Trump Tanyakan Mengapa AS Harus Lindungi Jerman

Jakartagreater –  Pentagon bersikeras dengan rencana untuk menarik hampir 12.000 personel dari Jerman dengan beberapa pasukan akan ditempatkan kembali ke negara-negara lainnya di NATO Eropa, sementara yang lainnya akan dipulangkan.

Saat ini, ada sekitar 36.000 orang tentara AS yang ditempatkan di negara Eropa Tengah. Pasukan Amerika telah berada di Jerman sejak 1945, dirilis Sputniknews.com, pada Kamis 30-7-2020.

Presiden AS Donald Trump berkomentar di Twitter untuk menjustifikasi penarikan sebagian pasukan AS dari Jerman, dan menuduh Berlin “nakal” pada komitmen NATO untuk membelanjakan 2 persen dari PDB untuk pertahanan, dan bertanya mengapa Amerika harus “melindungi” negara yang membeli pasokan energi Rusia senilai miliaran dolar.

Tweet Trump muncul setelah konferensi pers oleh Menteri Pertahanan AS, Mark Esper pada hari Rabu di mana kepala Pentagon itu mengkonfirmasi bahwa AS akan menarik sekitar 11.900 orang tentara dari Jerman, dan penempatan kembali diharapkan dimulai dalam beberapa minggu ke depan.

Menurut Esper, sekitar 5.600 orang dari pasukan Angkatan Darat dan Angkatan Udara yang diposisikan ulang akan dipekerjakan kembali ke negara-negara NATO lainnya, termasuk di negara-negara Baltik, Polandia, dan sayap tenggara NATO, dengan 6.400 orang lainnya akan dikirim pulang ke Amerika Serikat.

Sebelumnya Rabu, 29-7-2020, Trump menuduh Jerman “mengambil keuntungan dari AS” dalam perdagangan dan militer. “(Pasukan ada) di sana untuk melindungi Eropa, mereka ada di sana untuk melindungi Jerman, dan Jerman seharusnya membayarnya. Kami tidak ingin bertanggung jawab lagi, “kata Trump.

Anggota parlemen dari kedua pihak mengkritik rencana penarikan pasukan oleh Trump, yang mana Senator Republik Mitt Romney menyebutkan rencana itu “kesalahan besar” dan “hadiah untuk Rusia.” Senator Demokrat Bob Menendez, menyarankan agar Senat harus memblokir keputusan Trump, yang katanya akan melemahkan upaya AS untuk ‘melawan Rusia’ di Eropa Timur.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer menyatakan penyesalannya atas keputusan Washington. Kanselir Angela Merkel, menyarankan bahwa Uni Eropa dapat menjadi dasar untuk “aliansi multilateral” baru karena bantuan militer AS “tidak lagi terbukti dengan sendirinya.”

Pasukan AS telah ditempatkan di Jerman sejak akhir Perang Dunia Kedua, ketika AS, Inggris, Prancis dan Uni Soviet membagi negara itu menjadi empat zona pendudukan. Pada tahun 1949, zona pendudukan menjadi Jerman Barat dan Timur, dan pasukan AS menjustifikasi kehadiran mereka di Jerman Barat untuk melawan dugaan ancaman Soviet.

Pada awal 1990-an, setelah penyatuan Jerman, dan pembubaran Pakta Warsawa dan Uni Soviet, bekas Kelompok Pasukan Soviet di Jerman menyelesaikan penarikannya dari negara yang dipersatukan kembali. Namun, pasukan AS tetap tinggal, dan telah menggunakan Jerman sebagai pusat logistik dan pusat kendali operasi perang Drone selama Perang Melawan Teror.

253 Shares

5 pemikiran pada “Trump Tanyakan Mengapa AS Harus Lindungi Jerman”

  1. jerman mulai berulah dengan kebijakan nya yang bertentangan dengan usa…termasuk kebijakan politik luar negrinya yang bersebrangan dengan usa…!!!
    termasuk dalam kasus rusia dan china…walau pada dasarnya adalah bisnis dan pro yuan dan rubel…tapi ini membuat usa sukar menerapkan strategi nya dieropa…!!!

  2. Sebagai sesama penghuni benua Eropa memang Jerman dan Rusia masih keluarga, begitu juga dengan negara2 eropa lainnya mereka semua masih keluarga besar, harusnya mereka rukun, damai dan bersatu, bukan dipecah-pecah dan dibuat saling bermusuhan agar bisa dieksplotasi untuk kepentingan Amerika

  3. Sebaiknya 12.000 personel AS yg akan ditarik dr jerman, digantikan oleh pasukan dr Rusia saja. Sehingga Eropa menjadi aman…..xicixicixicixi

    Krn sesungguhnya Jerman adalah pengimpor energi yg besar dr Rusia yg secara geografis letaknya lebih dekat dr Jerman, sehingga hanya butuh instalasi pipa.penyalur yg murah gak perlu angkutan kapal tanker yg mahal jika impor dr Timur tengah..
    Betul apa yg di katakan Kanselir Angela Merkel, yg menyarankan agar Uni Eropa dapat menjadi dasar untuk “aliansi multilateral” baru karena bantuan militer AS “tidak lagi terbukti dengan sendirinya.”
    Sebab sejatinya dng keberadaan NATO hanya menguntungkan AS sbg pemasok senjata ke anggotanya dng penekanan 2% PDB dan menjadikan Rusia sebagai tumbal jualannya.
    Di NATO sendiri yg mulai jengah dng sikap Trump adalah Perancis dan skrng ini Jerman.

  4. Inget pas lagi seru2nya amer-linggis berantem dgn pemerintahak Ahmadinejad Jerman justru mengirim Bayern Muenchen untuk menggelar partai persahabatan lawan Timnas Iran di Teheran. Dah gitu Ali Daei yang ikon timnas Iran dikontrak pula. Walhasil duet amer-linggis mencak2.
    Cxixixixixi

Tinggalkan komentar