Fase Lanjutan Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro

Jakartagreater – Kapal Selam Alugoro menyelesaikan pengerjaan drydocking di Graving Dock Irian, PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, 30 Juli 2020, dirilis instragram PT PAL Indonesia.

Selanjutnya setelah proses suplai logistik di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia, Kapal Selam Alugoro akan bertolak menyusuri Selat Madura, Laut Jawa, dan kemudian menuju perairan Banyuwangi untuk menjalani fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT).

Dry docking adalah istilah yang digunakan untuk perbaikan atau ketika sebuah kapal dibawa ke halaman layanan. Selama dok kering, seluruh kapal dibawa ke tanah kering sehingga bagian lambung yang terendam dapat dibersihkan atau diperiksa.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro diwawancarai saat proses undocking menjelaskan Kapal selam Alugoro menjalani drydocking selama 7 hari untuk pembersihan badan bawah garis air.

Dengan kondisi yang bersih diharapkan dicapai hasil yang optimal untuk pelaksanaan fase lanjutan Sea Acceptance Test (SAT) yang salah satunya adalah pelaksanaan Indiscretion Rate (IR).

Kecepatan drydocking Kapal selam Alugoro tercapai berkat efisiensi pada pemakaian ulang fasilitas dock block yang sebelumnya dipergunakan docking Kapal selam Nagapasa Class.

Kapal Selam Alugoro. (@ PT PAL Indonesia)

Melalui kemampuan penguasaan teknologi kapal selam, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu membangun dan melakukan pemeliharaan kapal selam.

Sebelumnya, Kapal selam karya anak bangsa Alugoro berhasil menjalani tahapan uji Quick Diving Depth (QDD) di Perairan Utara Pulau Bali, 13-03-2020.

Quick Diving Depth (QDD) adalah manuver yang dilakukan kapal selam dengan menyelam sesegera mungkin untuk menghindari serangan. QDD juga manuver standar untuk menghindari tabrakan.

Menurut jadwal, kapal selam ini diharapkan dapat dikirimkan pada Desember 2020 ke Angkatan Laut Indonesia. Kapal selam akan diserahkan kepada angkatan laut setelah beberapa proses pengujian Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Sharing

6 pemikiran pada “Fase Lanjutan Sea Acceptance Test Kapal Selam Alugoro”

  1. Kembalikan seperti masa kejayaan Majapahit kapal perangnya seperti hantu laut, dulu waktu masa Majapahit Nusantara mempunyai kapal perang yg sangat maju pada masa itu panjang kapal induknya mencapai 400 meter dan gk tanggung2 jumlahnya pun mencapai 400 kapal itu bagian kapal induknya belum kapal pengawalnya, hingga daratan Mongol pun habis di invasi.

  2. Setelah uji Selam Cepat, Uji Sandar Pelabuhan, dan Uji Laik Laut kapal selam diserahkan ke TNI AL sekitar bulan Des 2020.
    Pertinyiinnyi adalah, ni kapal selam kebanggaan negara bisa berperang ndak buat jaga kedaulatan Nusantara, atau cuma buat sluman slumun slamet, ………
    Kenapa tak ada test luncurkan torpedo semisal tenggelamkan kapal nelayan atau coastuard cina di laut Natuna Utara toh dari jaman saya masih main layangan katanya kita dah bisa produksi torpedo SUT, kenapa tak dimanfaatkan buat uji coba ni kapal selam, ada tak lobang luncur torpedo dimiliki ni kapal selam

  3. Cancel changbogo batch II, alihkan ke A26 saab swedia’ cuman buang2 duit lanjutkan batch II changbogo, saab swedia siap memberikan cetak birunya bila indonesia beli 4 unit A26, saab Swedia jg siap membangun 2 unit A26 digalangan pt.pal,,Ada 2 hal yg menguntungkan ambil A26 saab swedia yaitu indonesia bisa memproleh teknologi AIP dan indonesia dapatkan cetak biru desain A26 yg emang lebih fleksibel untuk dikembangkan lg.

Tinggalkan komentar