat yang sangat berpengalaman, digunakan secara luas dalam misi perang di Afghanistan, Libya dan Suriah. J-20 tidak memiliki pengalaman seperti itu.

Penambahan fitur Rafale terbaru, termasuk rudal HAMMER, meteor, MICA, dan rudal SCALP memberikannya dominasi angkasa dan superioritas udara atas J-20.

Rudal udara-ke-udara meteor memiliki jangkauan di luar visual (sekitar 150 km), dan SCALP adalah rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan 200 km. Kedua rudal ini dapat melakukan serangan mendalam terhadap pesawat musuh dan target di darat. Memberikannya keunggulan yang lebih besar daripada J-20.

Namun untuk sementara India akan memastikan pilot, kru darat dan pesawat tempur Rafale tetap siap beroperasi segera setelah Rafale mendarat di India, analis juga percaya pesawat tempur baru tidak dapat dikerahkan di sepanjang perbatasan segera. Rafale nantinya akan digunakan secara luas setelah India mengembangkan taktik dan kemampuan operasional yang baru.

Sharing

8 pemikiran pada “Analis India : Rafale Lebih Unggul dari J-20 dan Su-35”

  1. Bakalan repot Cina ya, di barat daya musuhan dengan India, di selatan dengan Vietnam, Jepang dan Korea di tenggara dengan negara2 ASEAN dan Australia di Pasifik dengan lik Sam. Rusia ndak mungkin bantu karena dekat dengan negara2 tadi kecuali US, mau minta tolong Tuhan tidak punya agama, kesimpulannya ini memang bangsa yang …. begitulah…tamak, rakus, arogan, mungkin memang kurang beradab

  2. Klo secara teknis diluar fitur siluman memang Rafale lebih unggul dr J-20. Salah satu kesulitan Rafale dlm menghadapi J-20 ya di fitur silumannya. Kemungkinan rafale tertembak duluan lebih besar jika mengandalkan BVR. Tp jika dlm pertarungan jarak dekat, sdh pasti J-20 bakal jd mainan sang Rafale.

    Yg unik sesumbar India tentang SU-35. Rasanya kok terlalu PeDe banget. Mengingat keduanya sama2 dr generasi 4++.
    Dilihat dr data teknis, sapuan radar SU-35 lebih jauh ketimbang radar AESA Rafale. Secara hitung2 teknisnya baik pertarungan jarak jauh maupun dekat sptnya Rafale akan kesulitan lepas dr kejaran SU-35. Ditambah dng manuver sayap delta menghasilkan radius yg besar.

Tinggalkan komentar