Angkatan Laut China Pasang Generator Turbo Baru ke Kapal Perang

Jakartagreater –  Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) telah mulai memasang generator tenaga turbo baru di kapal perangnya. Dengan 4 kali kapasitas pembangkit listrik yang ada, generator baru akan memungkinkan teknologi baru, seperti ketapel elektromagnetik dan railgun untuk dikerahkan, dirilis Sputniknews.com, Jumat 31-7-2020.

Perusahaan Pembuatan Kapal Negara Cina (CSSC) 704 Research Institute baru-baru ini mengumumkan bahwa pembangkit listrik 20 megawattnya telah mulai beroperasi, yang dikutip oleh Global Times. Daya itu cukup untuk menerangi kota berpenduduk 15.000. Pengumuman itu tidak menyebutkan penunjukan generator baru atau kapal mana yang telah mereka pasang sejauh ini.

Output daya yang sangat meningkat akan berguna untuk sejumlah teknologi baru yang Beijing cari untuk dipasang pada kapal perangnya di tahun-tahun mendatang. Li Jie, seorang pakar Angkatan Laut di Beijing, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa generator yang lebih kuat “akan berarti semua sistem yang mengkonsumsi energi tinggi ini dapat beroperasi.”

China telah menguji penggunaan railgun Angkatan Laut sejak 2017, senjata yang menggunakan elektromagnet untuk mempercepat metal slug ke dalam kecepatan luar biasa. Alih-alih mengandalkan bahan peledak untuk menghancurkan target, kekuatan dampak kinetik semata bisa menghasilkan pelepasan energi yang sangat besar, itulah sebabnya railgun disebut “senjata energi kinetik”.

Di saat spesifikasi senjata China ini tidak diumumkan, railgun eksperimental Angkatan Laut AS memiliki permintaan daya sekitar 25 megawatt, menurut Wall Street Journal. Kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS hanya mampu menghasilkan daya maksimum 7,5 megawatt menggunakan 3 generator 2,5 megawatt, membuat platform seperti itu tidak mungkin untuk railgun.

Namun, kapal perusak siluman kelas Zumwalt baru di Washington dibangun dengan mempertimbangkan senjata semacam itu. Terlepas dari penampilannya yang canggung, kapal perang besar itu dapat mengeluarkan daya 78 megawatt yang mencengangkan, membuatnya menjadi pengguna senjata railgun atau laser yang mampu, setelah keanehan mereka yang lain telah diselesaikan.

Global Times mencatat bahwa generator turbo memungkinkan untuk menggunakan teknologi penggerak listrik terintegrasi (IEP) canggih, yang pada dasarnya mengubah kapal menjadi raksasa, kendaraan gas-listrik hibrida. Zumwalt menggunakan desain seperti itu, seperti halnya kapal induk Ratu Elizabeth Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan kapal pesiar RMS Queen Mary II.

Kapal induk Tipe 002 China yang akan datang akan memiliki sistem peluncuran pesawat elektromagnetik (EMALS) untuk pesawat bersayap tetap, yang juga akan membutuhkan output daya yang sangat besar. Sputnik baru-baru ini melaporkan bahwa dermaga pendaratan Tipe 076 yang diusulkan oleh CSSC diperkirakan akan menggunakan IEP serta EMAL untuk pesawat sayap tetap.

Kapal induk USS USS Gerald R. Ford mengandalkan generator tenaga nuklir untuk memberi daya pada 3 peralatan EMALSnya, dan sangat mungkin bahwa generator turbo baru China akan menemukan jalannya ke kapal induk Tipe 002 dan kapal perang masa depan Tipe 076 jika jadi dibuat.

476 Shares

2 pemikiran pada “Angkatan Laut China Pasang Generator Turbo Baru ke Kapal Perang”

  1. ngeri railgun kapal china dipasang di kapal LST nya. Seperti niat banget utk kedepannya menguasai pulau pulau milik negara tetangga.
    Jarak 200 km sebelum kapal LST china mendaratkan pasukan. Pesisir pantai sudah dibombandir dg railgun nya.

    • Mereka bombardir pesisir dr jarak segitu, rudal pesisirnya kemana? Ini mungkin utk skenario klo lawan ga punya perthanan pesisir ato MPA yg bisa patroli ato perthanan udh dilumpuhin.

      Banyak tuh sekarang rudal pesisir yg bisa nimpuk kapal dr jarak diatas 200km.

Tinggalkan komentar